JURNAL KARAT # 76, 8 Juli 2011, Karat’s Massive Recording Session # 9 : Rekaman Alat Tiup dan Konser Resital Kekas Karinding

Posted: August 17, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 76, 8 Juli 2011, Karat’s Massive Recording Session # 9 : Rekaman Alat Tiup dan Konser Resital Kekas Karinding

Oleh Jon 666

3 Juli, Minggu, Karinding Session di Gunung Manglayang

Kegiatan botram di Gunung Manglayang ini adalah kali ke tiga digelar oleh Common Room. Sekitar lima puluh kawan-kawan yang biasa beraktivitas di Common Room ikut dalam kegiatan ini, termasuk anak-anak karinding. Tampak Wisnu, Hendra, dan Kimung dari Karat dan Paperback, Zia dari Laras, Sasa, Nana, dan Zahra dari Flava ikut serta sebagai perwakilan dari Kekar. Sayang anak-anak Kekar yang lain masih belum bisa dikoordinasi dengan baik. Semoga tahun depan, semua Kekar bisa ikut serta dalam acara ini.

Para musisi ini kembali melakukan session tatabeuhan di Gunung Manglayang seperti dua tahun sebelumnya. Kali ini Viki, Arief, Lana, dan Michelle sempat bergabung memainkan beberapa lagu The Beatles yang walau pun canggung namun sukses dimainkan.

Mari kawan-kawan merapat kita botram lagi tahun depan!

4 Juli, Senin, Latihan Kawat sesi 2 dan Paperback

Sore itu Kawat berkumpul di Common Room untuk semakin memantapkan permianan mereka. Sementara Kawat berkumpul di pelataran Common Room, Paperback menggeber latihan lagu-lagu The Beatles dan tiga lagu mereka, “Piquette”, “3 Days”, dan “Kelas rakyat” di ruang dalam Common Room.

Malam itu Kawat memutuskan untuk mengganti nama mereka menjadi Laras. Nama yang sangat indah!

5 Juli, Selasa, Massive Recording Session # 9 : Rekaman Alat Tiup

Ini catatan Kimung dan Yuki mengenai rekaman Karat di Studio Massive sesi alat tiup, simaklah,

11.10, Jimbot dan Okid merekam “Gerbang Kerajaan Serigala”, awalnya dilangsungkan berdua, namun ternyata karena ada beberapa hal detil yang lolos, Inu memutuskan untuk memisahkan ke duanya. Sesi pertama dilakukan rekaman gong tiup Okid.

13.00, Gong tiup “Lapar Ma!”

13.40, BREAK!

14.20, Gong tiup “Sia Sia Asa Aing”

14.42, Gong tiup “Washed”, namun Okid memutuskan untuk tidak jadi mengisi gong tiup di lagu ini.

14.50, Gong tiup “Maap!” Dengan patokan mirip gong tiup di rekaman panduan.

14.55, Gong tiup “Yaro Tahes”

16.15, Suling “Gerbang Kerajaan Serigala”, setelah dicoba beberapa kali akhirnya dilewat dulu karena tak juga ketemu bagaimana pola mengisi lagu ini.

16.35, Suling “Maap!”

16.42, Suling “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”

16.55 Suling “Sia Sia Asa Aing”, namun kembali dilewat karena tak ada pola baku bagaimana Jimbot mengisi suling di lagu ini. Yang ada Jimbot memainkan full improvisasi dan menurut Karat dan juga Inu permainannya terlalu balatak. Sia Sia Asa Aing akhirnya dilewat sementara.

19.23, Suling “Lapar Ma!” oleh Yuki

20.20, Suling “Sia Sia Asa Aing” kembali dimainkan Jimbot dan kali ini pola sudah semakin terbentuk.

20.50, Suling “Washed”

21.00, Suling “Dadangos Bagong” oleh Okid dan Jimbot. Okid merekam duluan dan kemudian suling tribal Okid disahuti oleh permainan ciamik Jimbot.

21.42, Suling “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”

21.50, Suling “Gerbang Kerajaan Serigala”, pola suling Jimbot dulu, setelah itu pola suling Yuki direkam. Jimbot akhirnya memiankan pola semi tradisional yang dimainkan di setiap jeda vokal, sementara Yuki memainkan pola-pola sumir yang dimainkan sekelebat-sekelebat untuk membangun nuansa kelam berdasarkan permianan suling Jimbot.

23.00 rekaman berakhir dan bersambung ke sesi berikutnya, rekaman vokal latar.

6 Juli, Rabu, “Lagu Yang Terempas” dan “Street of the Dead” Dirumuskan

Kimung menulis lirik dan dasar music untuk lagu “Yang Terempas” dan “Street of the Dead”. Polanya mulai mendua agar bisa dimainkan oleh Karat atau Paperback.

7 Juli, Kamis, Resital Kelas Karinding

Resital dibuka oleh penampilan ciamik dari Kramat yang kini beranggotakan Indra (karinding), Abang (kendang), Firman (suling dan celempung), Etza (gitar, vocal), Gustus (gitar), Aid (bass), dan Mahesa (jimbe). Kramat yang kini bermarkas di Ledeng ini berturut0turut memainkan lagu-lagu “Vaisakha”, “Death Note”, “Good Bye”—lagu milik band Jepang, Toe, ini dimainkan dengan sangat apik! Mantap!—dan ditutup oleh “Collapse”.

Penampilan Kramat lalu disambung oleh kelas ke dua Kekar, yang kini bertransformasi menjadi band Karinding Merinding. Mereka kini adalah Egi (vokal dan suling), Arief (karinding), Imam (karinding), Robbi (karinding), Reza (karinding), Arli (celempung), Prendi (celempung), dan Fikri (karinding). Karinding Merinding yang kini bermarkas di Jatinangor ini berturut-turut membawakan lagu sendiri “Noise”, “Nyunda Nepi Kolot”, “Sang Birokrat”, dan “Nagara Urang Indonesia”.

Selanjutnya kini Laras naik panggung. Band yang baru terbentuk semakin solid sekitar empat hari ini tampil dengan formasi Shifra (vokal dan gitar), Mitha (karinding dan harmonika), Zia (celempung renteng), Sarie (celempung), Wija (gong tiup), Asti (karinding), dan Trica (karinding). mereka membawakan dua lagu saja, keduanya merupakan jomor dari Cranberries, yaitu “Linger” dan “Dream”.

Flava tampil berikutnya. Setelah ditinggal sang vokalis, Flava kini adalah Nana (suling, gong tiup, dan vocal), Teh Yanti (gong tiup, karinding), Bella (karinding), Syifa (karinding), Pricil (karinding), Zamilah (karinding), Sasa (celempung), Selvi (celempung), dan Widya (celempung renteng). Malam itu dengan apik Flava memainkan “Bubuka”, “Bulan Tok”, “Just dance – Chaiyya Chaiyya”, “Perjalanan” yang menampilkan Ayi Sonic Torment, dan ditutup oleh lagu sendiri “Sakola”. Aplus panjang menutup permainan Flava.

Paperback kini yang bersiap di panggung. Minus gitaris David yang berhalangan hadir, band ini hanya digawangi Ayi (gitar), Zemo (vokal), Kimung (celempung renteng), Wisnu (karinding), dan Hendra (celempung, karinding). Ketiadaan gitar David sangat terasa bagi Paperback yang malam itu menggeber lagu-lagu “I Should Known Better”, “Till There Was You”, “Michelle”, When I’m 64”, “Piquette”, dan “3 Days”.

Ahirnya recital ini ditutup dengan penampilan yang sangat baik dari lulusan Kekar tahun ini, Karinding Riot.

Downward the Spiral!

10 PLAYLISTS JON 666 : Tarawangsa, The Beatles, Nicfit, Reverb n Revolver, Burgerkill, Pearl Jam, Nine Inch Nails, Einsturzende Neubauten, Scorn, Jesu

BOOKS : Naskah buku Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels by Kimung

MOVIES : Ben, film-film documenter Karinding Attack

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s