JURNAL KARAT # 91, 21 OKTOBER 2011, “JURNAL KARAT, KARINDING ATTACKS UJUNGBERUNG REBELS” RELEASES!!!

Posted: November 12, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 91, 21 OKTOBER 2011, “JURNAL KARAT, KARINDING ATTACKS UJUNGBERUNG REBELS” RELEASES!!!

Oleh Jon 666

15 Oktober, Sabtu

Yuki berinisiatif untuk belanja bambu yang akan digunakan sebagai artwork sekitar arena Gedung Kebudayaan di mana peluncuran buku akan digelar. Bambu sebanyak dua mobil Colt buntung dipesan dan sepertinya ini masih akan kurang. Rencananya bambu-bambu itu akan dibentuk menjadi kepala serigala sebagai gerbang arena, kujang besar, bebegig, dan  berbagai karya instalasi bambu lainnya si dalam dan sekitar arena.

16 Oktober, Minggu

Kimung, Hana, dan Atar melihat Gedung Kebudayaan, atau Gedung Amphiteater, tempat di mana rencananya peluncuran buku Jurnal Karat akan digelar. Tak dinyana ternayta di halaman Himsra UPI persiapan penggarapan artwork sudah mulai dilakukan. Yuki bahkan ada di sana langsung mengawasi kerja adik-adik angkatannya di seni rupa. Kiki dan Tonyo turut serta mendampingi Yuki di sana.

Sms-sms dari Popup :

Hatur nuhun undanganna lur, oks. Aya di ims jam sbrh lur? Kaver senen naek ctk, mantaps bahan isi sadayana Paper One 70gr, 06.22.21

Anu ieu mah saya taekeun kana mesin GTO Heidelberg Jermsn, sami sareng kaver Scumbag, 06.25.50

Ok n finishing di MQ press, was ningali platna sadaya alumunium, hell pokona J, 06.40.08

17 Oktober, Senin

Cover buku Jurnal Karat, Karinding Attack Ujungberung Rebels naik cetak! Bismillah…

18 Oktiber, Selasa

Ngumpul di Common Room. Kembali tak latihan, hanya mengobrol persiapan peluncuran buku Jurnal Karat dan konser tunggal Karat.

19 Oktober, Rabu, Latihan Karat, Sarasvati, dan Keenan Nasution di Jakarta

Hari ini Sarasvati dan Keenan Nasution berlatih di Jakarta. Sejak jam dua belas siang semua sudah berkumpul di Common Room, dan akhirnya, menggunakan bus Pemerintah Kabupaten Karawang, rombongan berangkat jam satu siang. Sampai Jakarta jam empat sore dan langsung menuju studio milik Zeke and the Popo di kawasan Panglima Polim. Studionya luar biasa dengan alat-alat yang berkualitas. Ruangannya sangat luas dan walau dingin oleh pendingan ruangan, memancarkan aura hangat. Mungkin karena lantai studio dibuat dari bahan berornamen kayu dan lampu-lampu ruangan yang klasik.

Jam lima sore Om Keenan tiba dan langsung bergabung latihan. Semua lagu yang dimainkan bersama Om Keenan dilatihkan. Ada beberapa perubahan nada dasar, namun semua berlangsung dengan lancar dan akrab. “Chopin Larung”, “Zamrud Khatulistiwa”, “Sendu” yang disambung “Oh I Knever Know” dilatihkan. Om Keenan juga sempat melakukan session bermain dram bersama Gembong, Akew, dan Dimas memainkan beberapa nomor klasik sebelum akhirnya berlatih dram “Story of Peter” di mana ia berencana berduel dram bersama Papay. Setelah melatih satu putaran lagu-lagu Sarasvati dan lima lagu yang akan dimainkan bersama Om Keenan, jam sembilan malam latihan akhirnya selesai.

Rombongan segera membereskan alat dan memasukkan ke dalam mobil. Jam sepuluh malam, bus sudah melesat kembali di jalanan menuju Bandung.

Besok hari yang penting : peluncuran buku JURNAL KARAT, KARINDING ATTACKS UJUNGBERUNG REBELS!

20 Oktober, Kamis, JURNAL KARAT KARINDING ATTACKS UJUNGBERUNG REBELS ON YER FACE!!!

Sejak jam satu siang Karat sudah berkumpul di Gedung Kebudayaan UPI. Suasana tampak semarak siang itu. acara peluncuran buku Jurnal Karat kebetulan bersamaan dengan dies natalis UPI. Walau digelar di kawasan yang berbeda, tak urung UPI ramai sekali hari itu. di Gedung Kebudayaan, persiapan dilakukan terus dilakukan. Karya- karya instalasi bambu sudah ditata berdasarkan rencana. Masuk arena gedung kita akan disambut instalasi bambu kepala serigala, kemudian kujang bersar dari anyaman bambu, disambut satu wall 6 x 3 meter berisi memorabilia “Roots, Rocks, Rebels Homeless Crew Ujungberung Rebels” karya Kimung dan artefak-artefak geliat literasi yang dibangun mengenai ranah musik bawahtanah : buku Tiga Angka Enam, Salamatahari, Sejarah Lokal Cianjur, Konsep dan Metode Sejarah Lisan, Myself Scumbag Beyond Life and Death, Narkomika, dan Memoar Melawan Lupa.

Memanjang ke pojok gedung ada stand rokok Pro Mild Djarum sebagai sponsor, meja pers conference, stand Kacimprinx Attack dan buku Jurnal Karat Karinding Attacks Ujungberung Rebels, stand kopi dan gorengan gratis, hingga stand minuman Mang Dadan Unpas yang lejat itu.

Di dalam gedung, suasana juga sudah terbagun. Panggung sudah selesai di tata dengan nuansa hitan dan gambar cetak desain buku Myself Scumbag Beyond Life and Death serta Memoar Melawan Lupa di sisi kiri dan kanan. Tinggal tulisan Jurnal karat yang sedang dipasang. Bebegig-bebegig juga sudah ada. Sementara tata karya instalasi terus disusun, Jimbot melakukan cek tata suara bersama para penari yang melakukan latihan menari mengiringi musik yang dibangun Jimbot. Gigi, Indra, Uwox, Mang tahu, Zemo, Viki tampak sibuk membantu mengatur segala hal berkaitan dengan tata panggung. Sementara itu, Ghera diminta Kimung untuk menjemput kedua orang tua Kimung di Ujungberung.

Jam setengah tiga, giliran Karat yang cek tata suara. Ada kendala dengan tata suara, mungkin di penataan letak monitor sehingga tak semua suara bisa terkontrol. Sementara itu, waktu sudah semakin sore, dan cek tata suara akhirnya dicukupkan. Acara siap digelar dan audiens sudah mulai berdatangan memenuhi arena dan pelataran gedung, termasuk papih dan mamih, ke dua orang tua Kimung, wakil wali kota Bandung Ayi Vivananda serta para protokolernya yang tampak duduk-duduk di kursi stand Pro Mild bersama Gio dan Ardi. Karat yang baru usai cek tata suara segera menemui Pak Ayi di halaman. Pak Herman dan Eben yang baru datang, segera menggabungkan diri.

Jam setengah empat, para audiens dipersilahkan untuk menempati arena Gedung Kebudayaan. Tak disangka, audiens yang datang begitu banyak hingga Gedung   Kebudayaan yang besar itu penuh ditempati. Dibuka oleh MC Sony Bebek, akhirnya acara dimulai dengan sepatah dua patah kata dari Ketua Himpunan mahasiswa Seni Rupa UPI, dan kemudian dari wakil walikota Bandung, Ayi Vivananda. Acara segera berlanjut ke “Bubuka” dari Syeh Jimbot dan Empat Penari serta pembacaan narasi yang impresif dari Man mengenai Kimung. benar-benar sebuah narasi eksprsif yang mengungkapkan sejarah hidup Kimung di titik-titik detil yang tak terduga hahaha…. Haturnuhun Mang Man!

Setelah itu, Presiden Republik Gaban didaulat untuk membacakan pidato kenegaraan Republik Gaban menyambut peluncuran buku Jurnal Karat, dilanjut dengan talkshow Eben Burgerkill dan El Presidente Bikers Brotherhood Budi Dalton yang dipandu moderator Gustaff H. Iskandar. Ini sebetulnya diluar skenario karena kesepakatan awal, pidato kenegaraan Presiden Republik Gaban dan Imam Besar The Panas Dalam serikat digelar setelah talkshow Budi Dalton dan Eben Burgerkill.

Namun acara tetap semarak! Karat tampil kemudian membawakan lagu “Lapar Ma!” dan “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan”, lalu diteruskan oleh pidato kenegaraan Imam Besar The Republik Panas Dalam Pidi Baiq Serikat, yang kemudian melakukan dialognya bersama Presiden Republik Gaban,El Presidente Budi Dalton, dan Pak Ayi Vivananda. Dialog ini merupakan pengantar menuju puncak acara, yaitu peluncuran buku Jurnal Karat.

Peluncuran diawali oleh naiknya sampul buku Jurnal Karat dari “bawah tanah” (bawah panggung) hingga panceg utuh, disusul oleh hadirnya Kimung yang dijemput oleh dua penari ke atas panggung menyerahkan buku kepada semua kepada Ayi Vivananda, Budi Dalton, Pidi baiq, Man Jasad, Eben, hingga akhirnya kepada Hana sang istri dan Mamih Papih, ayah dan ibunda Kimung. Saking gugup, Kimung lupa memanggil semua personil Karat, Himasra UPI, dan Abah Andris untuk ikut serta naik ke panggung. Setelah ucapan terima kasih, Kimung akhirnya menutup rangkaian peluncuran buku dengan, “Saya minta kepada kawan-kawan yang mendokumentasikan acara ini untuk memasang berbagai dokumentasinya yang bebas akses di internet. Dengan begitu banyak informasi mengenai karinding, maka karindign akan terus hidup di dalam masyarakat kita.”

Jam setengah enam, acara akhirnya ditutup oleh MC Sony Bebek dan audiens bubar dengan tertib. Beberapa membeli buku dan ikut bersantai sambil menyaksikan penandatanganan buku oleh Kimung.

Sehabis acara semua berkumpul di Common Room. Tahap ini sudah selesai, tinggal Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels kini yang harus dihajar.

Terima kasih semua…

21 Oktober, Jumat

Ang sukses kamari acarana edan pisan euy.. Bangga  ang. Sorry urang kamari beres acara ngobrol jeung barudak keudeung trus balik. Sukses terus tong eureun tutulisan..

Abah Andris, 15.56.25

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Euis Komariah, Darso, John Lennon, The Band of Gypsy, Chrisye, Keenan Nasution, Sarasvati, Eddie Vedder

Books : Al Qur’an al Karim,

Movies : Pink Floyd The Wall

Quotes :

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus semua kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam surge-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan  orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata,’Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. At-Tahrim, 66 : 8)

Sawelas, cahaya di salira.” (Bah Adung)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s