JURNAL KARAT # 99, 16 Desember 2011, HARI YANG CERAH UNTUK JIWA BERKARAT

Posted: April 22, 2012 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 99, 16 Desember 2011, HARI YANG CERAH UNTUK JIWA BERKARAT

Oleh Jon 666

10 Desember, Sabtu, Papay Luvs Echa Forevah!!!

Selamat menikah Mang Papay & Echa! Mugia janten kulawargi sakinah mawaddah warohmah tur enggal kagungan putra putrid nu baktos ka ibu rama, kulawarga, agama, nagara, jeung darigama, amiin.

Sementara itu, Kimung disertai Arief meminjam buku Pearl Jam Twenty kepada Iit Omuniuum untuk ia jadikan referensi penyusunan tata letak dan artistik buku Ujungberung Rebels, Panceg Dina Galur. Format penulisan buku Pearl jam Twenty sangat mirip dengan Jurnal Karat.

11 Desember, Minggu,

HELLPRINT 2011 REUNITED!

12 Desember, Senin,

Materi pameran “Ranah Karinding Bandung dan Apa yang Coba Mereka Katakan” selesai disusun. Masih ada beberapa materi yang belum masuk namun bisa dikejar sebelum 2012. Sore itu, Karat juga membicarakan rencana merekam lagu “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi” yang akan digarap esok hari oleh engineer Indra Jenggot Trah.

13 Desember, Selasa, “Hari yang Cerah untuk Jiwa yang Berkarat”

Rekaman “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi” dimulai. Sepanjang siang, Karat minus Papay yang masih berbulan madu, bersama Indra Trah merekam sesi demi sesi pola waditra yang diaransemen untuk “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi”. Kesulitan utama ada di dialog celempung Hendra dan Kimung. Ketidaksesuaian pirigan serta nada celempung ke duanya yang sama sekali tidak nyambung benar-benar mempersulit penyusunan aransemen lagu. Namun sedikit demi sedikti akhirnya terjembatani juga.

Kesulitan lainnya ada di sesi alat tiup. Tidak adanya Jimbot benar-benar berpengaruh pada tata musikalitas yang disusun oleh Karat. Walau Jimbot selalu mengisi sesi suling atau toleat setelah seluruh aransemen selesai, namun tak urung, tidak adanya Jimbot membuat tata ritmik yang terbangun tak mampu menemukan ruhnya. Untunglah Ekek yang untuk sementara menggantikan Jimbot sediktinya mampu mengisi ruang-ruang kosong di jiwa lagu “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi”.

Usai rekaman, demo segera dikirim ke Kang Noey untuk dpelajari.

14 Desember, Rabu, Sahabat

Hasil rekaman “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi” sangat tidak memuaskan, terutama di sesi suling dan saluang. Ini disadari benar oleh Karat dan karenanya Karat segera mengontak Kang Noey untum mengemukakan bahwa hasil aransemen lagu ini sangat tidak nyaman untuk Karat. Mendengar kondisi ini, Kang Noey lalu kembali menyarankan agar Karat mulai menata aransemen lagu “Sahabat” seperti permintaan Ariel. Kang Noey juga memberikan masukan agar Karat memilih lagu “Sahabat” versi album Alexandria yang sangat kental dengan nuansa elektroniknya.

Malam itu juga, Kimung, Hendra, Wisnu segera mempelajari “Sahabat”. Lagu ini sangat indah. Menceritakan bagaimana hampanya hidup tanpa seorang sahabat, bagaimana seorang sahabat sangat berperan dalam mengisi hari-hari dalam kehidupan kita. Bagi Karat, “Sahabat” adalah salah satu manifestasi yang terwujud dari rasa yang terjalin antara musikalitas Peterpan dan Karat. Semakin jauh menyelami lagu ini, semakin dalam rasa kedekatan Karat dengan Peterpan.

Kang Noey mengabari jika rekaman lagu “Sahabat” akan dilakukan hari selasa.

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Peterpan, Pink Floyd, Gorillaz, Dream Theater, Queen, Kiss, Carcass, Cynic

Books : Al Qur’an al Karim

Movies : Breaking Dawn, The Beach

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s