JURNAL KARAT # 51, 14 JANUARI 2011, DVD KARAT, SAKARAT SESSION FOR SMA 2 BANDUNG

Posted: January 17, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 51, 14 JANUARI 2011, DVD KARAT, SAKARAT SESSION FOR SMA 2 BANDUNG

Oleh Jon 666

9 Jan, Minggu

Sore itu di Commonroom Kimung menggarap kurasi Sarupaning Beja kelompok musik Trah untuk pergelaran Trah tanggal 12 Februari 2011. Di sana ada juga Kapten Jek yang janjian akan bertemu malam harinya di rumah Kimung.

Dan tersebutlah malam hari tiba. Kapten Jek disertai Hendra yang baru pulang dari Bah Olot setelah menginap di Parakan Muncang semalam sebelumnya, tiba di rumah Kimung. Mereka berencana menggarap konsep DVD Karat. Inilah konsep DVD yang disodorkan Kimung, ditulis pagi hari Minggu itu,

DVD Karat 2008 – 2011

Chapter 1, THE WHOLE KARINDING

Menggambarkan sejarah perkembangan karinding, mencakup perkembangan di Parakan Muncang, Citamiang, UPI dan STSI, Cicalengka, bandung, hingga Ujungberung Rebels. Sumber yang diwawancara antara lain adalah Kimung, Bah Olot, Bah Oyon, Asep Nata, Dodong Kodir, Kabumi UPI, Apih, mang Utun, Mang Engkus, Gingin, Man Jasad, dan Ki Amenk.

Chapter 2, UBEREBELS KARINDING ATTACK

Menggambarkan perkenalan Ujungberung Rebels dengan Kasundaan hingga berdirinya Karat, mencakup kisah-kisah mengenai BDF II, Morbid Nixcotine, Invasion of Noise I, Jumat Kramat, BOH, dan Secret Garden : Karinding Attack. Sumber-sumber yang diwawancara : Karat, Ari Bleeding, Eben, Gustaff, Reggi, Emil, Fiki, Ranti, Zia, Viki, Reina, Andar manic, edi Brokoli.

Chapter 3, FIRST GIGS & SONGS & CLIP

Menggambarkan Jumat Kramat, sesi rekaman Hampura Ma I, berbagai kolaborasi, Gohgor, penggarapan lagu-lagu pertama Karat, klip, hingga Karat vs Burgerkill vs Fadly di MTV Studio. Sumber lisan : Karat, Gustaff, Oteng, Ate, Capt. Jek, Fajar, Adi, Andra, Ilva, Bunda, Eben, Fadly, Otong.

Chapter 4, RUMAH POHON RECORDING SESSION

Menggambarkan sesi rekaman di Commonroom oleh DJ Luna Ranti dan sesi rekaman di Rumah Pohon Masigit Kareumbi Wetan. Sumber lisan : Karat, Capt. Jek, Ghera, Kimo, Casper, Andri, Bah Olot, Ranti, Apih, Apuy, Viki.

Chapter 5, COLLABORATIONS

Masa-masa eksplorasi musik setelah sesi rekaman Rumah Pohon. Sumber lisan : Karat & Kru, Tisna Sanjaya, Donor Darah, Kelas Ajag, Sony Akbar, Sarasvati, Burgerkill, Blast n Beats, Tarawangsa, Illuminators.

Chapter 6, STUDIO RECORDING SESSION

Menggambarkan berdirinya paperback sebagai arah baru dan sesi latihan Karat yangf lebih kompleks serta recording Karat di studio. Sumber lisan : Karat & Kru, Inu, Boyat.

Sumber keseluruhan : 200 GB file audio visual, sumber lisan, jurnalkarat. Berdasarkan percakapan dengan Capt. Jek, hal pertama ayng harus digarap adalah perumusan pra produksi, penulisan sinopsis dan skenario, serta pembengtukan kru film documenter.

Kimung lebih jauh mengatakan jika konsep DVD ini sangat terinspirasi dari DVD Burgerkill yang hingga saat itu masih ia garap bersama Eben.

Hmmm, whatever…

Prung ahh smoga lancars!!!

10 Jan, Senin

Jurnal Karat edisi 1 – 50 diprint!!! 400 halaman!!! Dua edisi lagi Jurnalkarat jangkep berusia satu tahun. Hellfukkinyeaaaahhhh!!!! Kimung ketemu Okid di CR. Karat butuh sedikitnya 60 juta untuk merealisasikan semua rencana sampai pertengahan tahun 2011, including : rekaman dan rilis album, perilisan album Giri Kerenceng, perilisan buku JurnalKarat, kemping karinding, alat-alat penunjang kualitas musik Karat, dll. 60 juta duit yang secuwil buat Gayus. Kalo saya memuja Gayus apakah dia akan memberikan secuwil kecil dutinya buat kami? Akan kami junjung dia sebagai raja mafia kami!!

Tapi katanya Okid dan ranti akan mengumpulkan pelukis-pelukis perempuan untuk berkolaborasi dengan berbagai kelompok karinding, terutama Karat, nanti hasil lukisannya akan dijual untuk biaya kegiatan yang tadi disebutkan. Atau mau berkonsultasi kepada Tisna sanjaya dalam penjualan lukisan untuk penggalangan dana kegiatan.

Pemerintah di mana nya? Ngebs meureuns jeung Gayus…

11 Jan, Selasa, Studio Ariwani, Sakarat di Tiga Titik Hitam dan Maap

Malam ini Karat dan Sarasvati berkumpul di Studio Ariwani, tempat di mana Sarasvati biasa berlatih. Agendanya, malam itu mereka akan menggarap lagu “Tiga Titik Hitam” dan “Maap” dalam format full band. Pukul delapan tepat, semua sudah hadir dan siap di belakang instrumen masing-masing. Pukul setengah Sembilan semua jreng dimainkan!

“Tiga Titik Hitam” pertama kali dilatihkan. Secara umum, lagu ini lancar digeber. Hanya sedikitpenyesuaian Sherry dengan personil lainnya, namun inipun tak lama. Sherry adalah band drummer yang sangat pintar sehingga ia dapat dengan cepat merumuskan pola drum “Tiga Titik Hitam” dan mengapliksikannya di lagu. Haya beberapa akurasi yang belum 100% pasnamun inibisa diatasi dengan baik oleh Sherry dalam beberapa puteran latihan berikutnya. Risa serta Dian dan Sella juga semakin mengalir dan mantap dalam bernyanyi. Sepertinya mereka sudah semakin menguasai “Tiga Titik Hitam” dengan baik.

Karat lain lagi. Tak banyak perubahan karinding dalam “Tiga Titik Hitam”. Hanya celempung Kimung dan Papay yang mengalami perubahan. Dulu ketika bermain bersama Burgerkill dan fadly, Kimung masih menggunakan single celempung cisolok sementara Papay belum bergabung bersama Karat. Kini Kimung mengunakan renteng dengan papay di sampingnya serta aransemen drum Sherry untuk “Tiga Titik Hitam”. Namun demikian Kimung dan papay yang akrab dengan lagu ini tak lama merumuskan kembali aransemen yang tepat dengan mengurangi beberapa hentakan di pola vokal bagian ke dua yang kini diisi oleh drum. Secara umum “Tiga Titik Hitam”sudah bisa dikuasai dengan sangat baik. Rencananya, untuk mengisi vokal screaming, Okid akan menghadirkan Achie vokalis Gugat untuk mengisi sesi teriakan Scumbag dan Okid fokus memainkan gong tiup.

Lagu berikutnya digeber “Maap”. Baik Karat maupun Sarasvati sudah pernah memainkan lagu ini dan bisa dengan lancar memainkannya kembali dengan Sherry ada di drum. Tak dipungkiri aransemen “Maap” banyak sekali terinspirasi oleh beat-beat yang pernah digarap oleh Karat bersama Sony Akbar. Namun demikian, Sarasvati bukanlah Sony Akbar. Jimbot yang ngotot kepada mang Fery untuk memainkan aransemen piano yang running sebenarnya tak sepenuhnya cocok dengan pola permainan sarasvati yang lebih bermain nuansa dan membangun suasana ini bisa dijembatani. Sementara itu Sherry bisa dengan cepat menerapkan pola drum dalam aransemen celempung yang dibangun oleh Karat bersahutan dengan bass dan gitar samba Sarasvati. Alhasil, “Maap” bisa dimainkan dengan baik malam itu. hanya satu hal yang diminta Kimung secara khusus kepada Man dan Risa untuk lebih mengaransemen battle vokal di tengah-tengah agar lirik yang dieksplorasi lebih ngawin dengan lirik utama “Maap kami tidak tertarik para politik kekuasaan…”

Karat stop ikut latihan setelah dua jam, sementara Sarasvati lanjut ke satu jam berikutnya. Mereka kemudian sepakat untuk kembali berlatih hari kamis malam di Commonroom.

13 Jan, Kamis, Commonroom, Sakarat di Tiga Titik Hitam dan Maap

Malam ini, semua berkumpul di Commonroom untuk sesi latihan terakhir panggung SMA 2 Bandung. Karat dan kru semua sudah siap, minus Kimung yang harus berangkat kemping ke Rumah Pohon, Kareumbi serta Ki Amenk yang sedang ada pekerjaan. Namun semua tampak santai. Apalagi malam ini Achie Gugat bersama Mang Harry dan si cantik Una datang serta untuk bergabung latihan mengisi vokal screaming Scumbag di “Tiga Titik Hitam”. Anak-anak BOH juga meramaikan Kamis malam ini.

Setelah semua siap, Sarasvati dan karat melatihkan lagu-lagu. Sesi ini berjalan dengan lancar karena setiap orang sudah menemukan pola permainannya sendiri.

Hmmm optimis semua akan lancar hari Sabtu nanti. Bismillah…

14 Jan, Jumat, Sabuga, Soundcheck Sakarat

Pertama-tama saya harus mengucapkan salut kepada SMA 2 Bandung sebagai penyelenggara acara ini karena sudah dengan baik menjaga komitmen disiplin dan tepat waktu dalam menggarap acara. Sarasvati dan Karat mendapat bagian soundcheck jam tiga sore. Panitia sempat mengabari bahwa soundcheck mundur menjadi jam empat sore dan Sarasvati serta Karat sangat menghargai pemberitahuan ini karena ketika akhirnya datang jam empat ke Sabuga, waktu sudah tak lagi molor. Semua langsung naik panggung jam empat sore dan langsung mengeset instrumen serta tata suara masing-masing. Mang Tahu yang mengatur sesi miksing mengecek satu-satu line suara dan dengan mudah menata semuanya, mencatat agar lancar besoknya ketika manggung.

Semua tertata dengan rapi hingga Sarasvati dan Karat merasa oke dengan semua line yang disiapkan.

Siap tempur untuk besok, hellyeah!!!

BERSAMBUNG…

NEXT : SAKARAT DI SABUGA, KARAT’S CELEMPUNGS FIXED#1

10 PLAYLISTS : Tarawangsa, The Beatles, Burgerkill, Carpenter, The Corrs, Cranberries, Sarasvati, Mocca, Pantera, Chimaira

LITERACYS : Poems Freedom by K666

MOVIES : Bourne Supremacy, Bourne Ultimatum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s