JURNAL KARAT # 82, 19 Agustus 2011, RENCANA G30S/PKI DAN KARINDING DI NAKSAH SUNDA KUNA “PENDAKIAN SRI AJNYANA”

Posted: August 23, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 82, 19 Agustus 2011, RENCANA G30S/PKI DAN KARINDING DI NAKSAH SUNDA KUNA “PENDAKIAN SRI AJNYANA”

Oleh Jon 666

13 Agustus, Sabtu, Panggung Penghormatan untuk Ginan Koesmayadi, Paperback in the House!

Ini cuplikan dari Jurnal Paperback mengenai penghormatan mereka kepada Ginan Koesmayadi yang telah menunaikan nazarnya dan Rumah Cemara yang telah berhasil menjadi utusan negri ini di kancah World Homeless Cup 2011. Simaklah,

“…Panggung ini adalah panggung penghormatan bagi Ginan Koesmayadi, yang sukses melakukan nazar berjalan kaki dari Bandung ke Jakarta karena akhirnya Rumah Cemara akhirnya tuntas mendapat dana untuk mewakili Indonesia di acara Homeless World Cup di Paris, September nanti. Sukses di sini bukan saja Ginan sudah berhasil sampai berjalan kaki dari Bandung ke Jakarta, namun sepanjang perjalanan, ia mengungkapkan dalam bincang-bincangnya sore itu, sudah mencapai pemahaman baru dalam hidup sepanjang perjalanannya. Semuanya ia bagi di forum dan itu memang patut untuk dihargai…”

Selengkapnya tentang panggung penghormatan Paperback terhadap Ginan dan Rumah Cemara bisa diikuti di link http://paperback666.tumblr.com/post/8997803721/13-agustus-sabtu-panggung-penghormatan-untuk-ginan

15 Agustus, Senin, Paperback’s Blues Menuju Negara Gagal, Jus WB, Jimina, Balada Istri Ke Dua

Dalam sesi latihan Senin ini, Paperback mulai menggarap lagu-lagu terbaru mereka, “Blues Menuju Negara Gagal”, “Jus WB”, “Jimina”, dan “Balada Istri Ke Dua”. Proses penggarapan lagu-lagu ini bisa diikuti di link http://paperback666.tumblr.com/post/8997817011/15-agustus-senin-paperbacks-blues-menuju-negara

16 Agustus, Selasa, Jurnal Karat G30S/PKI bersama Mas Trie dan Boit

Sore itu Kimung, Zia, Sasa, dan Hadi berkumpul di Common Room untuk membicarakan rencana buka bersama Kekar. Disepakati buka bersama hari Jumat karena hari Kamis, Common Room dipakai workshop. Setiap yang akan ikut buka diharapkan membawa beras secangkir dan patungan uang lima belas ribu rupiah perorang.Beras dan uang dikumpulkan hari Kamis di Zia, Sasa, dan Hadi, agar hari Jumatnya sejak siang sudah siap dimasak bersama-sama dalam liliwetan yang lezat!

Sehabis pertemuan, Kimung dan hadi jalan-jalan sore ke Chronic Rock dan kemduian ke Omuniuum untuk membicarakan perilisan buku Jurnal Karat. Menurut Mas Tri dan Boit, sebaiknya rencana perilisan cetak menurut pesanan bisa mulai dilakukan efektifnya seminggu setelah lebaran, namun harus diperhatikan juga peluncuran buku ini karena mau tidak mau peluncuran buku yang impresif memang menjadi awal yang baik bagi penjualan sebuah buku. Mas Tri dan Boit juga menekankan pentingnya tata artistik sampul buku yang baik sehingga menarik orang untuk membeli. Myself : Scumbag dianggap sebagai sampul yang sangat menjual, sementara Memaoar Melawan Lupa masih kurang dari sisi komersil. Untuk Jurnal Karat mereka meminta untuk lebih diperhatikan lagi sisi jualannya.

Akhirnya disepakati peluncuran buku akan dilakukan 30 September 2011 dengan kata sandi G30S/PKI, sementara pemesanan buku bisa dibuka sejak tanggal 10 September 2011. Saat peluncuran harus diupayakan sudah siap minimal 100 buku untuk para pemesan yang kemudian akan diupdate terus sepanjang banyaknya pemesanan. Sementara itu sepanjang Ramadhan ini diharapkan tata perwajahan buku Jurnal karat yang digarap secara gerilya oleh Popup sudah bisa diselesaikan. Untuk sementara ini kanal pemesanan bisa dilakukan kepada Boit (Omuniuum), Okid (Rottrevore Remains), Viki (Kahoot/Common Room), dan Fery (Chronic Rock).

Hajar terus jalanan!

17 Agustus, Rabu,

Saling bertukar kabar dengan Viki Rascal setelah ia memberikan demo Karat lagu “Burial Buncelik” kepada salah satu promotor pertunjukan musik yang di kesempatan sebelumnya mengundang Bottle Smoker untuk manggung di Malaysia. Berikut cuplikan chat Viki di Facebook, “Kamari teh aya baturan na Bottle Smoker ti Malaysia, mereka nu ngundang Bottle Smoker jeung Efek Rumah Kaca manggung di Malaysia. Melihat aya peluang, saya segera bikin demo buat mereka meski packejing na biasa-biasa da ngadadak pisan apal na. Kamari ge sempet ngadeskripsikeun demo-demo nu saya berikan ka mereka dan mereka cukup tertarik dengan si Karat. Saya cerita jam terbang si Karat dan takjub ketika diceritakeun si Karat pernah maen jeung BK di MTV, juga panggung-panggung Sakarat. Awalna mereka masih nganggap si karat masih ekspolari, tapi ku saya dibilang si Karat dalam waktu dekat akan mengeluarkan album, jadi anggapan mereka langsung diralat.

Viki juga menegaskan, ia mulai membuka komunkasi dengan berbagai kanal musik metal dunia seperti Mayhem Festival, Nuclear Blast, Epitaph Records, juga Xl Record yang menaungi Radiohead dan Sigur Ros. Lebih jauh Kimung juga meminta Viki untuk juga membuka komunikasi dengan jaringan komunitas World Music dunia, termasuk juga Big Days Out dan beberapa festival musik lainnya. kanal yang dibuat Viki untuk berkomunikasi ia rancang di twitter @rascalMovement.

Buka bersama Kekar berubah waktunya jadi hari Kamis karena bentuknya tak lagi papasakan dan liliwetan, tapi botram bawa bekal sendiri-sendiri dari rumah. Karena bentuk yang fleksibel ini juga, tempat menjadi mudah. Jika Common Room ternayta tak memungkinkan, mungkin buka bersama bisa digelar di taman-taman sekitar Common Room seperti Taman Cikapayang atau Taman Ganesha. Semangat dan optimis selalu lah pokoknya!

18 Agustus, Kamis, Buka Bersama Kekar serta Paperback’s “Labyrinth of Coral Caves”, “Everything’s Green in Submarine”, “Bru Di Juru”, dan “Satu Lagu Tanpa Judul”

Sore ini adalah waktunya buka bersama Kelas Karinding dan Paperback juga tentu saja hadir menyemarakkan suasana bersama band-band lain seKekaran, Riots, Flava Madrim, dan Laras. Jam empat sore, Ayi, Kimung, Zemo, dan beberapa kawan lain tampak kongkow sambil bermain gitar dan celempungan diberanda depan Common Room. Suasana tampak meriah dengan bukanya toko Kahot menggantikan Gilda Shop satu hari sebelumnya. Sambil menunggu berbuka, lagu-lagu The Beatles dimainkan oleh Ayi, Kimung, Zemo, diiringi karinding Vera Laras. Tampak personil Flava yang hadir sore itu Sasa, Selvi, Nana, Teh Yanti, Pricil, dan Zahra juga ikut menikmati senja ini.

Ikuti suasana sore itu, penggarapan lagu-lagu terbaru Paperback, serta latihan Laras d pirigan tonggeret dan aplikasinya dalam berbagai tipe lagu di jurnal Paperback di link http://paperback666.tumblr.com/post/9273123923/18-agustus-2011-paperbacks-labyrinth-of-coral

Sayang Karat tak semua hadir di acara itu. Hanya Kimung, Jimbot, Hendra, Wisnu, dan Yuki yang hadir. Okid datang malam hari, Man berangkat ke Jakarta, Ki Amenk tak ada kabar.

Oh how we miss Karat…

19 Agustus, Jumat, Karinding dalam Naskah Perjalanan Sri Ajnyana

Empat personil Karat, Man, Hendra, Papay, dan Jimbot diundang oleh Agung Guitar Course (AGC) untuk berkolaborasi bersama Agung Burgerkill, Akew Beside, dan Gangan Forgotten dalam acara Art of Motion, Live Accoustic Ngabuburit, dalam pamflet acara mereka, memakai nama “Man Jasad Bersama Pasukan Karinding”. Kolaborasi ini akan digelar tanggal 25 Agustus  2011 di Dago Plaza. Tampil juga dalam acara itu Risa Saraswati yang kini tampil bersama musisi angklung dan band Balum. Man dan Risa juga diagendakan tampil sebagai pembicara di bagian talkshow acara ini.

Sementara itu, dalam acara buka bersama di Omuniuum Ojel memberikan buku Tiga Pesona Sunda Kuna karya J. Noorduyn dan A Teeuw (Pustaka Jaya, Mei 2009) kepada Kimung. Dalam buku yang memuat tiga naskah kesusastraan Sunda Kuna, “Para Putera Rama dan Rawana”, “Pendakian Sri Ajnyana”, dan “Kisah Bujangga Manik, Jejak Langkah Peziarah” tersebut, nama karinding tercantum dalam naskah “Pendakian Sri Ajnyana”.

Kisah ini menceritakan perjalanan Sri Ajnyana yang turun dari kahyangan demi mencari kesejatian hidup yang hakiki. Untuk itu Sri Ajnyana mesti menghindari segala pesona beragam bentuk keindahan dan kesenangan duniawi. Hanya dengan mengendalikan raga dan menahan segala hasrat dia akan merasa nyaman dan ringan; itulah yang dimaksud denga terbebas dari ketidaksempurnaan. Sri Ajnyana harus mengikuti ’lima cara suci’ (sanghiang pancamerga) untuk mendalami ‘rahasia bertapa’ (sandi tapa) dan mencari ‘inti pengetahuan’ (sari ning ajnyana). Kemudian dia akan menemukan ‘langit tertinggi’ dan pada akhirnya ‘kembali ke azali’ serta mencapai ‘inti ketiadaan’ (jati tan hana).

Kisah ini adalah kisah ajaran keagamaan yang dienas dalam tulisan sastra. Karinding sendiri tercantum dalam baris ke 833, disebutkan bersama waditra kacapi, giwang yang bercahaya, giringsing, dan selimut yang ada di kahyangan tempat tinggal Puah Aci Kuning, salah seorang wanita kahyangan yang mengajari Sri Ajnyana nilai-nilai kebenaran hakiki. Di baris 833 itu disebutkan karinding terselip di pago sanding atau palang dada. Karinding dalam Pendakian Sri Ajnyana ini disebutkan dalam sesi ketika Puah Aci Kuning menguji keteguhan hati Sri Ajnyana dengan menggodanya untuk berhubungan badan di kamarnya. Di kamarnya yang sangat indah itulah karinding berada. Berikut cuplikan naskahnya,

…na maněh sang Sri Ajnyana, ěnam ka bumi kancana. Dicokot leungeun ti kěnca, tuluy dijayak dibaan, asup ka bumi kancana, ka na měru tumapk sanga, tihang omas jati rupa, hateupna sarba kancana, disarěan pirak Cina, dideudeul ku pirak putih, imah maneuh dikarancang. Warnana ukir-ukiran, dirěka ditiru kembang, ruana hěrang ngalěnggang, gumilang lumarap-larap. Kadi/sekar pamajaan, /18v/ruana bumi kancana. Saasup ka inyana u(ng)gahing ka manggung ranjang, na ka ranjang tujuh tumpang. Ranjang ta ditihang omas, beunang ngarancang ku mirah, disarěan omas ngora, dijeujeutan omas Cina, diwatonan mirah hi(n)ten, diturub ku pirak putih, beunang ngusap ku harěmas. Halanghang kasangna laka, manjeti beunang marapa, kampuh alus diharěmas, kasang tujuh kali nyingkab, di tengah lingar parade, rangkepna ma(n)jeti kembang. Kula(m)buna laka ngora, beunang numpal ku harěmas, wulung ditu(m)pal parade, beunang ngadupa ku pahat. Ruum/(m)inging ganda wangi,/19r/malabar di manggung ranjang. Gumelarna tikar pahat, tikar seungit lambar lungsir, angel dipopokan omas, ělong panjang di tunjangeun, hurung subang ti hulueun, kacapi ti kajuaran, kari(n)ding di pago sanding, giringsing di pagulingan, deung ka(m)puh pamarungkutan, boěh rea di sampayan, boěh ěndah sarba warna, na bo(ěh) larang sagala. Saur Puah Aci Kuning : ‘Na maneh sang Sri Ajnyana, lamun hayang rampěs pakě, ěta boěh di sampayan, inya rampěs inya pakě. Geura u(ng)gah ka ranjang.’

Diterjemahkan oleh Noorduyn,

“…Kamu Sri Ajnyana, pergilah ke bumi kencana. Ambillah dengan tangan kiri, lalu bawalah masuk ke bumi kencana dengan pagoda bersusun sembilam, bertiang emas murni, seluruh atapnya dari emas, dengan lantai perak Cina, ditopang oleh perak putih, bangunan kokoh diterawang. Dihiasi macam-macam ukiran, dibuat motif bunga, terlihat bersih dan bersinar, bercahaya gemerlapan, bagaikan sekar pamajan, terlihatnya bumi kencana. Setelah saya masuk ke sana, saya naik ke kamar tidur, kamar tidur tujuh lapis. Kamar tidur bertiang emas, diterawang memakai mirah, dengan lantai dari emas muda, sambungannya emas Cina, dilengkapi dengan mirah dan intan, ditutup dengan perak putih, diolesi lapisan ayng berkilat dengan tirai dan laka, manjeti dihiasi prada, selimut halus dihiasi benang emas, tirai tujuh kali membuka, di tengah limar dihiasi prada dilapisi manjeti berbunga. Berkelambu dari kain laka, dengan tumpal lapisan emas, warna biru tua diberi tumpal prada, diasapi dengan pahat, harum wangi baunya, semerbak di atas tempat tidur. Tikar pahat dibentangkan, tikar wangi pinggirannya sutra, bantal diberi tempelan emas, kantong panjang di ujung kaki, giwang bercahaya, di ujung kepala, kecapi di dekat tempat tidur, karinding di pago sanding (palang dada), giringsing di atas tempat tidur, dan selimut, banyak pakaian bergantungan di rak, baju yang indah, beraneka warna, juga ada pakaian suci. Puah Aci Kuning berkata : Kamu Sri Ajnyana, jika kamu ingin memakai baju ayng bergantung itu, silahkan pakai. Cepatlah naik ke tempat tidur.’

Selengkapnya mengenai karinding, Puah Aci Kuning, dan Sri Ajnyana akan ditulis dalam essay khusus oleh Kimung setlah ia berkonsultasi dengan ahli naskah kuna, Sinta Ridwan dan Ojel Krojel. Ojel pertama memberikan informasi mengenai keberadaan kata karinding di naskah Sunda Kuna ini juga menandaskan jika Sinta lah yang pertama kali menemukan kata karinding dalam naskah “Pendakian Sri Ajnyana” ini.

Semoga secepatnya naskah ini bisa dibedah. Hajar hajar hajar!!!

Malamnya, Man Jasad Bersama Pasukan Karinding berlatih di rumah Agung di Ujungberung. papay menuturkan latihan ini masih dalam taraf menyusun bagan-bagan lagu yang akan dimainkan. Lagu yang dimainkan rencananya adalah salah satu lagu The Beatles, salah satu lagu Sarasvati, dan lagu Karat. Kabar terbaru mengenai projek ini segera diperbaharui oleh Jon oks!

10 PLAYLISTS JON 666 : Tarawangsa, Pearl Jam, Pink Floyd, Iwan Fals, Nicfit, Smashing Pumpkins, Peterpan, Sade, Nine Inch Nails, Sex Pistols

BOOKS : Sunda Sejarah, Budaya, dan Politik karya Reiza D. Dienaputra, Tiga Pesona Sunda Kuna karya J. Noorduyn dan A. Teeuw

MOVIES : Kill Bill 1 & 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s