JURNAL KARAT # 117, 20 April 2012, SAGARA WENI, MADYA GANTANG, REFUSE/RESIST, dan RENCANA GERILYA KLIP “SAHABAT”

Posted: August 14, 2012 in Uncategorized
Tags:

 

Oleh Jon 666

Lagu baru Karat, “Sagara Weni”,

Di sagara weni

Nyanggereng ereng-erengan

Dur surya ngagedur

Sagara weni sagara Karat

Nangtung ngalayung

Sagara lega mepeta

Apruk-aprukan

Ngalengkah mapay sagara weni

Di sagara weni

Jauh asup di hiji bukit

Di kubur batu kuna

Dia ilang salilana

Ini lagu tentang perfeksi dan refleksi. Saya kira gaya menulis seperti ini mengingatkan saya ke masa-masa tahun 1997 di Sastra ketika saya banyak menulis puisi dasn prosa dalam satu batang rokok. Dan memang demikian, saya menulis lirik lagu ini dalam waktu satu batang rokok putih, ditulis tanggal 11 Oktober 2011. Bersama lirik “Sagara Weni”, saya tulis juga lirik lagu “Madya Gantang yang kemudian dipakai oleh Dumb Brother. Ini adalah lagu “Madya Gantang”,

Mencapaimu

Meniti lirih

Semilir sendu

Rajah dan doa

Ranggas asa

Menggenggammu

Menorah hati

Bersujud syahdu

Ruang dan waktu

Satu

Menunggu

Sampai waktu berlalu

Kamu dan aku

Satu

Melayari

Ruang dan waktu

Seluruhnya luruh

18 April, Rabu, Refuse/Resist Part 3

Karat berlatih lagu “Refuse/Resist” dari Sepultura. Ini sesi latihan yang ke tiga untuk “Refuse/Resist” dan sejauh ini, semakin menampakkan kemajuan yang baik. Karat semakin memegang lagu ini dan semakin siap untuk ditampilkan di Radio Show minggu depan.

20 April, Jumat, Merencanakan Promo Gerilya Lagu “Sahabat” & Refuse/Resist Part 4

Kimung ditemani Zia menemui Ariel di kantornya di Jalan Belimbing 1. Ariel bercerita bahwa “Sahabat” sudah fiks walau pun ia masih kurang puas. Ada setitik yang masih mengganjalnya padahal proses harus segera diselesaikan. Ariel memang dikenal sebagai musisi yang perfeksionis dan sangat memperhatikan detil dalam lagu-lagu yang ia garap. Ariel juga menegaskan, mungkin ia bisa hanya menuruti keinginan perusahaan rekaman dalam menentukan standar lagunya. Kini, ia menegaskan bahwa ia ingin memegang kendali kualitas lagu-lagu yang digarap oleh Peterpan—atau sahabat-sahabat di bandnya. Namun demikian, kualitas “Sahabat” sebenarnya sudah sangat keren saat ini.

Ia juga bercerita bahwa Peterpan sudah merilis lagu “Di Atas Normal” sebagai singel pertama mereka dan mendapat sambutan yang sangat hangat dari khalayak musik Indonesia. Untuk singel ke dua, ia ingin merilis “Sahabat” dan untuk itu ia ingin membuat sebuah klip. Berbeda dengan “Di Atas Normal”, “Sahabat” menampilkan karinding dan waditra-waditra yang mengiringinya, yang notabene belum dikenal—dan pada secara total dalam pemikiran Ariel, harus dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itulah ia ingin membuat sebuah klip yang secara spesifik menampilkan karinding dan waditra lainnya tersebut. Ini juga untuk menepis penafsiran khlayak bahwa yang berkolaborasi bersama Peterpan di “Sahabat” adalah sampling. Suara karinding memang pada akhirnya sangat mirip dengan suara sampling. Melalui klip ini Ariel ingin memberitahu Indonesia—dan juga dunia—bahwa karinding di lagu ini dimainkan secara manual dalam proses kolaborasi bersama Karinding Attack. Lebih jauh lagi, ini sangat berkaitan dengan idealisme nasionalisme Ariel yang sedang berkobar saat ini.

Tak ada dana sama sekali untuk pembuatan klip ini karena perusahaan rekaman hanya mengucurkan dana untuk single resmi dari Musica di lagu “Cobalah Mengerti”. Untuk itu, Ariel memaparkan kemungkinan untuk membuat dan merilis klip “Sahabat” secara gerilya. Ia meminta wawasan kepada Feby untuk menggarap projek ini. Ia juga meminta Kimung dan Karinding Attack untuk membantu segala hal yang bisa dilakukan bersama-sama. Tentu saja Karat akan membantu apa pun itu demi sebuah karya bersama yang brilyan. Kimung sendiri saat itu sudah membawa dokumentasi video Karat yang dibuat oleh Kapten Jek ketika menggarap lagu “Sahabat” di Studio Masterplan. Saying beberapa sesi dokumentasi digarap tanpa tata pencahayaan yang memadai sehingga butuh suntingan. Namun demikian, dokumentasi ini tentu saja merupakan dokumen yang sangat berharga bagi Peterpan dan juga Karat. Video ini segera dikopi di data Peterpan oleh Feby.

Feby sendiri memiliki dua opsi penggarap klip. Yang pertama oleh Megadeth dan yang ke dua oleh kawan yang sebelumnya menggarap dokumentasi  panggung tribute to Peterpan dan memfilmkan sesi Peterpan bersama Blenn Fredly dan Fadly. Feby mengungkapkan ia akan segera mengabari Kimung dan Karat untuk teknis syuting klip. Rencananya syuting dilakukan awal Mei, kalau tidak di Common Room, di Studio Masterplan.

Hajar Sahabatku!

Malamnya Karat kembali berlatih lagu “Refuse/Resist” di Common Room. Sesi ini Karat bermain semakin mantap. Gema terasa semakin ahung ketika lagu ini usai dimainkan secara serentak oleh Karat. Hellyeah!

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Eddie Vedder, Pink Floyd, Kiss, Sacred Reich, Peterpan, Sepultura, Duran Duran, Spandau Ballet

Books : Al Qur’an al Karim, No One Here Gets Out Alive

Movies : The Bourne Identity

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s