JURNAL KARAT # 98, 9 Desember 2011, TOPENG BERKARAT PART 2

Posted: April 22, 2012 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 98, 9 Desember 2011, TOPENG BERKARAT PART 2

Oleh Jon 666

6 Desember, Selasa,

Sesi rekaman Karat lagu “Topeng” untuk kolaborasi dengan Peterpan. Proses rekaman tergolong cepat karena masing-maisng sudah siap. Ditambah lagi, pirigan yang dipilih oleh Karat adalah pirigan dasar karindingan dan celempungan yang sangat umum dimainkan. Ada beberapa bagian yang memang ditata dengan inovatif, namun secara keseluruhan kalah oleh pakem standar yang dimainkan. Dengan sabar Biyan sang sound engineer mendampingi Karat melakukan rekaman.

7 Desember, Rabu,

Review hasil rekaman lagu “Topeng.” Lagu ini dianggap gagal hampir di semua lini waditra. Celempung dan karinding terdengar seperti pola pirigan pemain karinding celempung yang baru belajar, sangat tradisional, pakem banget, sama sekali tak terdengar ada ketukan yang inovatif. Suling pun terdengar sangat monoton dan mengkhawatirkan, mengingatkan pada pola-pola suling yang sering dimainkan di lagu pendukung acara Opera van Java. Semuanya sangat standar, jauh dari pola yang sering dimainkan oleh Karat. Kang Noey bilang, akan sangat disayangkan, jika Karat memutuskan untuk menggunakan aransemen lagu ini untuk “Topeng”. Karat sendiri memang benar-benar tidak sreg dengan hasil rekaman tersebut dan karenanya mulai mencoba menggarap lagu-lagu yang lain.

Karat mulai menggarap lagu “Lagit Tak Mendengar” namun ternyata lagu ini sudah digarap dalam format jazz oleh Peterpan. Karat mencoba memberikan empat lagu sebagai alternatif utnuk digarap, yaitu “Hari yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi”, “Taman Langit”, “Aku dan Bintang”, dan “Di Balik Awan.” Karat akhirnya sepakat menggarap “Hari yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi.”

8 Desember, Kamis,

Aransemen awal celempung Karat untuk “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi” selesai.

Tak susah mengaransemen lagu ini setelah sekitar enam lagu Karat mempelajari pola-pola permainan musik Peterpan dan mengaransemen ulang lagu-lagu tersebut. Kebanyakan pola musik Peterpan terdiri dari tiga susunan pola yang kadang sederhana namun kadang memiliki pola ketukan yang rumit dan tanggung, dikombinasikan dalam aransemen yang apik dan sederhana. Dan, kesederhanaan inilah justru yang menjadi nilai plus bagi Peterpan. Tak banyak musisi yang bisa meracik pola musik tanggung dalam satu aransemen yang sederhana tapi apik dan menawan. Ini lalu ditambah dengan cara bernyanyi Ariel yang memang indah. Kesederhanaan ini pula yang diwaspadai Karat dalam membuat aransemen agar tidak terjebak dalam benang merah kombinasi yang disusun Peterpan, tapi lebih dalam menyusun pola-pola musik yang menjadi bagian kombinasi tersebut.

Satu hal lagi yang membuat “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi” dengan cepat dikuasai Karat : lagu ini sangat indah dan Karat sangat menyukai lagu ini ^^

9 Desember, Jumat, KPK Berkarat

Pagi hari di Common Room, aransemen duet celempung dan pirigan dasar karinding untuk “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi” sudah selesai. Siang harinya, rombogan Karat berangkat untuk tampil di acara kampanye pemberantasan korupsi yang digelar KPK di Gedung KPKJakarta. Sore itu Karat tampil di antara teriakan-teriakan para aktivis yang terlihat “terlalu tua” untuk menjadi mahasiswa. Untunglah killer-engineer Ismet bisa menata suara Karat dengan baik. Usai tampil, Kimung mewakili Karat juga diwawancara media Teen dan Intisari di acara ini.

Malamnya, Kang Noey memberi kabar jika Ariel mengusulkan bagaimana jika Karat menggarap lagu “Sahabat.” Namun demikian, “Hari Yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi” tetap menjadi priorotas utama Karat dalam menggarap aransemen lagu untuk Peterpan.

 

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Peterpan, Pink Floyd, Mick Jagger, Eddie Vedder, The Who, Veskill, Nirvana, The Cranberries

Books : Al Qur’an al Karim,

Movies : Bad Girl, Limitless

Quotes :

My heart is broke but i have some glue, “Dumb”, Kurt Cobain, Nirvana, In Utero

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s