JURNAL KARAT # 100, 23 Desember 2011, SAHABAT

Posted: April 22, 2012 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 100, 23 Desember 2011, SAHABAT

Oleh Jon 666

17 Desember, Sabtu

Kabar dari kang Noey rekaman “Sahabat” yang awalnya dijadwalkan hari Selasa, diundur jadi hari Rabu.

18 Desember, Minggu, Sawala Budaya Babakan Siliwangi

Ini adalah rangkaian acara yang digelar selama satu minggu oleh kawan-kawan di ranah kreativitas dan kasundaan. Man Jasad dari Karat adalah salah satu penggagas dan eksekutor acara ini. Untuk mengisi acara musik, dijadwalkan paperback dan Karat tampil hari Minggu ini.

Paperback tampil jam 16.00. Karena sang vokalis tak kunjung tiba, Paperback tampil tanpa Zemo. Ayi dan David mengisi sesi vokal di sesi penampilan ini. Seperti biasa empat lagu Paperback, “Piquette”, “Kelas Rakyat”, “Klab Dangdut Ciromed”, dan “Three Days” dimainkan bersama nomor dari The Beatles, “Till There Was You”, “I Want You”, dan “Across the Universe”.

Malamnya, gliran Karat yang tampil. Jam 22.00, sehabis nostalgiaan almarhum Harry Roesli, Karat tampil menggeber panggung yang sama sekali tak berjarah dengan penonton. Delapan lagu dimainkantampajeda sebelum akhirnya Karat menyudahi penampilannya malam itu.

Acara ini juga sangat penting bagi perkembangan Karat selanjutnya. Di acara inilah Man bertemu dengan Trie Utami yang kemudian banyak ia ajak bincang-bincang mengenai ranah kakarindingan. Ceu Ii yang memang sangat perhatian pada kesenian tradisional tentu saja menyambut baik apa yang dilakukan Karat. Ketika Man mengajak Ceu Ii untuk mengisi salah satu lagu Karat, tanpa pikir panjang ia segera mengiyakan ajakan Karat itu. Ceu Ii dijadwalkan akan ikut rekaman vokal besok sore di Studio Massive. Ia akan mengisi lagu “Gayatri Mantram” untuk bubuka Karat.

19 Desember, Senin, Karat Massive Recording

Jadwal rekaman hari ini sebenarnya akan menggarap sesi suling, namun ternyata masih begitu banyak bolong-bolong yang harus ditambal di berbagai sesi di lagu Karat. Sesi pertama hari itu adalah rekaman vokal Kimung di “Sia Sia Asa Aing”, “Wasit Kehed”, dan “Lagu Perang”. Menjelang siang, giliran Hendra mengisi vokal “Sia Sia Asa Aing” dan “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”. Sehabis itu, Karat mulai bersiap menggarap dua lagu instrumental yang nantinya akan diisi oleh BudiDaltondi sesi “Bubuka” dan Ceu Ii dengan “Gayatri Mantram” di lagu setelah “Bubuka”.

Eksperimen pertama adalah menggarap “Gayatri Matram” yang dipersiapkan untuk Ceu Ii. “Gayatri mantram” digarap dalam lagu dengan ketukan 1/3. Bukan pola yang biasa dimainkan Karat namun pola ini serasa menggantung dan asyik untuk dimainkan. Di sesi celempung, Kimung memainkan dua celempung sekaligus—Big Jon dan Molly—untuk mengisi dua nada berbeda di lagu ini. Usai penggarapan instrumental untuk “Gayatri Mantram” Ceu Ii tiba di Studio Massiver bersama suami dan kawan-kawannya.

Sama sekali tidak menyangka, wanita mungil yang duduk dan tertawa-tawa di studio bersama Karat siang menjelang sore itu adalah Ceu Ii—Trie Utami, penyanyi legendaris yang semenjak kecil lagu-lagunya bersamaKrakatau, sangat akrab di telinga. Tak pernah sekali pun kami bermimpi ia akan ada di sini sekarang bersama kami menggarap lagu bersama. Ini bagaikan mimpi.

Dan Ceu ii menambah perasaan mimpi ini dengan sikapnya yang sangat rendah hati. Ia banyak bercerita tentang kasundaan, musik, proyek-proyek idealismenya. Suaranya ramah, sesekali disertai dengan tawa membuat kami juga menjadi sangat terbuka kepadanya. Ba’da magrib, Cei Ii mulai masuk studio, dan dengan sekali rekam, ia menyelesaikan “Gayatri Mantram” dengan sempurna. Ini menambah perasan bermimpi kami hari ini.

Giliran Mang Budi Dalton sekarang yang masuk bilik rekaman untuk memapatkan “Rajah Bubuka”. Setelah menyusun aransemen dengan ketukan yang sama dengan “Gayatri Mantram”, musik untuk “Bubuka” siap sudah dan Mang Budi segera memapatkan rajahnya. Dua kali rekam, fiks sudah semua.

Dalam perbincangan selanjutnya, Karat dan Innu akhirnya sepakat untuk menyatukan “Rajah Bubuka” dengan “Gayatri Mantram” dalam satu lagu. Untuk itu maka diperlukan beberapa jembatan yang bisa mempersatukan ke dua lagu itu. Sesi alat tiup dibayangkan bisa menjembatani keduanya. Di sesi ini, hal spektakuler dipamerkan Okid dengan permainan gong tiup 15 menitnya mengisi dua lagu, “Bubuka” dan “Gayatri Mantram”. Awalnya Jimbot akan mengisi suling, namun ternyata satu saluang Yuki sudah sangat cukup mendukung lagu ini.

21 Desember, Rabu, Sahabat # 1

Hari ini, Karat kembali berkumpul di Studio Masterplan untuk memulai rekaman “Sahabat” lagu permintaan Ariel untuk dimainkan oleh Karat. Semoga rekaman kali ini berjalan dengan lancar. Karat sendiri sudah sangat siap merekam “Sahabat” karena proses penggarapannya walau relatif lebih individual, namun lebih solid. Ini karena Karat sudah semakin dekat mengenal karakter musik Peterpan serta pola aransemen yang biasa dimainkan Peterpan. Waktu penggarapan aransemen sendiri lebih panjang, sekitar satu minggu, memberikan ruang yang luas bagi Karat untuk bereksperimen.

Jam satu siang Karat sudah berkumpul di Studio Masterplan, kai ini disertai dengan kehadiran Kang Noey, Uki, David, dan Reza. Kehadiran mereka tentu saja membuat proses rekaman akan bertambah mudah karena dengan adanya mereka, Karat bisa lebih terarahkan ke musiknya Peterpan. Namun ternyata ketika obrolan berlanjut, lagu “Sahabat” yang akan dijadikan guide untuk rekaman adalah lagu “Sahabat” yang ada di album soundtrack film Alexandria. Ini tentu saja membuat Karat terhenyak karena selama ini pola musik yang diaransemen adalah pola musik berdasarkan lagu “Sahabat” di album pertama. Tentu saja semua yang sudah disiapkan menjadi buyar.

Sebenarnya, sejak awal Kang Noey  sudah memberikan wawasan agar Karat lebih fokus menggarap musik berdasarkan “Sahabat – Alexandria”, namun karena Karat merasa pola “Sahabat” versi asli lebih pas, maka Karat mengutarakan kepada Kang Noey untuk mempersiakan pola musik dari “Sahabat” versi asli. Namun, “Sahabat” dengan “Sahabat –Alexandria” adalah dua lagu yang sama, maka aransemennya juga tak jauh dari pola musik dasar lagu. Karat masih bisa memasang pola-pola pirigan yang sudah disusun di lagu ini. Hanya masalah emosi lagu saja yang masih samar tertangkap.  Kehadiran para personil Peterpan juga sangat membantu. Mereka banyak memberikan masukan-masukan kepada Karat sebelum dan sepanjang rekaman. Proses ini tak akan terlupakan—bagaimana Peterpan begitu membumi dengan para musisi pendukungnya. Mereka pantas memiliki karya-karya yang brilian karena secara personalitas juga mereka memiliki kepribadian yang sangat baik.

Hanya empat sesi instrumen yang terekam hari itu, terdiri dari sesi rekaman celempung Hendra, karinding Wisnu, karinding Man, dan celempung Papay. Waktu menunjukkan jam sepuluh malam ketika Kimung berencana masuk studio untuk melanjutkan rekaman. Namun ia urung masuk malam itu. Selain karena Kimung tidak siap karena pergantian guide, Byan juga menyarankan agar rekaman dilanjutkan esok hari. Ia segera menata hasil rekaman sepanjang siang itu dan sejak awal rekaman ini dibuat, sudah terasa semangat yang tejalin di antara dua hasrat musik yang berkolaborasi ini.

22 Desember, Kamis, Sahabat # 2

Hari ini hari ke dua rekaman lagu “Sahabat”, agendanya sesi rekaman celempung Kimung, suling Yuki dan Ekek, gong tiup Okid, serta karinding Ki Amenk. Karat jadwalnya masuk mulai jam dua siang, dimulai dengan rekaman celempung indung Kimung yang tak sempat direkam kemarin.

Kimung sendiri jauh lebih siap merekam pola celempungnya hari ini. Ia sudah mempersiapkan aransemen yang mengikuti pola dram “Sahabat – Alexandria.” Sepanjang pagi hari ia terus melatih pirigan dan aransemennya di sekolah sambil pembagian raport murid-muridnya. Pukul setengah tiga, Kimung mulai merekam celempungnya dengan arahan Byan. Tak banyak kendala dalam alur rekaman, hanya beberapa ketukan setengah di versi remix dram lagu ini yang membingungkan, terutama di bagian akhir lagu, di mana dram semakin rapat awalnya membingungkan penentuan pola dram yang akan diikuti. Selain itu, pola dram yang tidak lazim serta mengingatkan pada intensitas permainan dram triphop membuat musisi harus berkonsentrasi penuh untuk memainkan pola dram ini. Usai merekam pola dasar celempung, Kimung melengkapinya dengan merekam gong untuk melengkapi pola pirigan yang tersusun. Kimung selesai merekam celempung jam tiga sore dan segera diedit oleh Byan.

Menjelang sore, Karat segera berangkat ke Lapangan Brigif karena mereka dijadwalkan untuk gladi resik penampilan kolaborasi bersama Burgerkill, Koil, dan fadly di acara Revolve. Di Studio Masterplan kini tinggal Ki Amenk, Yuki, Ekek, dan okid yang merekam sesi alat tiup, serta karinding Ki Amenk. Jam sepuluh malam akhirnya sesi rekaman selesai dan mereka segera bergabung bersama Burgerkill, Koil, dan Fadly di Lapangan Brigif, Cimahi.

Cek tata suara kali ini diset untuk puncak pergelaran Revolve! yang rencananya ditutup oleh rangkaian penampilan Koil, Burgerkill dan akhirnya kolaborasi antara Burgerkill, Koil, Karat, dan Fadly Padi membawakan lagu “Tiga Titik Hitam” dan “We’re Not Gonna Take It”. Cek tata suara berlangsung mulus dengan dukungan para profesional di bidangnya.

All hail!

23 Desember, Jumat,

Panggung yang sangat spektakuler. Karat bermian bagus di panggung ini. Walau hanya satu lagu—memainkan “Tiga Titik Hitam”—bersama Burgerkill, Koil, dan fadly, namun ini adalah puncak dari acara dan sangat membanggakan berada di titik klimaks bersama musisi-musisi terbaik negeri ini.

Semua semakin ceria dan menggila di “We’re Not Gonna take It”, satu lagu ayng secara khusus dipersembahkan kepada Pak Herman yang selama ini membantu pergerakan musik Ujungberung Rebels.

 

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Peterpan, Pink Floyd, Au Revoir Simone, Burgerkill, Koil, Padi, Black Sabbath, Led Zeppelin

Books : Al Qur’an al Karim, Tan Malaka

Movies : Knight and Day, Hannah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s