JURNAL KARAT # 74, 24 JUNI 2011, Sakarat di Maranatha, Silaturahmi BB V, Flava & Riots di IMTV, dan Evaluasi Lagu-lagu Karat

Posted: August 17, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 74, 24 JUNI 2011, Sakarat di Maranatha, Silaturahmi BB V, Flava & Riots di IMTV, dan Evaluasi Lagu-lagu Karat

Oleh Jon 666

18 Juni, Sabtu, Sakarat di Yosimfonesi Maranatha

Foto-foto hasil retouch Mang Tahu untuk buku Jurnal Karat sudah selesai dan ditambah pigura di grafisnya. Sebuah retouch yang sangat bagus Mang tahu, mantaps! Di sela-sela waktu sebelum Karat berangkat ke Universitas Marantha untuk bermain bersama sarasvati, Mang Tahu menyerahkan data-data tersebut kepada Kimung.

Pukul setengah delapan malam, Karat, kru, dan sarasvati sudah tiba di Maranatha. Mereka segera menempati ruangan artis di lantai empat gedung kuliah sebelum akhirnya naik panggung pukul Sembilan malam di jadwal, sekaligus menutup acara yang bertajuk Yosimfonesia ini. Sambil pemanasan dan bersiap-siap, sarasvati meinta Karat untuk bernyanyi bersama di lagu baru sarasvati, “Aku dan Buih”. Liriknya yang menawan ditulis Risa, “Oh canting menari dengan rapuh di atas kain kelabu, tertulis dengan jenuh, … “

Jam sepuluh lebih, akhirnya Sarasvati dan Karat dipanggil ke atas panggung untuk tampil, usai penampilan dari 100% yang sangat enerjik. Set panggung dan tata lagu sangat berbau Mancawarna dengan aransemen musik yang juga serupa. Hanya di beberapa tempat yang beda, misalnya dengan mainnya Karat di lagu “Cut and Paste” dan tidak bermain di lagu “Perjalanan” dan “Oh I Never Know”. Beberapa sesi di tiap lagu juga diaransemen ulang untuk hasil yang lebih pas.

Sarasvati dan Karat—Sakarat—tampil total. Dibuka dengan “Bubuka” dari Karat, “Melati Putih” yang menampilkan tarian yang indah, dilanjut dengan kolaborasi di lagu “Fighting Club”, “Cut and Paste”, “Wuestion”, “Oh I Never Know”, “Perjalanan”, di mana Risa turun panggung dan bernyanyi bersama penonton, “Bilur” yang menampilkan aksi teatrikal yang apik antara Angkuy Bottle Smoker, Ambu Ida, dan Juju si Info Jurig, dilanjut dengan “Aku dan Buih” di mana semua musisi di atas panggung bernyanyi intro sambil Risa memperkenalkan para personil, dan ditutup oleh “Story of Peter” yang memang menjadi benang merah dari keseluruhan konser ini.

Ini adalah konser pertama Sakarat setelah konser tunggal Mancawarna Sarasvati. Rasa kangen yang terselip di Karat kepada Sarasvati mewarnai konser ini. Senang sekali kembali bertemu denganmu Sarasvati, mari hajar panggung-panggung yang lain!

19 Juni, Minggu, Silaturahmi Bandung Berisik V

Minggu siang, Common Room ramai sekali. Anak-anak Ujungberung Rebels terutama yang secara aktif menggelar Bandung Berisik V (BB V) tampak hadir. Suasana akrab kekeluargaan sangat kental terasa, seperti biasanya ketika anak-anak Ujungberung Rebels berkumpul. Para personil Karat tampak hadir juga di acara sukuran itu. Walau tak manggung sebagai bintang utama, Karat manggung berkolaborasi dengan Gugat dan hamper semua personil Karat juga manggung dengan bandnya masing-masing. Malamnya, Okid janjian dengan Inu, menyalin data hasil rekaman Karat di Studio Massive sebagai bahan evaluasi untuk rekaman sesi selanjutnya.

20 Juni, Senin

Man, Kimung, dan Vindy ke Remains untuk menyalin data hasil rekaman Karat di Okid. Semua mendengar hasil rekaman delapan lagu tersebut di Remains.

23 Juni, Kamis, Kongkows Karat, Riots & Karmila

Hari itu, Riots manggung di … Sepulang manggung, Hadi dan Bombom nongkrong di Common Room. Tak lama kemudian, Kimung bergabung mengobrol. Menjelang sore, datang Badilz, Jimbot, dan kawan-kawan Bandung Oral History ikut bergabung. Bersama Jimbot, Kimung membayangkan format Karat di masa depan dengan penambahan beberapa instrumen baru untuk menunjang format music yang lebih kompleks. Beberapa instrumen seperti arumba, kendang, rebab dan tarawangsa, celempung melodi, kohkol mini, gong, dan instrumen-instrumen lain yang sekiranya bisa mendukung Karat dibicarakan sore itu. Kimung juga menceritakan bahwa ia meminta Yuki untuk mempelajari pola-pola permainan alat tiup di music jazz tahun 1930an untuk diaplikasikan melalui waditra toleat, suling, atau terompet kendang penca.

24 Juni, Jumat, Syuting Flava & Riots untuk IMTV dan Evaluasi Lagu-lagu Karat

Jumat pagi yang cerah. Sejak jam sembilan pagi, Common Room sudah ramai oleh para personil Flava dan Riots yang akan syuting untuk program perdana IMTV yang bertajuk Komunitas. Jam sepuluh pagi, syuting akhirnya dimulai. Dipandu oleh host cantik, Astri, syuting berjalan lancar. Man dan Hendra sebagai guru karinding di Kekar ditampilkan membawa acara juga mendampingi Astri. Selain bincang-bincang mengenai Kelas Karinding, beberapa lagu digelar dalam syuting itu, lagu “Sakola”, “Just Dance”, “Bulan Tok”, hingga “Perjalanan” yang mengundang tamu Ayi gitaris Sonic Torment dan Paperback bergabung bersama para remaja ini. Sayang, yang terlupa di syuting ini adalah Riots tidak sama sekali memainkan lagunya.

Sementara syuting berlangsung, Mang Tahu mengabari Kimung bahwa retouch foto Karat tarian “Hampura Ma II”, sesi rekaman di Kawe, dan sesi rekaman di Studio Massive sudah selesai dilakukan. Sambil memperlihatkan hasilnya, ia menyalinkan data-data tersebut kepada Kimung. Kimung sendiri mendokumentasikan proses syuting Flava dan Riots tersebut. Syuting berakhir pukul sebelas siang.

Usai Jumatan, Flava langsung menggeber Common Room, berlatih tiga lagu yang akan mereka mainkan di panggung Silaturahmi Para Sultan Nusantara esok harinya. Tiga lagu yang terus dimatangkan siang itu adalah “Sakola”, “Bulan Tok”, dan “Perjalanan”. Sebenarnya, lagu-lagu ini sudah lumayan dikuasai oleh Flava, namun karena Man ingin menggenjot Flava untuk lebih menampilkan tiga lagu tersebut di titik maksimal, maka latihan terus dilakukan. Saat itu, dua personil Flava, Nessa dan Pricil berhalangan hadir. Karina dan Selvi menggantikan Nessa sementara di sesi vokal.

Usai Flava, awalnya Paperback yang akan latihan. Namun, karena ternyata Riots sudah meminta duluan agar mereka berlatih setelah Flava, maka Paperback urung berlatih. Sementara Riots berlatih, Kimung, Man, Jimbot, dan Ayi duduk-duduk di halaman Common Room sambil membicarakan rencana-rencana Karat ke depan berkaitan dengan tur kecamatan, kolaborasi, dan konser tunggal. Dari obrolan itu semua sepakat untuk mengevaluasi tata vokal Karat sore itu untuk menghadapi sesi rekaman selanjutnya Minggu ini. Berikut adalah evaluasi Man, Kimung, hendra,Jimbot, pkus Ayi untuk tata vokal latar di delapan lagu Karat :

–          “Dadangos Bagong”, secara umum tata vokal di lagu ini sudah oke, pun degan vokal latarnya. Man hanya berencana menambah satu lapis tata vokal lagi untuk memperkuat karakter yang dibangun dalam lagu.

–          “Gerbang Kerajaan Serigala”, Kimung meminta Man mengisi suara vokal geraman yang berlekuk-lekuk mengikuti kontur emosi vokal utama. Jimbot juga meminta Kimung mengisi sesi vokal yang berteriak lantang untuk mengejar emosi setelah tiupan panjang gong tiup. Atas permintaan Kimung, bagian ini awalnya akan diisi oleh Addy Gembel, namun atas permintaan karat, akhirnya Kimung menyanggupi mengisinya sendiri.

–          “Yaro”, secara umum, lagu ini sudah sangat solid!

–          “Lapar Ma!”, Hendra dan Kimung akan berteriak melatari Man di sesi refrain lagu pada awal vokal masuk. Ketika intro bergerak ke jembatan sebelum vokal, Jimbot mengusulkan agar Karat menambah suara-suara ahung seperti “huh hah… huh hah…” untuk mengantar vokal Man masuk di bagiannya nanti. Vokal “huh hah… huh hah…” juga ditata di tengah lagu. Man meminta semua untuk mencari alternative teriakan lain selain lafal “huh hah”. Beberapa lafal yang akan menjadi alternative pada saat itu adalah lafal “lapar”, “warteg”, atau “seuhah”.

–          “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”, secara umum, lagu ini juga sudah sangat solid. Kimung dan Hendra akan menambahkan vokal latar hanya di bagian refrain “Nu” dan “Kontrol” saja. Di bagian akhir lagu yang bernuansa anthemik akhirnya disetujui akan diisi oleh para personil Flava Madrim dan Karinding Riots.

–          “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan”, lagu ini juga sudah begitu solid. Man hanya ingin menambahkan suara sengak di bagian anthemik. Suara sengak rencananya akan diisi oleh Nini Sengak Jatinangor yang ia temui beberapa malam sebelumnya dalam sebuah pergelaran seni di Unpad.

–          “Sia Sia Asa Aing”, di lagu ini juga sudah terbangun karakter yang sangat kuat. Kimung akan mengisi vokal meracau yang melatari vokal Man.

–          “Wasit Kehed”, lagu ini juga sudah sangat solid. Kimung dan Hendra hanya akan menambahkan teriakan wasit kehed!” di bagian refrain lagu.“

Lets do it again!

10 PLAYLISTS JON 666 : Tarawangsa, Burgerkill, Pearl Jam, Bob Marley, Bob Dylan, Janis Joplin, The Doors, Pink Floyd, Black Sabbath, Nine Inch Nails.

MOVIES : Pink Floyd : Darkside of the Moon, Let It Be, Strawberry Field Forever, Batman Begins

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s