JURNAL KARAT # 49, 31 DESEMBER 2011, KARAT DI PERINGATAN 70 TAHUN INDONESIA MENGGUGAT, HAPPY NEW YEAR 2011! SAWELAS CAHAYA DI SALIRA!

Posted: January 4, 2011 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 49, 31 DESEMBER 2011, KARAT DI PERINGATAN 70 TAHUN INDONESIA MENGGUGAT, HAPPY NEW YEAR 2011! SAWELAS CAHAYA DI SALIRA!

 

Oleh Jon 666

 

25 Des, Sabtu

Karat ngumpul di rumah Kimung dalam sukuran khitanan Avatar. Avatar semoga cepet sembuh, cepet gede, baktos ka ibu rama, kulawarga, nagara, agama, jeung darigama, kasep. amiin ahung rahayu!

 

27 Des, Senin, Karat di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ)

Senin ini Karat mewakili komunitas karinding ikut serta dalam rombongan Gedung Indonesia Menggugat (GIM) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dalam rangka peringatan 70 Tahun Pembacaan Pidato Indonesia Menggugat oleh Bung Karno.

 

Indonesia Menggugat sejatinya merupakan pledoi pembelaan Bung Karno saat di sidangkan di Landraad Bandung, pada tahun 1930. Bung Karno, bersama tiga rekannya: Gatot Mangkupraja, Maskun, dan Supriadinata yang tergabung dalam Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) dituduh hendak menggulingkan kekuasaan Hindia Belanda. Dari balik penjara Bung Karno menyusun dan menulis sendiri pledoinya tersebut. Isinya mengupas keadaan politik internasional dan kerusakan masyarakat Indonesia di bawah penjajah. Pidato pembelaan ini kemudian menjelma menjadi suatu dokumen politik menentang kolonialisme dan imperialisme.  Buku ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing. Salah satunya, dalam bentuk bahasa Belanda yang diedit oleh Sutan Sjahrir.

 

Karat berangkat bersama teater Laskar, dan rengrengan komunitas lain yang selama ini berkegiatan di GIM. Tak semua tim ikut di acara itu, hanya Man, Jawis, dan Hendra saja. Namun semua have fun sepanjang perjalanan. Dalam satu bis yang disediakan GIM, semua Nampak bersukaria, menikmati perjalanan termasuk pembacaan puisi oleh anak-anak teater sepanjang jalan.

 

Di acara ini Karat bekenalan dengan musisi koto asal bandung yang sangat berbakat, Siska, juga pemain digeridu yang sering bermain di GKJ. Karat sempat nabeuh karinding di acara itu yang secara spontan kemudian diikuti musisi-musisi lain, termasuk, si mang pemain digeridu GKJ. Gila, maennya mutakhir mangs! Sepertinya Okid harus bermain bersama si mamang digeridu ini biar permainannya tambah mantaps. Hheeuu. Ketika karinding maen yang lain tiba-tiba riuh ikut serta dalam alunan karinding. Koto Siska, digeridu, kendang, serta semua jadi ikut larut dalam irama. Mantaps hehehe

Yang jelas, perjalanan ini membukakan wawasan baru bagi Karat dan Karat pun demikian, membukakan wawasan baru yang lain bagi kawan-kawan seniman, baik yang ada di Bandung, maupun Jakarta, dan dari manapun yang hadir saat itu. Semoga perkawanan ini akan menghasilkan banyak sekali adb-adab baru dalam berkesenian. Amiin!

 

28 Des, Selasa, Studio Rehearsal Session#1 Studio Kawaluyaan

Malam itu hujan lebat melanda Bandung namun tak pernah menyurutkan semangat karat untuk berlatih. Wanci Isya Hendra, Wisnu, Papay, dan Ki Amenk beserta Bu Anna tiba di Studio Kawaluyaan milik Aul Infamy. Tak lama, Kimung tiba. Mereka segera kongkow bersama. Hendra dan Wisnu bercerita mereka di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) sehari sebelumnya. Cerita yang seruu!! Mantaps kawan-kawan! GKJ adalah salah satu spot seni terbaik di Indonesia dan mendengar kalian bermain di sana dan tiba-tiba musisi-musisi yang hadir merapat dan lalu bermain bersama, adalah satu hal yang sangat menarik. Poll poll! Semoga kita semua bisa kembali ke GKJ segera!!

 

Waktu menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh. Karena Man dan Okid tak juga tiba, semua sepakat masuk studio dan latihan. Lagu pertama digeber langsung “Wasit Kehed”. Di putaran ke dua, akhirnya Man dan Okid datang juga. Nyasar katanya mereka hahaha Alat-alat segera diturunkan dari mobil Okid. Mikrofon segera diset. Latihan mulai jam sembilan lebih.

 

“Burial Buncelik” adlaah lagu pertama yang dimainkan. tak banyak yang dirobah, hanya saja Kimung seharusnya memainkan celempung cisolok di lagu ini. Celempungnya ta terbawa sehinggamasih menggunakan celempung indung Giri Kerenceng. Papay juga Nampak langsung bisa mengimbangi permainan Karat dan memainkan beberapa alternative pirigan untuk mengisi lagu.

 

Giliran “Wasit Kehed” kini yang digeber. Lagu ini juga tak banyak mengalami perubahan selain pirigan yang semakin mantap. Kimung memainkan celempung avatar—celempung Giri Kerenceng—yang pertama ia dapat dari Mang Engkus awal tahun 2009. Suara celempung ini sangat nyaring, walau kecil, karena kualitas kayu yang sudah membatu. Sementara itu suara gongnya yang high juga sangat khas dan bulat. Cocok untuk lagu ngangkrang seperti “Wasit Kehed”. Papay juga sudah bisa mengimpangi permainan “wasit Kehed”. Pun ia sering berkesperimen dengan berbagai teknik permainan renteng di sana.

 

“Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol” dihajar kemudian. Tak banyak perubahan di lagu ini. Hanya sesi karinding Wisnu yang semakin disempurnakan terutama di bagian lead saluang yang dimainkan Okid dan Jimbot. Selebihnya, tak banyak pewrubahan. Lagu selenajutnya, “Dadangos Bagong” yang mengalami perubahan signifikan. Karena terlalu rusuh—dan sudah banyak lagu Karat yang cepat—maka “Dadangos Bagong” diturunkan temponya menjadi lambat. Dan ternyata mengasyikkan mangs hahaha… “Dadangos Bagong” dimainkan beberapa kali hingga akhirnya semakin mantap dikuasai.

Lagu “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan” digeber kemudian. Lagu ini menjadi lagu yang dimainkanpaling apik karena memangpaling sering dimainkan di panggung. Tak banyak juga yang dirobah di lagu ini selain Papay yang mengisi berbagai pirigan celempung renteng secara rancak, mengundang ibing. “Lagu Perang” dimainakn sebagai penututp. Pun tak banyak perubahan selain Kimung mulai memainkan lagu ini dengan celempung yang sama ia mainkan di “Wasit Kehed”.

 

 

Setelah satu putaran lagi, latihan selesai untuk malam itu. jangan terlalu geber. Ini adalah porsi yang pas dari latihan Karat.

 

Sesi berikutnya, Selasa depan, akan digarap lagu “Sia Sia Asa Aing”, “Gerbang Kerajaan Serigala”, “Hampura Ma # 2”, dan “Ririwa Di Mana-mana”. Lagu-lagu ini merupakan peer buat Karat. “Gerbang Kerajaan Serigala” jelas peer karena lagu ini polanya sudah terbayangkan namun masih sulit untuk dikompakkan. Sebetulnya lagu “Gerbang Kerajaan Serigala” hanya tinggal masalah waktu mengompakkan saja. “Sia Sia Asa Aing” pun demikian. Man meminta Karat juga memiliki pola khusus untuk lagu ini. Kimng mengusulkan pola mirip footwah yang direpetisi, dan sisambut janda Ki Amenk ia akan mencoba menggunkan footwah untuk mengejar pola itu. “Hampura Ma # 2” juga ujian atas konsistensi dan ketepatan pada ketukan, sama halnya dengan “Ririwa Di Mana-mana”.

 

“Kawih Pati” disepakati akan direkam secara spontan, tapi Kimung membayangkan ia akan bermain dobel celempung, jadi ia akan meminta untuk latihan lagu ini. Sementara itu, “Hampura Ma # 1” sepakat tak akan direkam ulang walau Jimbot sudah mendapatkan toleat yang suaranya mirip dengan toleat di “hampura Ma # 1”. Lagu ini akan dimasukkan sebagai bonus track di album.

 

29 Des, Rabu,

Mau latihan bareng Paperback tapi gagal. Indonesia kalah maen bola di piala AFF dari Malaysia. Hina dech!

 

31 Des, Jumat, HAPPY NEW YEAR 2011!!!

HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! HAPPY NEW YEAR 2011!!! SAWELAS CAHAYA DI SALIRA!!!

 

BERSAMBUNG

 

NEXT : Karat di Liputan 6 SCTV,

 

10 PLAYLISTS : Tarawangsa, The Beatles, Burgerkill, Soilworks, Nine Inch Nails, Godflesh, Ministry, Nicfit, Bjork, Portishead

BOOKS : How to Train YourDragon by Cressida Cowell

MOVIES : Salt, Film2 James Bond di tivi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s