JURNAL KARAT # 104, 20 Januari 2012, HANGIN’ OUT WITH MY BRO, JOHN RESBORN!

Posted: June 25, 2012 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 104, 20 Januari 2012, HANGIN’ OUT WITH MY BRO, JOHN RESBORN!

Oleh Jon 666

16 Januari, Senin,

Karat latihan di Common Room. Mengundang John Resborn di lagu favorit Mama, “Hampura Ma”. John Resborn melamar Caroline kekasihnya di Common Room malam itu. Uhh how sweet… Congrats Bro!

Sehari sebelumnya John beserta Mama, dan tiga kawannya dari Swedia melakukan konferensi pers berkaitan dengan peluncuran buku Labour of Love and Hate yang mereka tulis dan terbitkan di Indonesia. Saying Lena berhalangan hadir karena ia harus melakukan sesuatu di Swedia.

Sepanjang latihan John merekam Karat di kameranya. Di akhir rekaman ia bilang ke Kimung, “You’re the craziest man I’ve ever met Man, hahaha!”

You too John hahahaha!!!

Informasi mengenai John Resborn dan Lena Resborn bisa dicek di http://www.resbornphotography.com/

Acara konferensi pers John Resborn bisa disimak di bawah,

Selasa, 17 Januari 2012

Soni Bebek di Labour of Love & Hate,

LAUNCHING BUKU “ LABOUR OF LOVE & HATE “ KARYA JOHN AND LENA RESBORN

ROGERS CAFÉ  15 JANUARI 2012

Minggu sore di Kota Bandung menjadi semakin cerah ketika ada sebuah spirit dalam diri seorang John Resborn seorang phtograper asal Swedia. Betapa tidak, hari itu adalah hari dimana bukunya yang berjudul Labour Of Love & Hate yang ditulisnya bersama sang adik Lena Resborn diluncurkan.

Entah ke berapakalinya kami harus mengucapkan kepada Djarum sebagai satu-satunya  sponsor yang selalu mendukung acara kami, tidak hanya sekedar mendukung peregelaran music underground saja melainkan Djarum mendukung semua kegiatan positif yang berkaitan dengan komunitas underground seperti peluncuran buku tersebut.

Peluncuran Buku Labour Of Love & Hate digelar secara sederhana namun syarat akan makna sebuah kebersamaan diantara  komunitas underground dan sang penulis itu sendiri yang dalam hal ini diwakili oleh John Resborn ( Lena Resborn tidak bisa hadir).

Acara dimulai dengan penampilan kesenian music tarawangsa. Sebuah kesenian yang sudah hamper punah ditelan jaman, sebuah kesenian hasil cipta dan karya leluhur bangsa Sunda.  Tarawangsa cukup mampu menghipnotis semua tamu yang hadir, dengan alunan music yang penuh daya magis membuat penonton betah melihatnya. Penampilan tarawangsa ini digawangi oleh Man Jasad dan anak-anak mahasiswa Unpas.

Setelah kesenian Tarawangsa selesai  Soni Bebek sebagai Host peluncuran buku Labour Of Love & Hate muncul membuka acara sekaligus menyapa semua tamu yang hadir termasuk tamu undangan yang sangat istimewa yaitu Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda serta tamu undangan lainnya. Soni Bebek sebagai Host cukup membuat suasana menjadi sangat cair dan sangat akrab, sambil sesekali berbicara dengan bahasa Inggris SOni Bebek mengajak tamu menyaksikan terlebih dahulu video yang berisi synopsis buku Labour Of Love & hate.

Tibalah saatnya John Resborn dipanggil oleh Host untuk memberikan penjelasan tentang apa isi buku tersebut, John Resborn menerangkan isi bukunya dengan bahasa Inggris dan sesekali Soni Bebek ikut membantu John dalam menjelaskan isi bukunya.

Pada intinya Buku tersebut menjelaskan tentang sebuah semangat dan motivasi komunitas underground yang selama ini termarjinalkan oleh kalangan pemerintah, aparat keamanan dan tokoh-tokoh masyarakat dan agama. Menurut buku ini pada dasarnya komunitas underground terbesar di dunia adalah komunitas yang ada di Bandung, mereka (komunitas underground) ternyata mampu menerobos kesulitan tersebut dengan semangat persatuan dan persaudaraan. Mereka bersatu dalam melakukan bisnis ( distro, industry rekaman, musisi, desiner).

Acara bedah buku semakin seru dengan hadirnya beberapa nara sumber yang menemani John Resborn di depan tamu-tamu. Narasumber tersebut adalah sudah tentu Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, Gustaf dari common room dan yang terahir adalah Man Jasad wakil dari musisi dan komunitas Underground.

Masing-masing memberikan opininya terhadap buku tersebut, menurut Gustaf buku ini sangat menarik karena mampu memberikan nilai-nilai positif bagi komunitas underground. Sama halnya dengan Wakil Walikota yang merasa bahwa komunitas underground juga adalah anak bangsa yang mempunyai kreatifitas dan masa depan dan itu menjadi bagian tanggung jawab pemerintah juga sebagai fasilitator dan regulator. Man Jasad memperkuat bahwa dengan adanya buku ini menjadikan juru kampanye yang menyuarakan hati komunitas underdround ke seluruh dunia.

Disela-sela peluncuran dan bedah buku Labour of Love & Hate ada penampilan dari Beside dan Jasad serta ditutup dengan penampilan kolaborasi antara musisi underground yang hadir saat itu dan penampilan special juga yaitu John Resborn yang ternyata jago main perangkat music drum.

Terima kasih Djarum telah memberikan kontribusi yang luar biasa untuk komunitas underground, bukan sekedar uang dalam bentuk sponsor yang diberikan oleh Djarum, melainkan ikut juga memberikan motivasi dan spirit yang mendalam demi kemajuan music underground.

Terima kasih untuk Soni Bebek yang telah bekerja  secara maksimal dalam event tersebut. Terima kasih juga untuk Man Jasad, Gustaf dan tentunya untuk pejabat yang selalu mendukung kami Bapak Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda.

http://tulisansisoni.blogspot.com/2012/01/soni-bebek-di-labour-of-love-hate.html

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Pink Floyd, Entombed, Dismember, Carcass, Napalm Death, Filthy Christian, Koil, Shanty

Books : Al Qur’an al Karim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s