JURNAL KARAT # 42, 12 NOVEMBER, BANDUNG WORLD JAZZ 2010 WALKOUT, SARASVATI SESSION, STUDIO HEARING SESSION

Posted: November 12, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 42, 12 NOVEMBER, BANDUNG WORLD JAZZ 2010 WALKOUT, SARASVATI SESSION, STUDIO HEARING SESSION

Oleh Jon 666

6 Nov, Sabtu, Karat Live in Bandung World Jazz Festival, Rawkkin karinding vs Jazzy Piano karat vs Sony Akbar Band

Aaahhhh saya suka speechless kalo mengingat acara ini.

Bête bête bte hheuu…

Gara-gara ketidakprofesionalan panitia yang mengeksekusi acara ini, kolaborasi Karat dan Sony Akbar Band urung tampil. Beberapa fakta yang bisa saya sampaikan di sini mungkin keputusan tegas Karat untuk tidak memainkan Mang Utun dan mang Iwan yang tidak ikut latihan dan soundcheck dalam event ini. Selebihnya, saya coba kutip saja narasi yang ditulis dan dirilis Kimung di note Facebook Kimung Core dan Kimung Blasted Core, serta blog http://www.jurnalkarat.wordpress.com, enam jam setelah Karat memutuskan untuk walkout dari panggung Bandung Word Jazz, dini hari tanggal 7 November 2010, jam 00.30.

Mangga disimak di https://jurnalkarat.wordpress.com/2010/11/07/karinding-attack-dan-sony-akbar-band-meminta-maap-kepada-para-audiens-yang-telah-menunggu-sejak-lama-karena-dengan-mneyesal-harus-melakukan-aksi-walk-out-dari-panggung-bandung-world-jazz-dini-hari/

Maka begitulah yang ditulis oleh Kimung, saudara-saudaraku. Semoga kita semua bisa belajar dari kesalahan masing-masing, dan semoga semua semakin baik di hari-hari kemudian…

Amiin, ahung, rahayu!!

8 Nov, Senin, Karat di Ayo Menyanyi, Trans Tv

Kimung, “Murid-muridku pagi hari selasa besoknya datang dan langsung berceloteh dengan semangat ‘bapa ada di Ayo Menyanyi yaaa kemaren? Aku ikut nyanyi maju tak gentar juga loh pa…’ Uhh tak ada penghargaan yang bisa menyamai ini : disukai anak-anak kita.”

9 Nov, Selasa Criauww, Commonroom, Berkumpul bersama Sarasvati

Kimung, “Tadi siang sy curhat ke eben. Crita2 ttg walkoutnya Karat dari Bandung World Jazz 2010, ttg rekaman, ttg masalah internal yang sepertinya harus segera dipungas Karat. Khusus rekaman eben berpesan utnuk menjaga kualitas sound. ‘Perhatikan reverb!’ kata eben penuh penekanan.”

Selasa ceria ^^ Agenda malam ini adalah membicarakan rekaman esok harinya. Namun demikian, sedari siang Jimbot sudah memberi tahu bahwa Rissa Sarasvati akan berkunjung menyambangi Karat buat membicarakan rencana kolaborasi Sarasvati dengan Karat. Sejak pertama kali melihat di soundcheck bandung World Jazz, Rissa memang terlihat jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Karat. Ia menghampiri Jimbot dan man dengan amaze dan segera mengajak Karat untuk bermain bersam Sarasvati di Lubelle, tanggal 21 November.

Malam itu, Rissa membawa serta CD Sarasvati untuk dipelajari oleh Karat sekaligus membicarakan rencana konsep pertunjukannya. Ia berencana pake string section, walau masih belum fiks betul, yang jelas ia membebaskan Karat untuk membuat aransemen untuk lagu-lagu Sarasvat. Tak tanggung, 9 lagu akan dimainkan bersama nanti hehehe. Mantaps mangs!!!

Ini rikues Mang  Zemo kepada Kimung dalam chat pagi esok harinya, rabu, 10 Nov,

Kimung Blasted Core : SARASVATI WITH KARINDING ATTACK ON NOVEMBER!!!

Zemo Cabalero can’t wait for that!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!….ganbate….

33 minutes ago · LikeUnlike

Kimung Blasted Core ahahaa ganbate!! jim, band rock n roll (i mean the real rock n roll bro!!!) nu asik naon ayeuna uuyy..??

32 minutes ago · LikeUnlike

Zemo Cabalero i have no idea man,sorry…everybody seem like to play pop music,btw..i had enough with rock n’ roll man…now i’m crazies about physcedelic stuff…but i’ll let you know if i foun out…goodluck with all your colaboration man…..

25 minutes ago · LikeUnlike

Kimung Blasted Core i dont think real psychedelic music exists in bandung this era man, i know few band which play real psychedelic in early and mid 90s, but i dunno today. any idea for this psycedelic things?

21 minutes ago · LikeUnlike

Zemo Cabalero then make it happen man,i though karat with sarasvati would make something like that man…not to psycedelic,but just give us the atmosfere man…..

17 minutes ago · LikeUnlike

Kimung Blasted Core hummm i need drugs to do some psychedelic, you know the story of psycemen man hehehe… i think i’ll get em into sensual and mystical things of it, some kind of ritual of Mother Earth.. it is the first time we sing with female man…

12 minutes ago · LikeUnlike

Zemo Cabalero if you have to…why not,you doing this for art…in the name of art anyway…no man ,just kidding…i’m sure you will find the beat away…and i know you are…come man you can do it,that’s for sure!!!!!!!!!

8 minutes ago · LikeUnlike

Kimung Blasted Core hehe thx dude, btw are you gonna come to extend this afternoon?

5 minutes ago · LikeUnlike

Zemo Cabalero i loved too…what time,maybe i can came with si galing…(ssst…does risa coming up too..hehehe)

3 minutes ago · LikeUnlike

Kimung Blasted Core hahaha naughty boy hahahaha i think so man hehehe, don’t be late oks, i’m gonna be there around 2 or 3.

a few seconds ago · Like

Zemo Cabalero i’m not naughty…it’s natural i guess,but don’t tell manja ok…coz he always ruin everything,ok…it’s just between me,you and god,ok…..

6 minutes ago · LikeUnlike

Kimung Blasted Core oww honey pie i see i see hahaha, well i think i’m gonna be prepare to go to school oks, well c ya around man!!

2 seconds ago · LikeUnlike

Zemo Cabalero ok takecare of yourself dawg!!!!!!!!!!!!!!

23 seconds ago · LikeUnlike

Kimung Core dont forget the homeless dawg tees for me!!!!!!!!!!!

2 seconds ago · Like

Zemo Cabalero sure you’re already count on it……

2 minutes ago · Like

10 November 2010, 07.41

Slasa Cria ini juga Kimung meminta Jimbot untuk mulai mengeksplorasi nada-nada tinggi suling, nada-nada chaos yang memiliki tingkat decibel tinggi : kekacauan mutlak dalam keteraturannya.

10 Nov, Rabu, Studio Extend, Hearing Session Karat and Giri Kerenceng

Cimanggung Parakan Muncang, Sanggar Karinding Giri Kerenceng, 13.30

Siang itu sanggar karinding Bah Olot ramai dikunjungi kawan-kawan para pecinta karinding dari Ciwidey. Salah satu dari mereka, Mang Ekem, ternyata adalah salah satu kawan Ujungberung Rebels sejak tahun 1990an, masa-masa di Saparua. Kimung dan mang Ekem sempat bernostalgia mengenang masa lalu sambil menamani Mang Iwan yang sedang masak telur dan kere asin sehabis ngaliwet. Mamang Tumang dari Ciwidey juga sempat bercerita mengenai aktivitas anak-anak Ciwidey berkaitan dengan karinding dan mengundang Karat untuk manggung di acara sunatan missal di Ciwidey. “Asal sadakeun leuwi jeung liwet jeung ati maung, hajar weh!! Hahaha…” jawab Kimung sambil memberikan informasi mengenai kontak Karat. Tak lama kemudian, ketika liwet dan kawan-kawannya sudah siap, semua yang hadir segera saja balakecrakan menyantap hidangan bah Olot untuk semua.

Tak lama Okid dan jimbot datang untuk menjemput bah Olot dan Mang Dedi ke Studio Extend. Kimung segera berangkat ke Studio Extend untuk segera memilih lagu-lagu yang sudah ditentukan.

Studio Extend, Neglasari, 15.00

Dua orang Karat yang pertama kali datang adalah Kimung dan Hendra. Jam tiga tepat mereka sudah kongkow di Studio Extend menunggu Pa Andri siap menggarap lagu-lagu Karat. Agenda hari ini adalah memilih lagu-lagu yang akan dijadikan sebagai dasar fill in. Sejak rekaman di Rumah Pohon, Kareumbi Wetan, Mang Man telah menandai lagu-lagu terbaik yang dimainkan Karat yang rencananya akan ditindaklanjuti sebagai dadasar fill in studio.

Namun demikian, ketika Kimung mengecek hasil rekaman keseluruhan, beberapa lagu yang telah ditentukan ternyata menghilang. Lagu-lagu tersebut adalah “Burial Buncelik” dan “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan”. Setidaknya sekitar dua puluh menit waktu rekaman Karat di komputer Pa Andri hilang tanpa jejak. Terpaksa Kimung dan Hendra mengulang prioses hearing dari awal dan akhirnya bisa menetukan satu pola lagu yang terbaik untuk dibawa ke level selanjutnya. Yang malang adalah lagu “Maap”. Karat sama sekali tak bisa menemukan lagu ini di hasill rekaman Pa Andri. Filenya hilang!!! Karat terpaksa harus take ulang hmmm…

Lagu yang terpilih antara jam 16.00 – 18.00 adalah “Burial Buncelik”, “Wasit Kehed”, “Lagu Perang”, “Dadangos Bagong”, “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”, “Kawih Pati”, “Sia Sia Asa Aing”, “ Rajah Bubuka Mang Man”, “Tawasul”, “Tawasul 2”, dan “Ririwa Di Mana-mana”.  Secara umum kualitas hasil rekaman bisa disebut baik. Nilainya 70 dari 100 lah. Beberapa hal yang menjadi catatan yang harus diperhatikan adalah :

–          Permainan Karinding 3 yang cenderung ngatog

–          Grafik kualitas suara karinding yang hampir semua lemah di tiap lagu dan karenanya harus diganti atau ditebalkan. Take ulang tentu sangat direkomendasikan.

–          Backing vokal yang sama sekali tak terekam. Kimung malah bersungut-sungut sambil bercanda, “keur naon aing gogorowokan di gunung baheula nya hahaha…”

–          Pola vokal Man yang belum solid, sehingga ia harus take ulang vokal di beberapa bagian lagu.

–          Pola suling, toleat, dan goong tiup yang belum teraransemen dengan baik dan harus take lagi.

Hampir di semua lini instrumen, hasil rekaman ini belum mencapai kualitas yang diinginkan. Masih sangat jauh perjalanan bungs!!! Tiga lagu lagi yang harus ditake ulang adalah “Yaro”, “Gerbang Kerajaan Serigala”, dan “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan”. Pa Andri lalu mengkonvert hasil rekaman sementara itu ke dalam MP3 untuk dipelajari oleh karat semua.

Giliran Giri Kerenceng kini yang dipilih. Secara global semua lagu Giri Kerenceng sama sekali tak bermaslaah, tinggal langsung garap miksing saja. Mungkin hanya Bah Olot yang harus take vokal untuk memperbaiki pola vokalnya yang sedikit fals.

Minggu depan, setelah Jasad manggung di Malang, Karat akan segera masuk studio. Jadwalnya mungkin Selasa, Rabu, Kamis, atau Jumat. Mohon doanya ya kawan-kawan….

Sementara itu penggarapan aransemen lagu untuk sarasvati terus dilanjutkan. Sepertinya semua Karat semangat dengan rpyek ini. Setidaknya hingga Rabu, Wisnu sudah memiliki bayangan aransemen karinding untuk seluruh lagu. Hingga Kamis Kimung punya bayangan aransemen celempung untuk Story of Peter, Bilur, dan Oh I Never Know.

Sarasvati memiliki aransmeen lagu yang ngepop, tapi secara musical juah berbeda dengan music pop secara keseluruhan. Rissa sang konseptor banyak mengeksplorasi sesi string di semua lagu dan sepertinya yang harus digarap oleh si Karat adalah bagaimana karinding dan celempung bisa ngawin dengan pola string yang sudah diaransemen. Aransemen stringnya sendiri sudah sangat sangat bagus dan Karat sepertinya tinggal memberikan nuansa lain dalam aransemen string yang tergarap.

SELAMAT HARI PAHLAWAAAAAAAANNNNNNN!!!!

12 Nov, Jumat Kramats

Tak banyak Karat yang datang, cuma Okid, Jimbot, Mang Iwan, dan Kimung. Mang Man absen karena manggung di malang sama jasad, Ki Amek dan Jawis tak ada kabar, Hendra lagi sakit, dan Mang Utun lagi di Ciwidey hingga hari Sabtu. Agenda hari itu sebetulnya akan melakukan hearing hasil rekaman Karat dan melakukan evaluasi rekaman, namun karena tidak lengkap jadi ganti agenda menjadi proses hearing Sarasvati. Utnuk proyekan dengan Srasvati ini ternyata Jimbot tak bisa maen karena tanggal 29 November dia harus manggung dalam gelaran wayang di Jakarta. Untuk itu Karat mengundang Yuki Karmila untuk gabung sebagai additional suling dan karinding. Jimbot sendiri merekomendasikan Gangan gitaris Forgotten untuk main suling menggantikannya untuk panggung Sarasvati nanti.

Maka demikianlah Karat plus Mang Yuki berlatih lagu-lagu Sarasvati malam itu. Sudah sedikit terbayang pola-pola instrumen yang akan dimainkan tinggal dilatih bersama-sama saja. Kimung memutuskan untuk mempergunakan celempung renteng karena keterbatasan nada celempung dalam mengisi pola-pola lagu Sarasvati yang cenderung mengalun. Semoga proyek kolaborasi ini lancer dan menghasilkan aura potif bagi semua, amiin…

Bersambungs…

NEXT : BELUM ADA RENCANA APA-APA, WHAT WILL BE, WILL BE LAH…

10 PLAYLISTS : Tarawangsa, Giri Kerenceng, The Beatles, The Doors, Burgerkill, Pearl Jam, Sarasvati, Portishead, Dinosaur Jr., Carcass

BOOKS : By The River Piedra I Sat Down and Wept, Paulo Cuelho; “The Fifth Mountain”, Paulo Cuelho

MOVIES : –

QUOTES :

Malam itu seorang laki-laki memasuki tenda Yakub dan bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat bahwa dia tidak dapat mengalahkan yakub, dia berkata, ‘Biarkan aku pergi.’ Yakub menjawab, ‘Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.’ Lalu kata orang itu, ‘Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.’Elia dalam “The Fifth Mountain”, Paulo Cuelho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s