JURNAL KARAT # 72, 10 JUNI 2011, KARAT MENGGUGAT DI BANDUNG BERISIK V PART 1, 2, 3

Posted: August 17, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 72, 10 JUNI 2011, KARAT MENGGUGAT DI BANDUNG BERISIK V PART 1, 2, 3

Sabtu, 4 Juni

Okid kontak Kimung mengabari celempung pesanan Kimung sudah selesai. Kimung berjanji akan membawa celempung barunya hari Selasa nanti ke Bah Olot.

Minggu, 5 Juni

Liputan Flava, Bah Olot, dan Man Jasad di Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne urung tayang karena Aburizal Bakrie tiba-tiba berpidato. Baru hari Minggu depan liputan ini tayang.

Sabar, rakyat berdoa dan bekerja…

Senin, 6 Juni, Session 6 Karat Massive Recording : Take Vokal,

Seharusnya, rekaman sesi ke enam ini dimulai dari pukul tiga sore sampai pukul tiga pagi. Namun karena Man yang dijadwalkan rekaman vokal harus menghadiri silaturahmi konferensi pers Bandung Berisik V bersama Kimung, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, Komisi A DPR Kota Bandung Aat Suratin, serta Gio dan Ardi dari Atap Promotion, maka jadwal dapat dipastikan mundur. Apa lagi setelah acara konferensi pers ini Man juga harus menghadiri wisuda angkatan pertama Kelas Aksara Kuno di Gedung Indonesia Menggugat. Man memperkirakan, ia baru bisa memiliki jadwal luang setelah pukul sembilan malam. Maka sejak pukul tiga sore, ia sudah menghubungi Inu membatalkan jadwal shift 2 rekaman dan hanya melakukan rekaman dari jam 21.00 hingga pukul 03.00. Untunglah Inu bisa mengerti kondisi Man dan mengabulkan permintaannya.

Karena sesi rekaman jadinya hanya satu shift saja, maka target sesi ini berubah dari awalnya akan menyelesaikan bagian vokal Man suling, dan gong tiup, jadi hanya hanya membereskan vokal Man saja.  Ini SMS yang dikirim Man Jasad kepada Kimung yang lalu dikirim kepada saya tentang waktu rekaman vokal Karat di sesi ke enam. Simaklah,

22.45 – 23.35, “Lapar Ma!”

23.45 – 24.30, “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”

Uhh sudah pindah hari, pindah dulu yuuu…

Selasa, 7 Juni, Karat Menggugat di Bandung Berisik V Part 1 : Session 1

Ini lanjutannya, simaklah lagi,

01.15 – 02.06, “Yaro”

02.17 – 03.05, “Sia Sia Asa Aing”

03.07 – 03.13. vokal latar “Gerbang Kerajaan Serigala”

03.15 – 03.22, vokal latar “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan”

Man mengeksplorasi banyak sekali gaya vokal dalam rekaman vokal untuk lagu-lagu Karat. beragam teknik vokal dan suara ia jajal, termasuk beragam lafal bahasa ia masukkan juga ke dalam lagu-lagu yang ia nyanyikan. Kapten Jek mengabadikan momen-momen ini dan agar puas, kita nikmati saja tata vokal Man nanti di film dokumenter Karat ya ^^

Siang harinya, Kimung mengunjungi Bah Olot. Selain karena kangen sudah lama tidak jumpa dengan Bah Olot, ia juga sudah janji mengambil celempung pesanannya. Maka bersama Yuki ia berangkat siang itu ke Parakan Muncang. Setelah lumayan lama menunggu, akhirnya celempung Kimung datang juga.

Bentuknya ternyata lebih kecil dari Big Jon dengan suara gong yang lebih tinggi dan ekspresif. Tata susunan senar kayunya relatif lebih nyaman dari pada tata senar Big Jon namun gongnya yang bernada terlalu tinggi kurang pas dengan nada yang diharapkan Kimung. Namun demikian, celempung ini sangat anggun dan memikat. Selain karena sangat mulus, nada baru yang sangat ekspresif serta lubang di kepala celempung yang kini dibuat Abah pas dengan buku bambu, memudahkan para pemain celempung untuk memainkan gong.

Kimung menamai celempung barunya “Bella Molly”.

Sore harinya, Karat berkumpul di Common Room untuk melakukan sesi latihan bersama Gugat, persiapan panggung mereka di Bandung Berisik V (BB V) tanggal 11 Juni 2011. Setelah mengeset berbagai instrumen musik yang akan digunakan, akhirnya pukul setengah tujuh, latihan dimulai. Lagu pertama yang dimainkan adalah “Yaro” yang digabung dengan hentakan dram serta raungan gitar dan bass. Sesi “Yaro” lumayan pelik, terutama ketika menggabungkan dram dengan celempung. Namun ketika terus digeber, akhirnya formula kolaborasi ini lumayan terpola dengan baik dan pas. “Yaro” disusun sebagai lagu pengantar menuju kolaborasi sesungguhnya Gugat dengan Karat di lagu “Beat the Bastard”. Lagu band punk legendaris dari Inggris, The Exploited. Selain mengajak Karat, khusus di lagu ini, Gugat juga mengajak vokalis The Crules sang panglima perang Ujungberung Rebels Lord Butche untuk berteriak bersama Achie sementara Okid bermain gong tiup.

“Beat the Bastard” seperti umunya lagu-lagu punk, memiliki pola permainan yang sederhana dan itu membuat karat bisa dengan cepat mengikuti pola lagu. Setelah setengah putaran mengikuti latihan “Beat the Bastard” versi Gugat, Karat akhirnya memasukkan pola lagu “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan” yang ternyata sangat pas dengan Pola “Beat the Bastard”. Hanya saja, tentu aransemen terus diotak-atik agar semua sesuai dan pas dengan pola lagu utama. Yang menarik, Hendra mulai memainkan pola patah-patah karinding dengan pola permainan yang lebih eksploratif dan apik. Rahayu mangs!

Gugat, Karat, dan Lord Butche melatih dua lagu ini terus menerus sebanyak beberapa putaran sebelum akhirnya Jimbot datang. Ia memang rencananya akan bermain rebab untuk mengisi “Bubuka” yang disambung langsung oleh lagu pertama Gugat. Maka giliran “Bubuka” kini yang dimainkan. dengan cepat, “Bubuka” bisa dimainkan. Yang harus diperhatikan adalah alunan nada rebab yang akan menjadi jembatan paling penting untuk masuk ke lagu pertama Gugat.

Latihan akan diteruskan esok hari.

Rabu, 8 Juni, Karat Menggugat di Bandung Berisik V Part 2 : Session 2

Jam setengah delapan malam, latihan Karat dan Gugat kembali digelar. Kali ini semua difiks untuk main di BB V. “Yaro” sudah semakin menemukan bentuknya, pun ketika akhirnya diputuskan solo celempung Jimbot yang terakhir dijadikan jembatan utama menuju “Beat the Bastard”. Solo celempungnya sendiri ditata menajdi epat ketukan sebelum akhirnya masuk intro lagu. “Bubuka” juga semakin mantap dengan perubahan Kimung dari memainkan karinding menjadi memainkan gong celempung mendukung nuansa celempung Papay dan gong tiup Okid.

Untuk sebuah sesi latihan singkat, Karat dan Gugat sudah siap membakar panggung Bandung Berisik V 11 Juni 2011 mendatang!

Jumat, 10 Juni, Karat Menggugat di Bandung Berisik V Part 3 : Line Check Bandung Berisik V

Hari ini sebetulnya dijadwalkan cek tata suara BB V. Namun karena terjadi salah komunikasi antara panitia dengan artis, ternyata yang bisa dilakukan dari pagi hanyalah cek jalur tata suara untuk memastikan apakah sinyal jalur tata suara  bisa mendukung monitor dan tata suara panggung menuju penonton. Lumayan lama menunggu, Kimung bahkan sempat lari pagi lapangan Brigif Cimahi, lima keliling lari dan satu keliling jalan cepat. Setelah semua jalur dinyatakan aman, Karat dan Gugat santai sejenak menikmati suasana Lapangan Brigif di mana acara legendaris ini digelar sebelum akhirnya semua kembali untuk bersiap keesokan harinya.

Mari bakar semua!!!

10 PLAYLISTS : Tarawangsa, Burgerkill, The Beatles, Iwan Fals, Pearl Jam, Faith No More, Nine Inch Nails, Queen, Divine Heresy, Carcass

BOOK : Naskah buku Jurnal Karat dan Ujungberung Rebels

MOVIES : All King’s Men, Wild Wild West, Blood Diamond, Jesse Stone

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s