JURNAL KARAT # 81, 12 Agustus 2011, Tata Perwajahan Buku Jurnal Karat Dirobah!

Posted: August 17, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 81, 12 Agustus 2011, Tata Perwajahan Buku Jurnal Karat Dirobah!

Oleh Jon 666

8 Agustus, Senin, Rekaman diundur sampai Lebaran

Kabar dari Inu datang. Studio Massive telah disewa sebulan penuh selama Ramadhan oleh Pure Saturday sehingga Karat terpaksa harus menunggu sampai setelah Lebaran untuk merekam sesi terakhir lagu-lagu mereka, “Bubuka”, “Lagu Perang”, dan “Kawih Pati”.

9 Agustus, Selasa Criaww, Session Karat di Common Room, Michelle & Lana Bye Day

Akhirnya Karat dalam format utuh berkumpul kembali. Pukul tujuh malam itu di Common Room, suasana ramai karena malam itu malam perpisahan Lana dan Michelle yang akan kembali ke Florida. Awalnya Lana berencana melakukan session bersama Paperback dan Karat, di mana ia akan bermain kibor mengisi lagu-lagu Paperback dan karat. Namun karena satu dan lain hal, Lana tak jadi bermain kibor di sesi ini. Namun ia sempat mengisi celempung renteng di lagu “Bubuka”, “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”, “Burial Buncelik”, dan “Dadangos Bagong” sebelum akhirnya Papay tiba. Lana yang memang memiliki rasa musikalitas yang juga terasah baik dapat dengan cepat menyesuaikan diri bermain renteng di Karat. ia mampu memberikan ketukan-ketukan yang mengisi duet celempung indung-anak, Kimung dan Hendra. Dengan banyak latihan, Lana akan semakin terampil memainkan waditra ini. Karat sempat melatihkan lagu baru “Disko Pemberontakan”. Namun karena masih sangat asing dengan poa permainan karinding dan tata vokal yang tersusun, Karat memutuskan untuk menunda penggarapan lagu ini malam itu.

Setelah Papay datang, latihan diteruskan. Ada sedikit kegamangan di lagu “Yaro Tahes” sehingga Karat harus mengulang hingga enam kali lagu ini. Kegamangan ayng sama juga ada di “Kawih Pati” sehingga lagu ini menjadi sangat lama dimainkan dan tiga celempung Kimung, Hendra, dan Papay kesulitan menarik ulur tempo permainan mereka ke dalam pola yang mengalir dari lambat ke cepat. Setelah dua kali putaran “Kawih Pati”, Karat memutuskan untuk mengakhiri latihan hari itu karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

10 Agustus, Rabu, Paperback akan manggung di acara Ngabuburit Rumah Cemara

Kabar Paperback akan manggung di acara ngabuburit Rumah Cemara beredar. Kimung mengaransemen lirik “Mari Sembunyi di Singapura” untuk musik terbaru ciptaan Ayi.

11 Agustus, Kamis, Tata Perwajahan Buku Jurnal Karat Dirubah karena Sistem Print on Demand

Karena akhirnya Minor Books memutuskan untuk menerbitkan buku Jurnal Karat, Karinding Attack Ujungberung Rebels  secara print on demand—cetak berdasarkan jumlah pemesanan—maka format buku yang asalnya didesain lebih ngepop—ukuran lebarnya lebih kecil satu senti dari format A5—harus dirubah ke dalam ukuran A5 agar menyiasati harga pokok produksi. Popup juga akan mengupayakan tata perwajahan yang lebih efektif dengan mengurangi besaran font judul bab dan menarik kerenggangan tata kalimat dalam paragraf sehingga bisa megefektifkan halaman. Popup mengungkapkan ia akan mengupayakan tebal buku ini hingga 400 halaman. Hingga hari Kamis ini tebal halaman Jurnal Karat hingga edisi 72 sudah mencapai 451 halaman. Dengan perubahan ukuran kertas dan efektivitas penataan di sana-sini semoga bisa merapatkan halaman buku ini. Semoga menjelang lebaran, Jurnal Karat sudah fiks dan sudah bisa mulai dipesan. Amiin.

12 Agustus, Jumat, Sesi Latihan Laras

Karat tak jadi latihan malam ini. Kimung lalu menggunakan waktu luang ini untuk mendampingi Laras berlatih. Usai itu giliran Paperback yang berlatih untuk persiapan panggung mereka Sabtu, 13 Agustus 2011, di acara ngadongeng Mang Ginan Koesmayadi yang jalan kaki dari Bandung ke Jakarta sambil berkampanye bela ODHA dan pengguna Napza, sekaligus nazar bila dapat dukungan untuk mewakili tim Indonesia di Homeless World Cup 2011 di Paris nanti. Di acara ini juga ada ngadongeng dari Mang Ginan tentang Homeless World Cup yang akan segera mereka jajal yang ditutup dengan buka bersama dan penampilan Paperback. Ini adalah panggung penghormatan khusus Paperback, Karat, Ujungberung Rebels, serta komunitas karinding kepada Mang Ginan dan Rumah Cemara.

Kisah detil Jumat Kramat dan Sabtu Sahur ini bisa diikuti di Jurnal Paperback, http://paperback666.tumblr.com/post/8833350078/aug-13-02-31-zimina-play-with-us-woyoy-mari-mrapats.

Happy Happy Joy Joy I luv Ya Cee Cee Devil ^^

10 PLAYLISTS JON 666 : Tarawangsa, Peterpan, Cranberries, Reverb n Revolver, Jimi Hendrix, Smashing Pumpkin, Sonic Youth, Nirvana, Hole, Jewel

BOOKS : The Bandung Connection, Sunda karya Roeslan Abdulgani, Sejarah, Budaya, dan Politik karya Reiza D. Dienaputra

MOVIES : Transformer Dark of The Moon, Mercury Rising, The Outlander,

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s