JURNAL KARAT # 33, 10 SEPTEMBER 2010 KARAT VS DONOR DARAH PART 3, ANTI KARAT, DAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H MINAL ADIN WAL FAIDZIN, MAY TOMORROW WILL BE BETTER THAN THE LAST ^^

Posted: September 13, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 33, 10 SEPTEMBER 2010 KARAT VS DONOR DARAH PART 3, ANTI KARAT, DAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H MINAL ADIN WAL FAIDZIN, MAY TOMORROW WILL BE BETTER THAN THE LAST ^^

Oleh Jon 666

5 September, Minggu, KARAT VS DONOR DARAH PART 3 FSRD ITB PORCH

Sore itu sesuai permintaan, Karat dan Donor Darah kembali berkumpul di pelataran FSRD ITB untuk berlatih format pertunjukan medley lagu-lagu mereka. Karat yang datang hanya bertiga, Man, Hendra, dan Jawis saja. Yang lain semua berhalangan, tapi Kimung berjanji akan datang. Jam tiga itu ia SMS Man masih dalam perjalanan menuju Bandung, somewhere between Sukabumi dan Cianjur karena bis yang ia tumpangi, ngetemnya parah sekali. Di Donor Darah, Rily sang pencabik bass juga berhalangan hadir. Jeje yang biasa bergitar menggantkan Rily bermain bass untuk sementara.

Tak jadi masalah karena pada intinya Karat masih bisa menyambung lagu-lagu Donor Darah melalui permainan celempung Handra dan karinding Jawis. Man juga jelas penting untuk datang karena vokal adalah elemen terpenting di Karat. Sebetulnya Kimung harusnya datang untuk lebih melengkapi bentuk medley. Smoga ia cepat datang.

Dan lagu-lagu terus dihajar! Pasangan-pasangan medley Karat vs Donor Darah kembali diraungkan. “Donor Bagong” vs “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”, “Pemberontakan Rakuti”vs “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan”, dan akhirnya “Donor Darah Paksa” yang dikesempatan itu karena Kimung tidak hadir, untuk sementara dirobah oleh Hendra dipasangkan dengan lagu “Wasit Kehed”.

Setelah tiga putaran akhirnya menjelang magrib Kimung datang juga. Sambil menunggu buka puasa, Ghera membawakan celempung Kimung di Commonroom karena Kimung yang baru sampai banget tak sempat membawa celempung di Commonroom. Namun karena tak hapal tempat menyimpan si Big Jon, celempung besar Kimung buatan Bah Olot, maka Ghera membawakan Kimung celempung kecil batan Ago Cicalengka. Hmmmm that’s okay. Mantap juga!!

Setelah buka puasa, Karat dan Donor Darah sepakat mengulang satu putaran lagi. Pasangan “Donor Darah Paksa” kembali disepakati dirobah menjadi “Burial Buncelik” untuk menjaga keseimbangan beat dan ruh lagu karena kini Kimung sudah ada untuk bergabung. And here we go!! Satu putaran cukup untuk memantapkan rangka kolaborasi medley Karat vs Donor Darah dan semua sepakat menyudahi sesi latihan sore itu. sambil mendengarkan alunan pengajian dari Masjid Salman menjelang tarawih, semua berbincang sambil menunggu hujan reda. Opi kawan Karat dari Widyatama juga bergabung karena akan buka bareng Kimung sore itu.

Dalam obrolan sore menjelang malam itu Man memberikan influens kepada para personil Donor Darah, projek solonya gitaris Nails. Musiknya noise abis dan itu menjadi bayangan kolaborasi bersama Karat, Donor Darah, Kelas Ajag, dan LSS ITB. Hmmm sebetulnya dalam sesi itu Karat dan Donor Darah juga sudah merumuskan riff dan beat dasar musik untuk kolaborasi. Lagunya mirip “Orgasmatron” Sepultura yang ngetop di medio 90s. Namun demikian, Man akhirnya menawarkan solusi yang sepertinya paling baik : membawakan lagu Karat “Sia Sia Asa Aing”, lagu yang memang sedang digarap karat dan sudah semakin menonjolkan bentuknya sebagai lagu session yang memiliki ruang-ruang luas untuk bereksplorasi atau disusupi suara-suara dari luar sehingga lagu semakin  kaya. Kimung tentu saja menyambut baik cetusan Man. Sebenarnya, sejak “Sia Sia Asa Aing” digarap bersama di Commonroom, ia sudah curiga jangan-jangan lagu ini bisa dijadikan riff dan beat dasar kolaborasi empat grup nanti di konser 10-10-10 Pasar Seni ITB. “Sia Sia Asa Aing” adalah lagu yang sangat sederhana. Dibandingkan dengan lagu Karat yang lain, lagu ini sangat monoton dan justru di sanalah kelebihannya. Dalam sesi monoton, ruang ekspresi sebenarnya terbuka semakin luas, sejauh bagaimana kita bisa mengolah rasa ekspresi yang ada.

6 September, Senin, ANTI KARAT TERUMUSKAN!

Senin malam di pekarangan rumah Kimung, Hendra, Jawis, dan Kimung sudah berkumpul dan tangtingtungtangtingtung. Malam itu rencananya JImbot, Okid, dan Reggie akan bergabung untuk melatih rasa dalam sesi tiup Jimbot dan Okid, sementara Reggie diundang khusus untuk menggarap “Anti Karat”, lagu ciptaan Kimung yang digarap sebagai lagu hiphop. Sudah sejak lama memang Kimung ingin menggarap sebuah lagu dengan Reggie, namun belum saja kesampaian. Semoga melalui “Anti Karat”, hasrat ini bisa tercapai. Selain itu, “Catatan Asmara Aang”, lagu yang bahasana “a” sadayana ciptaan Man juga jadi target utama sesi kali ini. Karat konsentrasi ke “Anti Karat” dulu sebelum Jimbot, Okid, dan Reggie datang.

Lagu ini dimulai dengan beat dasar gong celempung Ki Amenk yang lumayan rapat, seperti gong atau bedug juru kabar kerajaan yang memanggil rakyat agar berkumpul di lapangan untuk sebuah pengumuman. Kimung meminta Hendra dan Jawis untuk mengisi fill celempung anak dengan pirigan-pirigan yang tak teratur namun ditata dengan baik. Lagu ini memang jangan sampai membentuk pirigan celempung yang ngebeat karena selain pirigan celempung Kimung, beat vokal adalah pengganti pirigan celempung anak. Jadi posisi celempung anak haruslah mengisi dan memperkaya tekanan-tekanan vokal. Oleh karena itu posisi vokal di lagu ini menjadi sangat sentral. Kimung yakin, Reggie dapat memahamai aransemen lagu ini dan get along with the celempungs.

Sebelum Reggie datang, Kimung sendiri yang mengisi vokal “Anti Karat”. Tak banyak kesulitan yang ada dalam penggarapan lagu ini. Dalam berbagai sisi, lagu ini mirip “Sia Sia Asa Aing” namun dengan beat vokal yang lebih cepat tentu saja. Ada sesi yang kagok yang harus dimantapkan lagi aransemennya menyambungkan verse ke chorus, namun dalam sesi itu semua bisa dijembatani.  It’s all fine! Lagu ini pasti akan menjadi lagu yang sangat kuat jika sudah beres digarap. Jawis sendiri mengisi karinding untuk lagu ini lebih bebasdan ia megutarakan akan begitu banyak pirigan karinding yang bisaaransemen bersusunan seperti halnya “Gerbang Kerajaan Serigala” untuk “Anti Karat”. Ia hanya perlu bertemu dengan para pemain karinding dan membhuat berbagai pirigan yang bisa menyusun dasar tekanan-tekanan vokal berdasarkan rima yang tertuliskan untuk “Anti Karat”. Semoga bisa cepat tergarap!

Setelah itu giliran “Catatan Asmara Aang” yang digarap. Secara dasar pirigan, lagu ini sudah terbayang. Kendala untuk malam itu, tak ada yang hapal bagaimana melodi vokal Man dalam mengisi lagu ini. Jadinya Kimung, Hendra, dan Jawis hanya meraba-raba saja pirigan celempung untuk lagu ini. Dan aransemen celempung sendiri sebenarnya sudah semakin mantap untuk “Catatan”. Namun demikian mereka akhirnya sepakat menunda menggarap secara utuh pirigan per pirigan setelah ada konfirmasi Jimbot, Okid, dan juga Reggie tak bisa datang bergabung malam itu.

Setelah satu putaran “Gerbang Kerajaan Serigala”—lagu ini semakin mantaps mangs!! Salut mang Jawis!!!—“Sia Sia Asa Aing”, “Ririwa Di Mana-mana”, dan “Anti Karat”, sesi malam itu semakin bebas.

7 September, Selasa Criaauuww, VAKUM

Uhhh semua konfirmasi tak bisa hheuuu.. hanya Man yang datang ke Commonroom. Slasa Criauuww kali ini vakum duyuuuu…

Zzzzzzzzzzzzzz….

10 September, Jumat Kramats, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H MINAL ADIN WAL FAIDZIN, MAY TOMORROW WILL BE BETTER THAN THE LAST ^^

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H MINAL ADIN WAL FAIDZIN, MAY TOMORROW WILL BE BETTER THAN THE LAST ^^

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H MINAL ADIN WAL FAIDZIN, MAY TOMORROW WILL BE BETTER THAN THE LAST ^^

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H MINAL ADIN WAL FAIDZIN, MAY TOMORROW WILL BE BETTER THAN THE LAST ^^

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H MINAL ADIN WAL FAIDZIN, MAY TOMORROW WILL BE BETTER THAN THE LAST ^^

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H MINAL ADIN WAL FAIDZIN, MAY TOMORROW WILL BE BETTER THAN THE LAST ^^

Bersambungs…

Jon 666 10 Playlists : Tarawangsa, The Beatles, Sonic Youth, Bob Marley, Giri Kerenceng, Karinding Attack, Carcass, Fear Factory, The Doors, Malevolent Creation

Books : Winnetou 1, Winnetou 2, The Life of Pi

Movies : Babel, The A Team

Quotes :

Kehadiran Richard Parker juga menjelaskan penyebab tingkah laku aneh binatang-binatang ini. Sekarang jelas bagiku kenapa si hyena tidak beranjak dari tempatnya yang luar biasa sempit di belakang si zebra, dan kenapa dia menunggu begitu lama sebelum membunuh si zebra itu. rupanya dia takut pada Richard Parker yang lebih besar, takut menyentuh makanan jatah di hewan besar. Gencatan senjata sementara yang diwarnai ketegangan antara Orange Juice dan si hyena, serta fakta bahwa aku sama sekali tidak digangu, rupanya juga disebabkan oleh alas an yang sama : di hadapan predator yang lebih superior, kami sama-sama berstatus mangsa, dan ini mempengaruhi perilaku mangsa-memangsa yang seharusnya.  Pi dalam “The Life of Pi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s