JURNAL KARAT # 66, 29 April 2011, TONG NGABAJAK BISI BODO!

Posted: August 17, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 66, 29 April 2011, TONG NGABAJAK BISI BODO!

Sabtu, 23 April,  Delaying Karinding 1

Kimung bereksperimen memainkan karinding dengan aksesoris gitar, efek Digital Delay, Metal Zone, Big Muff, dan Phaser. Mantap sekali!

 Minggu, 24 April, Delaying Karinding 2

Ki Amenk dan Kimung menghadiri rapat Bandung Berisik V (BB V) di Studio Burgerkill. Karat positif tak jadi manggung di BB V.

Kimung meminjam efek Digital Delay milik Eben untuk eksplorasi karinding eksperimental.

Senin, 25 April, Delaying Karinding 3

Flava latihan di Common Room. Kali ini latihan dimulai sedari siang karena sekolah mereka libur. Lagu-lagunya semakin terasah. Rencananya hari Kamis nanti Flava akan berlatih di Cikapayang. “Bari tes mental,” ujar Man. Flava menyambut rencana ini dengan antusias, “Hore!” Maju terus Flava!

Eksperimen Kimung di Common Room. Karinding Delay memiliki kadar eksperimental yang tinggi. Hanya saja suara feedback dari Delay masih mengganggu dan butuh formulasi yang tepat untuk memainkannya.

 Selasa, 26 April,

Tak latihan karena mengurusi kasus Prapatan Rebels. Salah satu penggalan catatan Kimung atas kasus ini, “Jangan sekali-sekali melakukan pembajakan. Pembajakan adalah proses pembodohan, bukan saja pembodohan rakyat, tapi juga adalah pembodohan diri sendiri. Kamu jadi pribadi yang asal comot, tak menghargai karya orang dan tak menghargai diri sendiri, tumpul kreativitas, tumpul pula rasa empati—memandang segala sesuatu dengan dangkal, malas berpikir jauh ke depan. Kamu juga jadi terbiasa dengan uang sehingga besar kepala dan lupa cara memahami perasaan rakyat. Mentalitas juga kamu perlahan menajdi bobrok. Suatu hari nanti kamu akan hancur tanpa sisa, bahkan oleh mereka yang secara bodoh kamu putuskan untuk diabaikan. Berhentilah membajak dari sekarang! Save the world!

Rabu, 27 April,

Latihan Paperback. Tak banyak kemajuan. Zemo perlu merevisi cara dia bernyanyi. Harus lebih rebel!

Kamis, 28 April,

Flava urung latihan di Cikapayang karena hujan besar. Mereka kembali berlatih di Common Room. Kembali berlatih dari siang karena hari itu mereka juga masih libur.

Jumat, 29 April, Yaro Session

Latihan hanya berempat, Kimung, Hendra, Papay, dan Wisnu saja. Man dan Okid mengurusi kasus Prapatan Rebels, Ki Amenk demam, Jimbot entah ke mana. Karena hanya berempat, karat memutuskan untuk fokus latihan lagu “Yaro”, terutama agar Papay bisa mendapat gambaran bagaimana pola dan pirigan yang asik untuk “Yaro”.

Setelah beberapa kali putaran “Yaro” semakin fiks intro tetabuhan nada-nada renteng dan permainan rolling kohkol renteng Papay. Lagu ini akan menjadi lagu yang hebat!

10 PLAYLISTS : Tarawangsa, Burgerkill, The Beatles, Nine Inch Nails, Queen, Red Hot Chili Peppers, Sonic Youth, Pink Floyd, Motor Head, Sepultura

BOOK :  The Pilgrimage by Paulo Cuelho

MOVIES : Orange Clockwork

QUOTE :

Pertarungan dengan anjing itu hanya akan berakhir dengan kemenangan di pihakmu atau anjing itu. anjing itu akan kembali, dan saat kau harus bertempur dengannya sampai akhir. Jika kau tak menyelesaikannya, sosoknya akan menghantui sepanjang sisa hidupmu.” Petrus dalam The Pilgrimage, Paulo Cuelho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s