JURNAL KARAT # 63, 7 April 2011, MANCAWARNA SARASVATI : KARAT, SARASVATI, BOHEMIAN, TAISOGOTHO, DAN FLAVA

Posted: August 17, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 63, 7 April 2011, MANCAWARNA SARASVATI : KARAT, SARASVATI, BOHEMIAN, TAISOGOTHO, DAN FLAVA

Sabtu, 2 April,  Giri Kerenceng di penutupan Kiwari Artweek, Karat di Unpar

Malam Minggu yang cerah. Common Room kembali dipadati pengunjung sore ini karena sekarang adalah penutupan Kiwari Artweek yang terdiri dari pameran lukisan Ratna, Tami, Maya, dan Uswa, serta pergelaran musik karinding dan kesenian lainnya.  Malam minggu ini, giliran maestro karinding, Bah Olot yang tampil diawal acara beserta para penampil lain.

Jam delapan acara dimulai, dibuka oleh Giri Kerenceng. Bah Olot dan Mang Dedi kini tampil didampingi personil baru di posisi celempung renteng ada Mang Ibenk, celempung melodi dan bangkong reang ada Pa RW, dan gong tiup diisi Iwan. Giri Kerenceng sangat mantap malam ini. Audiens yang sudah tak asing dengan lagu-lagu Giri Kerenceng, bernyanyi bersama di lagu-lagu “Saeran”, “Kaca Piring”, “Kumeulit”, “Panas”, “Selamat Tinggal”, dan tentu saja lagu seksi “Yanti”.

Di tengah penampilan Bah Olot, Karat segera bergegas berangkat ke Unpar untuk manggung. Acara ini digelar oleh HMPSTI Unpar dengan tajuk “Light Metaforindustrial”, merupakan rangkaian program seminar industri dan pameran, 31 Maret 2011, ditutup oleh acara panggung kesenian tanggal 2 April 2011. Di panggung ini Karat bermain bersama Pure Saturday, Autumn Ode, Munthe, Belakangka, Corner Parodies, Paper Taste, TI Percussion, Lista, Partans and the Fellas, Black White Shark,  dan lain-lain.

Karat tampil dua band terakhir sebelum Pure Saturday. Namun ini bukan panggung Karat yang maksimal. Faktor lelah fisik karena terus menggeber panggung sepanjang minggu ini menjadi hal utama. Ketika badan lelah, pikiran juga menjadi jenuh. Sebetulnya Karat bisa menjaga mood ini dengan baik. Namun ketika tampil di panggung dengan kualitas tata suara yang mendadak drop berbeda dengan ketika sesi cek suara, mood itu benar-benar hilang. Ganguan tata suara ini berpengaruh pada antusias audiens dan tentunya pada penampilan Karat di panggung. Karat menyudahi panggung ini setelah enam lagu. Saya menyebutkan ‘panggung lelah’ Karat ini mengingatkannya pada kondisi fisik ketika rekaman di Gunung Kareumbi.

 Uhh gudd nite anyone…

 Minggu, 3 April, Latihan Karat, Sarasvati, pola Karat fiks.

Minggu sore, Karat dan Sarasvai kembali berkumpul untuk menggarap pola karinding dalam mengisi lagu-lagu Sarasvati di konsernya nanti. Beberapa tuntutan agar Karat mengaransemen ulang pola yang sudah terbentuk diaplikasikan hari itu dan semuanya sudah pas. Sayang pemain gitar tidak hadir sehingga masih belum sepenuhnya sempurna pola yang terbentuk tersebut.

 Senin, 4 April, Kelas pertama Flava

Kelas pertama Flava dalam bimbingan Man dan Kimung. Band karinding anak-anak kelas delapan SMP 6 Bandung yang beranggotakan gadis-gadis semua ini sangat bersemanagat. Man pun demikian. Dengan penuh semangat dan perhatian ia mengajarkan bagaimana sebuah band karinding bisa berkarya bersama.

Selasa, 5 April, Latihan Karat, Sarasvati, Bohemian, dan Taisogotho

Selasa sore, sehabis magrib semua sudah hadir dan siap untuk berlatih. Ramai sekali! Semua hadir dari Sarasvati, Karat, Taisogotho, hingga okestra Bohemian sudah siap. Ini adalah latihan pertama semua lagu dimainkan sesuai pola yang ditentukan. Sejauh ini berjalan dengan lancar. Masih agak tersendat-sendat namun kini semua mulai menemukan pola permainannya sendiri-sendiri. Posisi karinding dan dram sepertinya harus dirubah lagi seperti semula. Gitar juga harus belajar menahan diri agar raungannya tidak menutup gelombang karinding. Taisogotho juga masih harus mengaransemen ulang pola yang sudah mereka susun, namun karinding dan celempung sebetulnya bisa menutup kekosongan dalam taisogotho.

 Rabu, 6 April, Flava

Kelas ke dua Flava. Band ini cepat sekali berkarya. Sangat terasa gairah muda dalam gadis-gadis cilik ini. Di pertemuan kali ini Flava dengan bantuan Man berhasil menciptakan lagu sendiri bertema sekolah.

Foto Flava

 Jumat, 8 April, Sarasvati Session

Sore hari, Paperback latihan. Kini dengan gitaris Ayi yang memutuskan untuk bergabung lagi dengan Paperback. Sayang David berhalangan hadir hingga belum ada formulasi dialog dua gitar dan karinding. Aisyah juga berhalangan hadir karena mobilnya kerampokan. Turut prihatin Ai…

Paperback mengaransemen dua lagu, “Mother Nature Son” dan “Here Comes The Sun”. Di sesi ini, para pemain karinding Kekar di band Tonggeret Riots membantu mengisi sesi karinding. Malamnya Karat latihan bersama Sarasvati, Bohemian, dan Taisogotho. Lagu-lagu untuk konser sendiri Sarasvati bertajuk Mancawarna Sarasvati semakin mengkristal.

Wish us luck, guys and grrlss…

10 PLAYLISTS : Tarawangsa, Burgerkill, Karinding Attack , The Beatles, Nine Inch Nails, Queen, Sade, The Cranberries, Divine Heresy, Fear Factory

 BOOK : The U Boat 1939 – 1945 Penebar maut di Atlantik oleh Dody Aviatara

 MOVIES : Rambo II, Pet Cemetary

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s