KARINDING ATTACK DAN SONY AKBAR BAND MEMINTA MAAP KEPADA PARA AUDIENS YANG TELAH MENUNGGU SEJAK LAMA, KARENA DENGAN MNEYESAL HARUS MELAKUKAN AKSI WALK OUT DARI PANGGUNG BANDUNG WORLD JAZZ, DINI HARI, 7 NOV 2010, JAM 00.30

Posted: November 7, 2010 in Uncategorized
Tags:

KARINDING ATTACK DAN SONY AKBAR BAND MEMINTA MAAP KEPADA PARA AUDIENS YANG TELAH MENUNGGU SEJAK LAMA, KARENA DENGAN MENYESAL HARUS MELAKUKAN AKSI WALK OUT DARI PANGGUNG BANDUNG WORLD JAZZ, DINI HARI, 7 NOV 2010, JAM 00.30.

 

Kimung

 

Secara pribadi saya benar-benar menyesal terpaksa harus melakukan aksi ini. Bandung World Jazz 2010 bagi saya bukan sekedar panggung kolaborasi kami untuk bersinergi dengan musisi-musisi jazz, namun merupakan panggung penghormatan saya dan kawan-kawan saya di karinding Attack kepada kawan-kawan yang selama ini terus mendukung Karinding Attack : Andar Manik dan Marintan Sirait. Mereka berjasa sangat besar dalam perjalanan Karinding Attack dan karenanya kami dengan bangga mau manggung di Bandung World Jazz 2010.

 

Tapi mari kita lihat apa yang terjadi :

 

Sejak awal, kesalahpahaman mengenai partisipasi Karinding Attack—kita singkat Karat saja—sudah begitu merebak. Mulai dari pihak panitia yang menghubungi Karat di kontak yang salah—bahkan setelah Man memberikan alamat imel yang baru, mereka tetap saja tidak memberikan konfirmasi yang jelas mengenai partisipasi Karat. Barulah ketika Karat membaca publikasi pihak panitia di media internet dan cetak mengenai partisipasi Karat—dikabarkan Karat akan berkolaborasi dengan Imel Rosalyn—pihak manajemen Karat yang diwakili Man segera menghubungi panitia. Kalau tidak salah itu sekitar tiga mnggu sebelum panggung bandung World Jazz 2010. Mang Andar sebagai konseptor acara ini memang sempat menelepon Kimung dan ia berjanji untuk segera mengklarifikasi kesimpangsiuran ini.

 

Kepastian mengenai partisipasi Karat di Bandung World Jazz akhirnya didapatkan ketika Djaelani, kurator Bandung World Jazz 2010, mengontak Kimung di media chat Facebook, memastikan Karat maen, tapi kolaborasi bukan dengan Imel Rosalyn, tetapi dengan Sony Akbar, seorang pianis juga. Manajemen Karat segera saja menindaklanjuti kabar ini mengingat waktu untuk berlatih sebelum panggung Bandung World Jazz 2010 tinggal dua minggu lagi. Syahdan Karatpun berlatihlah dengan Sony Akbar band dengan penuh semangat. Kolaborasi ini melahirkan lima aransemen : “Bubuka”, “Burial Buncelik”, “Maap Kami Tidak Tertarik Dengan Politik Kekuasaan”, “Anjeun”, dan satu lagu freestyle ciptaan Sony Akbar Band berjudul “Gelang Sipatu gelang”. Sampai saat itu semua sepertinya sudah jelas dan kami semua berbahagia mengetahui bisa berpartisipasi di acara sebesar ini.

 

Ketidakjelasan mengenai panggung Bandung World Jazz 2010 kembali merebak di empat hari sebelum acara. Simpang siurnya rundown acara mebuat Karat bingung harus maen jam berapa. Namun sampai hari ke empat sebelum acara, Karat dan Sony Akbar Band manggung pukul 15.00 – 15.30. Informasi ini ternyata berubah sehari kemudian, bahwa Karat dan Sony Akbar Band ternyata jadinya main pukul 17.00 – 17.30 menutup sesi ke dua Stage 2 (stage tengah) Bandung World Jazz 2010.

 

Ketidakjelasan dan profesionalitas panitia mulai benar-benar menghantui Karat dan Sony Akbar Band ketika acara soundcheck dilakukan. Jadwal soundcheck Karat yang seharusnya pukul 22.00 ternyata harus molor hingga jam 02.30 dini hari keesokan harinya dan Karat dan Sony Akbar Band harus menunggu giliran soundcheck antara waktu tersebut. Hampir empat setengah jam. Namun hingga saat itu Karat dan Sony Akbar Band masih bisa mengelus dada dan mencoba memahami ketidakprofesionalan panitia ini. Karat dan Sony Akbar Band yakin panitia akan bisa belajar dari keterlambatan ini di panggung pagi hari nanti. Sebenarnya karena kabar yang sangat mendadak mengenai berubahnya jam panggung Karat dari jam 15.00 ke 17.00 membuat Edo penabuh drum Sony Akbar Band tak bisa manggung karena ia harus menunaikan panggung yang lain. Karena itu Sony di kesempatan itu juga mencoba menego panitia agar bisa mengembalikan Karat dan Sony Akbar Band di jadwal semula, pukul 15.00. panitia bilang, karena jadwal yang sangat ketat, kalaupun jadwal bisa dipswitch, paling Karat dan Sony Akbar Band manggung pukul 15.30. untuk itu, Karat dan Sony Akbar Band sepakat untuk datang sejak pukul dua siang.

 

Syahdan, waktu menunjukkan pukul dua dan Karat dan Sony Akbar Band sudah berkumpul di sabuga. Negosiasi Sony untuk mengembalikan jadwal Karat ke semula—pukul 15.00 ternyata gagal, panitia bahkan menyebutkan jika jadwal Bandung World Jazz 2010 molor parah banget waktunya. Slamet Gundono yang bertemu saya di pintu menuju panggung Sabuga malah cerita jika ia baru saja beres manggung. Padahal setahu saya seharusnya Slamet manggung jam 10 pagi. Dan ini sudah jam dua. LO Karat dan Sony Akbar Band, Nurlaela, berkali-kali meminta map atas ketidaknyamanan ini. Karat dan Sony Akbar Band akhirnya bersiap-siap manggung tanpa kehadiran Edo sang drummer.

 

Ketidakpastian semakin menyergap pekat ketika Nurlaela—kembali—dengan sangat menyesal menginformasikan bahwa panggung Karat dan Sony Akbar Band diundur hingga jam sepuluh malam. Gila, diundur 5 JAM dari waktu yang semestinya!!! Namun hingga saat itu Karat dan Sony Akbar Band bisa maklum dan mencoba untuk menerima keputusan panitia yang maha kuasa ini. Lagian tak ada ruginya nonton sajian musisi-musisi jazz sepanjang sore hingga malam itu. saya bahkan sempat pergi dulu untuk manggung bersama Sonic Torment—band death metal saya—di acara Nusantara Skateboarding Competition. Acara ini hanya ngaret satu jam saja. Sonic Torment yang dijadwalkan manggung jam lima sore ternyata manggung habis break Magrib. Namun demikian, pengunduran waktu manggung Karat dan Sony Akbar Band jadi jam sepuluh malam sedikitnya membawa keuntungan, karena dengan demikian Edo yang awalnya tak bisa manggung kembali bisa manggung dalam kesempatan ini.

 

Dan waktu terus berlalu…

 

Jam sepuluh malam, Karat dan Sony Akbar Band sudah siap seratus persen utnuk manggung. Dan waktu terus berlalu. Band demi band berlalu dan ternyata kemoloran acara ini bukan lima jam namun sudah mendekati enam jam. Karat dan Sony Akbar Band tentu saja kesal dengan semua ini. Bagaimana bisa festival semegah Bandung World Jazz yang menampilkan begitu banyak musisi internasional bisa dikelola oleh panitia yang seabsurd ini?

 

Ketidakjelasan semakin pekat saja ketika jadwal ternyata bisa dengan mudah dirobah-robah oleh panitia yang maha kuasa. Saya juga tidak tahu ada apa dengan perobahan-perobahan jadwal dan sebagaimnya yang jelas ini semua merugikan mental manggung Karat. Semngat dan mood yang sudah dipelihara sejak pukul dua siang hingga hampir jam setengah dua belas malam ternyata sama sekali tak dihargai oleh panitia yang maha kuasa. Karat dan Sony Akbar Band masih mencoba sabar sampai saat itu. Hingga kesabaran itu akhirnya habis ketika LO menyebutkan jika setelah band yang manggung pukul 23.00 band dari Afrika, namanya castavaria, Karat dan Sony Akbar Band langsung hajar panggung. Maka di akhir lagu Castavaria, Karat dan Sony Akbar Band berdoa dan mulai bersiap-siap.

 

Ternyata ini berbanding terbalik dengan keputusan panitia acara yang maha kuasa. Setelah Castavaria—atau Kontinental, saya aga-aga lupa—yang ternyata dipanggil naik panggung adalah band lain. Komplet sudah. Jam menunjukkan pukul 00.00. Amarah yang sejak pukul lima sore hari muncul, kini sudah tak terbendung lagi. Namun Karat dan Sony Akbar Band masih mencoba sabar, menunggu hingga band ini usai dan giliran Karat dan Sony Akbar Band tiba. Sepanajng penampilan, takut diserobot lagi sama band lain, Karat dan Sony Akbar Band segera saja naik panggung dan mengeset alat-alat. Dan akhirnya di tengah emosi yang semakin memuncak, Karat dan Sony Akbar Band akhirnya dipanggil untuk tampil. Waktu menunjukkan pukul 00.30 saat itu dan Karat dan Sony Akbar Band bersiap-siap. Namun ternyata masalah lain muncul.

 

Semua mikrofon yang sudah dipersiapkan sejak soundcheck dini hari sebelumnya ternyata sudah diganti dan kini mikrofon-mikrofon itu mati. Ini jelas membuat kekesalan semakin memuncak saja.  Man sempat mengisi waktu memperkenalkan karinding kepada audiens sepanjang menunggu teknis matinya mikrofon-mikrofon ini diselesaikan. Namun demikian masalah teknis tak kunjung usai dan kekesalan kini sudah mencapai titik puncak. Karat dan Sony Akbar Band memutuskan untuk walk out dari panggung bandung World Jazz 2010.

 

Dan begitulah.

 

Bukannya kami lebay dengan melakukan aksi seperti itu. Tapi musisi mana yang tahan menunggu manggung selama TUJUH JAM SETENGAH, sejak jam 17.00 hingga jam 00.30 dini hari, apalagi yang harus dipertahankan di sini adalah mood emosi panggung? Dan ketika kami sudah naik panggung dan bersiap seratus persen manggung, ternyata set yang sudah kami siapkan dari soundcheck semua sudah dirobah oleh entah siapa tak ada yang bertanggung jawab, mengalami gangguan teknis tak nyala mikrofon lagi. Terus terang, mengutip apa kata Mang Jimbot, kami merasa terjajah manggung di sini karena ketidakprofesionalan panitia yang sepertinya terus menerus mendahulukan band-band yang minta didahulukan tanpa mampu menjaga komitmen jadwal yang telah mereka tetapkan sendiri, tak bisa tegas kepada para artis untuk mematuhi jadwal yang telah disepakati bersama, tak bisa Panceg Dina Galur. Apalagi belakangan kami tahu ternyata sama sekali tak ada dukungan finansial buat kami alias kami tak dibayar manggung di acara megah ini.

Kami meminta maap kepada para audiens yang telah datang dan sabar menunggu penampilan Karat dan Sony Akbar Band di Bandung World Jazz 2010. Kami akan menebus ini dengan komitmen merekam lagu-lagu yang telah Karat dan Sony Akbar Band garap dan akan menyebarkannya secara gratis.

 

Kami juga meminta maap dan mengucapkan terima kasih kepada kawan kami Andar Manik dan Marintan Sirait sebagai konseptor Bandung World Jazz 2010, dan terus memberikan dukungan kepada Karinding Attack hingga saat ini. Konsep acaranya semakin keren mangs, congrats! Hanya eksekutornya yang payah dan harus dievaluasi. Saya secara pribadi sangat menyesalkan hal ini. Semoga di lain kesempatan kita bisa bekerja sama lagi dalam atmosfer kerja yang lebih baik.

Kami juga meminta map dan mengucapkan terima kasih kepada Nurlaela, LO Karat dan Sony Akbar Band yang dengan sabar mengatasi masalah ini bersama-sama. Kamu telah bekerja dengan baik, keep up the good spirit dan pantang menyerah! Semoga kita bisa bekerja sama lagi dalam atmosfer yang lebih baik.

 

Akhirnya, di atas segalanya, kami meminta maap kepada kru Karat yang telah dengan sabar mendukung semua upaya pendokumentasian, live recording dan shoot Karat dan Sony Akbar Band di Bandung World Jazz 2010 : Zemo, Ghera, Viki, Kapten Jeks, Casper, Kimo, Wandi. Kalian semua sudah mengorbankan begitu banyak hal sepanjang hari tanggal 6 – 7 November 2010 dan semoga kita bisa belajar dari semua ini sehingga tak menjadi sia-sia. You fukkin rule Fellas!!

 

Terakhir saya meminta map kepada diri saya sendiri untuk menulis seperti ini. Saya perlu mengobati kekecewaan saya yang mendalam dengan bersikap lebay menuliskan unek-unek ini karena begitu banyak perkembangan yang ingin saya poerlihatkan kepada audiens bandung dalam perang besar ini. Saya menyebut bandung World jazz 2010 sebagai perang besar karena ini memang perang dalam skala besar. Hmmm sepertinya kami memang masih harus terus bergerilya.

Well, koran hari ini menyebut-nyebut tentang kolaborasi karinding dalam sebuah band yang dinilai gagal membangun harmonisasi. Ah kamu tak lihat Karat dan Sony Akbar Band aja bung!! Kalau kamu melihat dan mendengar aransemen Karat dan Sony Akbar Band, niscaya kamu akan tergila-gila kepada kami hahahaha…

 

NANTIKAN RILISNYA SESI REKAMAN KARAT DAN SONY AKBAR BAND DALAM “BUBUKA”, “BURIAL BUNCELIK”, “MAAP KAMI TIDAK TERTARIK PADA POLITIK KEKUASAAN”, “ANJEUN”, DAN “GELANG SIPATU GELANG” SEGERA!!!

 

Bandung, 7 November 2010.

 



Comments
  1. […] Notify me of follow-up comments via email. Notify me of new posts via email. KARINDING ATTACK DAN SONY AKBAR BAND MEMINTA MAAP KEPADA PARA AUDIENS YANG TELAH MENUNGGU SEJAK LAMA… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s