JURNAL KARAT # 95, 18 November 2011, BERKARAT DI BELAKANGKU

Posted: November 26, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 95, 18 November 2011, BERKARAT DI BELAKANGKU

Oleh Jon 666

12 November, Sabtu, Okid dan Yuki di Panggung Sarasvati

Sabtu ini Okid dan Yuki bergabung tampil bersama Sarasvati di Dago Tea House.

14 November, Senin, Berkarat Di Belakangku Part 1

Ini hari pertama perubahan jadwal latihan Karat ke hari Senin dan Rabu. Agenda hari ini adalah penggarapan lagu Peterpan. Sebelamnya, pagi tadi Viki sudah mengabari jika Kang Noey, produser Peterpan akhirnya memutuskan jika lagu yang akan diisi oleh Karat adalah “Di Belakangku.” Kang Noey sendiri berjanji akan segera mengirimkan materi lagu kepada Karat melalui Viki. Sementara lagu belum sampai, Karat memutuskan untuk berlatih “Di Belakangku” dari versi asli lagu ini.

Lagu ini sangat bagus, seperti lazimnya lagu-lagu Peterpan. “Di Belakangku” ada di album soundtrack film Alexandria dan ini adalah lagu yang sangat kuat. Di lagu ini kita bisa mendengar totalitas teriakan Ariel. Musiknya sendiri sangat emosional dengan aransemen melodi yang indah. Beberapa kali mendengarkan, Karat masih bingung bagaimana menyusun aransemen yang baik untuk lagu ini. Hingga akhirnya Viki datang dengan membawa musik instrumental “Di Belakangku”, Karat masih juga bingungmembangun aransemen yang pas untuk lagu ini.

Di tengah latihan, Trah tiba kembali di Common Room setelah penampilan mereka di Singapura. Sambil beristirahat, Jimbot mencoba mengulik melodi “Di Belakangku” dengan permainan rebab. Tak kalah dengan instrument yang ada di lagu, aransemen rebab justru membuat nuansa lagu jadi semakin tajam dan jauh.

Di tengah latihan, datang Asep Nata membawa karinding towelnya yang segera dirubung oleh Karat. Dengan sabar Kang Asep menceritakan dan mengajarkan berbagai hal mengenai Karto—begitulah Karinding Towel kita singkat—dan kemungkinan-keungkinan waditra ini dimainkan bersama alat music lain. Karat terlihat sangat antusias belajar Karto, terutama Ki Amenk. Ia sangat bersemnagat karena dengan Karto banyak sekali teknik yang bisa dieksplorasi sehingga bisa meniru irama riff-riff gitar. “Carcass ge bisa dipaenkeun euy ku ieu mah hahaha,” ujar Ki Amenk sambil memainkan penggalan intro lagu “Necroticism Disgusting the Insalubrious.”

Hingga hari itu masih belum ada aransemen yang solid berkaitan dengan lagu “Di Belakangku.” Semoga hari Rabu aransemennya bisa terbentuk.

15 November, Selasa, Paperback Session & Kelas Celempung Pertama Sasa

Paperback secara bergerilya terus menggarap “Jimina.” Great psychedelic song! Sore ini juga jadi hari pertama kelas celempung Sasa di rumah Kimung.

16 November, Rabu, Double Talkin Jive : Berkarat Di Belakangku Part 2

Hari ke dua perubahan latihan Karat. Kali ini latihan dimulai jam dua siang sampai jam enam sore karena ruang tengah Common Room akan dipakai latihan Trah, sementara ruang-ruang yang lain juga dipakai aktivitas lain seperti latihan Paperback di ruang depan, Kelas Pelog di ruang pameran, dan latihan Laras di Studio.

Di kesempatan latihan kali ini, aransemen “Di Belakangku” sudah lumayan terbentuk. Diawali dari susunan aransemen suling Jimbot yang menggunakan dua suling Sunda dan Padang serta saluang dan serunai, Karat yang lain bagai terpacu. Pelan namun pasti Okid dan Kimung, tiga orang yang pertama kali datang muali menemukan betuknya. Dari seberang sana, Wisnu SMS jika ia dan Ki Amenk sedang terus mengulik pirigan-pirigan karinding untk “Di Belakangku.” Ketika akhirnya para pemain karinding dan Papay datang, aransemen semakin lama semakin baik. Karat menyudahi latihan sore itu karena jadwal bergulir ke latihan Trah.

Berikut adalah aransemen Karat yang dituliskan oleh Kimung, OKid, dan Jimbot berdasarkan musik dasar yang diberi Peterpan. Konsepnya berjudul “Berkarat Di Belakangku”, simak,

1 bar intro, gong tiup, gong celempung, suling sunda

1 bar verse 1 guitar, Karat All Blend

1 bar berse 2 violin, Karat All Blend

Bridge, saluang

1 bar refrain, Karat All Blend

1 bar verse 3, violin, Karat All Blend

1 bar verse 4, violin, Karat All Blend

Bridge, Karat All Blend

1 bar refrain, Karat All Blend

Coda Middle East & Europe Style : serunai, Karat All Blend

1 bar refrain, saluang

1 bar refrain ending, serunai, suling padang, Karat All Blend

18 November, Jumat, Paperback on Biz Music Talkshow

Hari ini Paperbak tampildi hadapan sekitar 30 aktivis music independen Bandung yang saling share mengenai bisnis musik. Penampilan yang tidak maksimal dari Paperback. Banyak yang harus diperbaiki ckckck…

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, The Doors, The Who, Janis Joplin, Peterpan,Keenan Nasution, Chrisye, Carcass, Entombed

Books : Al Qur’an al Karim,

Movies : Contagion

Quotes :

Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) ia berkata, “Inilah tuhanku.” Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, “Inilah tuhanku.” Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak member petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian ketika ia melihat matahari terbit dia berkata, “Inilah tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” (Q.S Al-An’am, 6 : 76-78)

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s