JURNAL KARAT # 118, 27 April 2012, SERIGALA JALANAN, RADIO SHOW, DAN LIPUTAN 6 SCTV

Posted: August 14, 2012 in Uncategorized
Tags:

 

Oleh Jon 666

22 April, Minggu, Draft Tur Serigala Jalanan

Draft tur Serigala Jalanan selesai disusun Kimung. Ada sekitar dua puluh kota sekujur Jawa barat yang akan disinggahi Karat dalam tur ini. Kota-kota tersebut adalah Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Jakarta, Banten, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Soreang, Cimahi, dan Bandung. Sementara itu, music tradisional yang akan dijadikan kolaborator Karat antara lain adalah Tarawangsa, Surak Ibra, Calung Tarawangsa, Bebegig, Goong Renteng, Sintren, Obrog/Berokan, Sampyong, Gembyung, Seni Ulin, Kobongan, Topeng Banjet, Gambang Kromong, Keroncong Tugu, Anglung Buncis, Angklung Gubrag, Dogdog Lojor, Mamaos, Gondang Cireundeu, dan Benjang.

25 April, Rabu, Karat di Radio Show

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba. Malam ini Karat dijadwalkan tampil di Radio Show TvOne bersama dengan Eye Feels Six, band hiphop yang dipilih Karat untuk menyertai penampilannya. Selain menggandeng Eye Feels Six, Karat juga menyediakan transportasi untuk para Ririwa yang ingin ikut serta pergi ke Jakarta.

Selepas magrib, rombongan sampai di Jakarta dan segera menata peralatan dan artistic panggung. Ada delapan lagu yang akan dibawakan Karat, termasuk kolaborasi di lagu “Rajah” bersama Eye Feels Six dan membawakan lagu “Refuse/Resist”.

Secara umum, syuting berjalan dengan lancar dan kami semua bersenang-senang malam itu : ) Sambutan dari penonton Radio Show seluruh Indonesia juga sangat hagat, terbukti dengan masuknya episode Karat di Radio Show ini ke dalam trending topic twitter, urutan ke tiga, kalah oleh sepak bola piala Champion, yang kebetulan malam itu bentrok dengan penampilan Karat.

Nara sumber yang menyertai penampilan Karat malam ini adalah Djaduk Feriyanto. Sangat membanggakan bisa duduk bersama Djaduk dan juga berkolaborasi dengannya. Djaduk mengungkapkan kebanggaannya bagaimana music tradisional ternyata bisa dikolaborasi dan dimainkan dalam pola-pola permainan musik modern, terutama metal. Di sesi terakhir, Djaduk bahkan berkolaborasi dengan Karat memainkan toleat Mang Jimbot.

Usai penampilan di Radioshow, rombongan segera berangkat pulang ke Bandung. Sebagian menginap di Common Room, sebagian terjaga untuk meneruskan kerja di pagi harinya.

 

27 April, Jumat

Dua hari setelah penampilan di Radio Show, Karat melakukan syuting Liputan 6 SCTV di Lapangan Tegalega. Kali ini sejak subuh seluruh personil Karat sudah nongkrong minum kopi dan jahe di lapangan Tegalega. Jam setengah enam mereka sudah mulai bermain.

Sejauh ini, ini adalah panggung terpagi Karat mengalahkan rekor penampilan di Apa Kabar Indonesia Padi TvOne hahaha…

 

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Eddie Vedder, Pearl Jam, Joy Division, Iwan Fals, Ratos De Porao, Sepultura, Christina Perri, Alanis Morisette

Books : Al Qur’an al Karim

Movies : Bram Stoker’s Dracula

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s