JURNAL KARAT # 32, 3 SEPTEMBER 2010 DIALOG KEREN KARAT & DONOR DARAH DAN KONSER KARINDING FOR CHARITY

Posted: September 7, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 32, 3 SEPTEMBER 2010 DIALOG KEREN KARAT & DONOR DARAH DAN KONSER KARINDING FOR CHARITY

Oleh Jon 666

29 Minggu, Collaboration Session with Donor Darah Part 2

Tak seperti minggu sebelumnya, sesi kali ini lancer! Donir darah berhasil mendapatkan darum dan Karat & Donor darah berlatih di koridor samping Lapangan Merah. Well sepertinya kita harus berkenalan terlebih dahulu dengan abnd metal FSRD ITB ini. Donor Darah berdiri sekitar tahun 2007 ketika digelar acara musik sore di FSRD. Personilnya adlaah Tepu pada vocal, jeje pada gitar, fahri pada gitar, rily pada bass, dan tama pada drum. Personil-personilnya campuran anak-anak FSRD ITB angkatan 2002, 2003, dan 2004. Sejak awal mereka sepakat memainkan musik-musik metal yang hingar binger!! Sepertinya mereka adalah penerus generasi hingar binger FSRD setelah era Arian 13 yang sekaran di Seringai, atau Seurieus yang juga bernuansa metal walau komedi.

Latihan sore itu masih kaku. Donor Darah menggeber “Donor Bagong”, lagu yang rencananya menjadi jembatan ke gig Karat, sementara Karat masih bingung sebelah mana mereka harus mengisi fill dalam lagu “Donor Bagong”. Suara distorsi, beat drum, serta dengung bass benar-benar menghempas habis suara karinding dan celempung. Karenanya,s ebelum kahirnya masuk ke lagu yang disepakati akan digarap bersama, Kimung meminta Donor Darah dan Karat melakukan session lagu bebas. Ternyata dalam session itu nuansa blues masih bisa dikejar suara karinding dan celempung. Di tengah session datang Mang Tisna yang sore itu ada jadwal mengajar para mahasiswanya. Karat bersalaman dengan salah satu orang yang snagat kami hormati di dunia ini.

Akhirnya latihan kembali dimulai. setelah refresh bahwa kali ini hanya menyambungkan part terakhir ke Donor Darah ke part awal Karat, semua kembali bersiap. “Donor Bagong” kembali digeber dan Kimung langsung bisa membaca jika lagu ini akan sangat pas jika berdialog dengan “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol” dan benar!!! Lagu ini satu beat dan satu nyawa dengan “Donor Bagong”!!! Donor Darah sempat megaransemen beberapa versi sampai ke versi yang lebih lambat dan bluesy, namun tetap versi metal yang pertama yang paling pas dengan “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”.

Karena session berjalan dengan sangat lancar, Karat dan Donor darah mencoba lagu yang lain untuk disambungkan. Maka “Pemberontakan Rakuti” kini yang digeber. Sejak pertama intro lagu ini dimainkan, Kimung langsung tahu lagu yang paling cocok bersanding dengan “Pemberontakan Rakuti”  adalah lagu “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan”. Selain beat yang lagi-lagi senafas, lagu ini bisa menjadi anti-tesis tema “Pemberontakan Rakuti”. Coba saja bandingkan : “Pemberontakan Rakuti” dan “Maap Kami Tidak Tertarik pada Politik Kekuasaan”, bukankah keduanya berbau aroma kekuasaan? Hanya saja yang satu memberontak pada kekuasaan politis tertentu dengan berperang, sementara yang lainnya memberontak pada kekuatan politis tertentu juga dengan cara apatis dan teriak, “Maap Kami Tidak Tertarik pada Politik Kekuasaan!!!!” Bukankan sebuah dialog yang keren? Hehehehe…

Tak buang waktu, lagu ketiga segera digeber : “Donor Darah Paksa”. Untuk lagu ini Karat agak bingung akan disandingkan dengan lagu apa. Awalnya akan disambung dengan “yaro” namun jelas tak pas karena “Yaro” sangat bernuansa jazz atau pop disko. Kemudian dicoba “Wasit Kehed”. Pun tak nyambung. “Dadangos bagong” apa lagi.yang paling mendekati lagu ini adalah “Burial Buncelik”, namun Donor Darah harus memperlambat tempo ending kick bass drum untuk memberikan ruang masuk bagi Karat memainkan “Burial Buncelik”. Dan Donor darah bisa bekerja sama dengan baik. Setelah sedikit aransemen di bagian outro lagu, maka “Donor darah Paksa” akhirnya sangat nyambung dengan “Burial Buncelik”. Selain dalam hal pola lagu, dalam tema juga kembali senyawa. Coba saja rasakan : “Donor darah Paksa” dan “Burial Buncelik”. Keduanya memiliki unsure keterpaksaan dan kesengsaraan yang sama. Burial Buncelik itu artinya sebuah ekspresi kesakitan luar biasa yang tertahan secara disengaja. Biasanya ekspresi wajah memperlihatkan mata yang melotot, rahang yang tegang bergemeletukan, otot pipi tertatik menegang kea rah mata, kening berkerut, dan otot hidung tertatik ke atas. Mencerminkan orang yang menahan sakit luar biasa. Dan bukankah kita kesakitan jika harus dipaksa berdonor darah? Hahahaha sangat nyambung yah!! Mantaps gan!!!

Sayang, waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam dan Mang Man harus menghadiri buka bersama Bottle Smoker di Commonroom kareana ia diminta memimpin doa. Hmmm semoga minggu depan latihan bisa digeber lagi karena secara abstrak, pola kolaborasi sudah semakin jelas.

30 Senin, Kabar Wawancara Karinding Attack di Trax FM Jakarta

Iis dari Media Indonesia kembali kontak Kimung, meminta siapa kira-kira yang bisa berangkat ke Jakarta untuk diwawancara di Trax FM hari kamis tanggal 2 September. Kimung merekomendasi Hendra, namun Hendra menolak karena harus perform dengan si Karat dalam acara penggalangan dana untuk korban kebakaran Jl Baranang Siang, Bandung yang digarap oleh Yuki Karmila dan Angga Badilz. Iis juga menandaskan jika ia butuh orang muda, sekitar usia SMA atau kuliah yang bisa bermain karinding dan tau kisah-kisah seputar karinding.

Kimung berjanji secepatnya mengabari. Masalahnya, kaum muda di scene banyak yang jago bermain karinding, namun sangat jarang yang kompeten untuk berkisah tentang karinding.

31 Agustus, Selasa Criaww, “Burial Buncelik” dan “Gerbang Kerajaan Serigala” semakin menemukan bentuknya.

Selasa ini Karat kembali berkumpul. Di awal sesi, mang man membuka dengan beberapa evaluasi : laporan keuangan yang disusun Okid, rencana kepergian Hendra ke Trax FM Jakarta, rencana wawancara Ziggy Wiggy Jumat malam, dan rencana teatrikal panggung hari kamis besok. Rencananya untuk mendukung panggung, man akan membuat instalasi yang terdiri dari kompor gas, kompor minyak tanah, dan hawu, dijejerkan, juga rencananya aka nada yang memasak di kompor minyak tanah. Mang man juga secara khusus mengaransemen lirik yang disesuaikan dengan tema pergelaran kamis : “Wasit Kehed” jadi “Tabung Kehed”, “Lagu Perang” jadi “Tabung Perang”, “Burial Buncelik” diganti beberapa part vocal, sementara itu “Kawih Pati” tak mengalami pergantian yang signifikan, hanya sejak awal dipersembahkan untuk mereka yang meninggal akibat ledakan tabung gas elpiji.

Dan maka mulailah Karat berlatih. Sesuai rikues Jimbot, “Burial Buncelik” digarap duluan utnuk menentukan fill in gong tiup dan suling. Kemudian dua lagu “Tabung Kehed” dan “Lagu Perang” digeber sebelum akhirnya “gerbang Kerajaan Serigala” yang sudah semakin fiks, namun masih tetap harus dilatih secara intens di semua lini. Hmmmm smoga samkin baik hari demi hari…

Karat selesai latihan jam setengah sebelas. Kimung, Hendra, Okid, Kiki, Zemo meneruskan sesi bebas memainkan nomor-nomor The Beatles dan Bob Marley. Owww I don’t wanna wait in vein for your love…

1 September, Rabu

Mang Hendra positif berangkat ke Jakarta jam lima sore sehabis manggung di GIM. Ia berangkat ditemani Mang Tahu.

Kimung merumuskan essay “KARINDING UNTUK PENDIDIKAN”.

2 September, Kamis, Kepedulian Karinding terhadap Korban Kebakaran Jl Veteran : Karmila Project & Solidaritas Independen Bandung

Konser amal ini diotaki Yuki Karmila yang kemudian dibantu Angga Badilz. Awalnya adalah keprihatinan Yuki ketika suatu malam setelah kebakaran ia melewati Jalan Veterand an mendapati begitu banyak anak kecil yang mengamen di malam hari. Ketika Yui parker dan mengajak ngobrol beberapa anak, mereka ternyata adalah korban kebakaran Baranang Siang – Veteran. Ini tentu saja sangat menyentuh dan Yuki merasa ia harus melakukan sesuatu.

Maka selama seminggu sebelumnya, ia berencana mengamen di kampus UPI untuk mencarid ana sekedar meringankan beban korban kebakaran. Namun banyak suara menyarankan untuk membuat charity di level yang lebih besar. Maka, Yuki mengontak Angga Badilz dan Kimung untuk membantunya membuat sebuah konser charity karinding untuk korban kebakaran. Ia juga mengontak Mang Tisna Sanjaya untuk ikut berpartisipasi yang segera disambut hangat olehnya. Yuki dan Badilz juga direkomendasi menghubungi Solidaritas Independen Bandung (SIB), menemui Addy gembel dan Reggi untuk membantu kelancaran acara.

Awalnya konser ini akan digelar hari Minggu, namun urung karena berbagai persiapan belum matang. Namun demikian, Yuki dan Angga Badilz terus berkomitmen menggelar acara ini. Mereka lalu mengest dua kali sesi acara, yang pertama hari Selasa tanggal 31 Agustus, acaranya adalah kolaborasi mang Tisna dengan musik karinding di lokasi kejadian kebakaran. Yang diplot bermain karinding adalah Karat dan Karmila. Namun karena Karat banyak yang berhalangan, maka yang berkolaborasi dengan Mang Tisna hanya Karmila saja. Karat rencananya akan berkolaborasi dengan Mang Tisna di hari Kamis. Lukisanyang dilukis Mang Tisna selama karmila maen akan dilelang dan uangnya diberikan kepada korban kebakaran veteran. Untuk itu, foto lukisan langsung disebar di Facebook dan Twitter, berharaps emoga ada seorang dermawan yang akan membeli lukisan itu. Waktu yang kedua, ya hari Kamis ini. Adalah acara ngamen mengumpulkan dana untuk korban, sekaligus lelang lukisan, dan beberapa barang kecil seperti karinding Man Jasad, dll. Untuk acara hari Kamis ini ada empat band yang akan berkontribusi, yaitu Liven Up, Klopas, Karinding Militan feat Prima Tiga Pagi, dan Karat.

Siang menjelang sore itu cuaca mendung, namun Gedung Indonesia Menggugat mulai dipadati massa karinding. Satu demi satu berdatangan untuk menghadiri konser amal tersebut. Karmila tampak sedang mengecek tata suara dan alat-alat panggung, sementara Man menyiapkan properti performance artnya, berupa hawu, kompor minyak tanah, dan kompor gas di pelataran panggung. Ia memang rencananya akan memasak sambil manggung.

Akhirnya MC Addy Gembel membuka acara, dimulai dengan sambutan dari Angga Badilz mewakili SIB sebagai penyelenggara. Beberapa sambutan lain dari Gedung Indonesia Menggugat dan Karang taruna lokasi kebakaran terleatkan karena yang bersangkutan datang terlambat. Untuk itu, acara segera saja ke perform. Liven Up tampil pertama membawakan musik pop yang asik untuk sore hari itu. liven Up adalah Indri pada vokal, Amri pada gitar, Ega pada gitar, Ariq pada kibor, Arif pada carjon, dan Rio pada bass. Awalnya adalah kebersamaan Indri, Amri, dan Rio sebagai sesama anak SMA 20, namun Liven Up sendiri kemudian berdiri Juni 2010. Kini mereka bermarkas di Lombok 27. Liven Up membawakan tiga lagu mereka sendiri, “Apakah Ini Cinta”, “Bersama Dirimu”, “Sahabat Sejati”, dan satu lagu dari Radiohead “High and Dry”.

Penampilan selanjutnya adalah, Klopas. Kang Agus dan partnernya tampil di panggung menenteng gitar dan menghangatkan sore itu dengan nomor-nomor lawas dari Iwan Fals. Uuhh sangat cocok dengan kondisi Indonesia padahal lagu-lagu Iwan Fals ini diciptakan sekitar tahun 1980an. Hmmm atau jangan-jangan kondisi di Indonesia sebenarnya tak pernah berubah dari waktu ke waktu dan hanya kita saja yang selalu tertipu oleh kesan-kesan perubahan yang berhasil dibangun politik citra republic mimpi ini? Hmmmm a hell…

Karat manggung berikutnya. Awalnya Karat diplot maen terakhir namun karena Hendra harus segera berangkat naek travel jam 5 menuju Jakarta untuk wawancara Trax FM mewakili Karinding Attack dan juga komunityas karinding lainnya, maka Karat meminta Karmila untuk diseling. Untunglah mangs karmila bisa mengerti dan mempersilahkan Karat mempergunakan waktu mereka. Karat kembali mengundang Mang Budi Dalton salah satu guru kasundaan Karat dan tokoh yang sangat dihormati di scene jalanan oleh Karat, untuk mengisi Rajah Bubuka. Keberadaan mang Budi Dalton di panggung bersama Karat selalu sangat membantu secara mental. Sepertinya energi Karat bertambah berlipat-lipat jika mang Budi Dalton merajahkan doa untuk si Karat dan semua yang hadir di sana, di mana-mana. Rahayu Mang Budi!!

Seusai rajah, Karat tak membuang-buang waktu langsung menggeber panggung dengan “Tabung Kehed” plesetan dari “Wasit Kehed”, kemudian “Burial Buncelik”, “Lagu Perang”, dan akhirnya “Kawih Pati” Seberes manggung, hendra langsung ciaaooww brangkits menuju Jakarta. Tiba di Jakarta, mang Hendra langsung diwawancara Marsya dari Trax FM dan Iis dari Media Indonesia mengenai dinamika karinding di Kota bandung sampai akhirnya bergelora ke mana-mana. Oww ya Hendra diwawancara bersama penggiat musik keroncong juga.

Usai manggung, Kimung menghampiri Mang Budi yang sedang asyik SMSan. Kimung menceritakan rencana recording Karat di Kawe pertengahan September dan meminta kesediaan mang Budi untuk mengisi Rajah Bubuka di sesi recording nanti di Kawe. Ternayta Mang Budi menyambut ajakan Kimung! Whaaa trimakasih Mang Budi!! Rahayu slalu untuk Mang Budi!!!

Setelah itu giliran Karmila menggeber panggung sekaligus menjadi penutup panggung sore itu. satu demi satu personil Karmila naik panggung : Kukuh, Akay, Maul, Acef, Trisna, Ntex, Alep, dan Yuki tampil. Mereka menggebar audiens dengan lima lagu mereka berturut-turut “Muringkak Bulu Punduk”, “Manunggalih Kaula Gusti”, “Persib Militan”, dan dua lagu yang merupakan kolaborasi ga Pagi, “Sembah Sayati”  dan “Yes We Are Lost in Our Hometown”.

Setelah Karmila, Man Jasad kemudian tampil memimpin lelang, diteruskan Reggie memberikan sedikit wawasan mengenai kebijakan pemerintah yang tolol tentang konversi minyak tanah ke gas yang ia sebut sangat berbau kapitralis dan memang itu adalah kebijakan kapitalistis total dari SBY seorang presiden pembimbang di Indonesia.

Ini cuplikan wangkong Kimung dengan Yuki Karmila, “sang otak” di balik acara ini :

Me

kmh dongengna cnh ttg acara kamari teh? ti awal aya ide smp ka akhirna terselenggara.

10:53amYuki

jd begini ceritanya :

awalnya si karmila memang mau bikin acara kekecilan di kampus,kumargi sangat prihatin melihat akibat kebakaran di jalan veteran

10:55amMe

trstrs,,???

10:55amYuki

saya tau soal vetrean awalna tidak sengaja lewat k daerah jalan veteran dan melihat polise line dan banyak anak kecil yang ngamen. pas besokna diskusi soal apa yang terlihat semalem. ternyata salah satu temen saya tinggal di daerah saya. eh punten lepat sanes tinggal di daerah saya. di daerah veteran nu kabakaran eta maksadteh. Heheheh lanjut :.. tras enjing siangna ngalangkun deui ngahaja ka jl veteran dan ternyata memang lumayan menghawatirkan kondisi pasca kebakarana. tidinya gaduh ide kango ngayaken tatabehan kecil di wilayah kampus kango ngahimpun dana dengan tujuna bisa menunjukan kapadulian sambil sakedik ngabantos nu peryogi dibantos. tapi sebagian teman2 kampus menyarankan buat bikin acara di luar,ngarah bebenangana gede cenah. akhirna “dengan prinsip kagok hideng negro sakalian” saya memberanikan diri untuk menggelar acara charity dengan mengajak amang2 saya di Karat.. serta meloby tisna sanjaya untuk beratisifasi di acara amal ini mang. dan alhamdulillah.. berkat dukungan dan kerjasama dari amang amang di Karat acara ieu berjalan lancar dan sakses. hatur nuhun pisan. \m/

Me

wew sami2 mangs!! all best regards!! trs kmh dongeng proses penggarapan acarana

ti mulai dugi ka akhirna janten di GIM

Yuki

Ngawitna kami sareng mang badil diskusi soal siapa yg ngisi acara dan bagaimana. aya hasil weh urg ajakan mang amang di Karat kenbae era ge nu penting niat alus..kitu tah mang bahasa ker eta teh

11:27amMe

hehehehe trus trus?

Yuki

adi weh,,, sya cologogs datatng dan meminta toong ka amang2 Karat.. tapi alhamdulillah tanggepan ti Karat luar biasa. mang utun mang eman mang hendra dan dedy sanagat menyabut baik niat si kami. nuhun pisun. saatos aya kasepakatan sareng Karat nembe saya ngolo ka mang tisna sanjaya. dan beliaupun saatos pendak jeng ninggal foto2 di tkp jl veteran keluar ucapan “anjing goblobnya ieu gara 2 gas”

Me

hallahh dedy hahahahaha. trus trus..?? hallahh dedy hahahahaha

11:31amYuki

tos kitu nembe weh ngemutan kango tempat. aya sababaraha opsi awal ti saya sareng mang badil. nya eta si kampus upi,d cr sareng di brewok ( braga city walk)

Yuki

ngan alhamdulillah nateh dedy dan mangs utun memberi jalan biar bisa menggelar di gim saja. dedy nya wilda, hihiihih.. acara di kondisikan buat 4 hari kedepan tepatnya hari minggu. acara di kondisikan buat 4 hari kedepan tepatnya hari minggu. tp setelah ngobrol sama mang man hari minggu ternyata tidak memungkinkan buat tampil karena Karat ada jadwal lathan d sr itb. jadi saja acara di sepakati tanggal 2 septmbr 2010. hari jumat malam pamflet elektroniks via fb mulai di naikan dan alhamdulillah dapat respon positif sampai sya merasa terharu melihat isi inbox mang angga seorang agus ompong sangat berniat untuk ikut berpartisipasi :'(sangat luar biasa

Me

emg naon eusina mang..??

Yuki

mang agus ompong berniat ikut berpartisipansi dalam acara charity tersebut. terharu atuh da saya amh asa teu ka emutan bade ngulem saha wae kango pengisi acara ternyata mang agus ompong bersedia. alhamdulillah… di tambah pa kims sms liven up mau ikut jg. yess voklisnya cuco. kemarin saya salaman 10 detik. ngan mang jimbot manggil jadi weh rencana 20 detikna lenyaps hihihihih

11:46amMe

Hahahahahahahahaaa indri namina mangs hihihihi

Yuki

edans dan luar biasa kang tisna ternyata malah ngajak melukis di tkp. tapi syaratna mau di iringi karinding. prosesi dilaksanakan hari selasa. dari mulai hanif smpe ibu yuyu datang. ke tkp dan sukses.. media masa pajulibeut datang motret wawancara oge. judul lukisan ” mimpi aisyah” di lelang dengan penawaran awal 500 sak semen. mang maaf dia atas ada tulisan hanif sampe ibu yuyu itu salah . bkn hanif tp gustaf. dan setelah smua prosesi di tkp selesai barulah kita memikirkan bagaimana teknis pelaksanaan

Yuki

dan setelah smua prosesi di tkp selesai barulah kita memikirkan bagaimana teknis pelaksanaan. apa jadinya kalo acara ini tanpa ada bantuan dari SIB. solidaritas independent bandung. mang addy gembel nuhun supurtna… mang addy slalu ngasih masukan harus bagaimana acara ini biar bisa terselenggara dengan sips. malah beliau bersedia jadi mc. hatur nuhun addy gembel salam hormat akuh

Yuki

hari kamis 2 september 2010..pagi pagi saya dan mang badil sudah but bet loading barang dari cr ke gim. masang panging, neting sound di bantu kang evra dan kang hanif, di gedung indonesia menggugat kami kerja rody demi membangun istana di surge hahahahahahah.. akhrina panggung dan persiapan rampes..tapi hari itu kang tisna sanjaya menelepun idak bisa hadir, menginjak jam 3 mang adi membuka acara dengan sambutan dan pihak gim dan dilanjut sama si beautiful sinnger bersama band nya liven up… trus di sambung dengan acara masak dengan hawu mang man.. mantaps!! lanjut ke perform dari mang agus ompong dngan klopass setelahnya penampilan dari Karat, dan terakhir penampiln dr karmila

Me

Hehehehe great show mangs!!! trus trus??

12:30pmYuki

trs habis itu di umumkanlah barang barang yang akan di lelang beserta no telpun yg bisa di hubngi untuk proses pelelangan tersebut, jadi

12:30pmMe

oww nya, barang nu dilelang teh naon wae..??

12:32pmYuki

ada lukisan ” mimpi aisyah – tisna sanjaya, tabung “tersangka” 3kg-dari warga korban, karinding pertama man jasad, celempung pertama yang bisa di buat dan berbunyi pula-karmila” mungkin perform dari kita semua sdah selesai tapi perjuangan dan semangat kita smua buat duduluran dan sailih asih belum berakhir mang, proses lelang di buka sampai termin 1 bulan.

12:34pmMe

yea its just a beginning mangs!!! hajar terus!! dana terkumpul sbrh kamari mangs?

12:35pmYuki

hanca!!!! kemarrin di lokasi 500rbu lebih mang dan satu juta dari kang emil yg belum di ambil

12:36pmMe

oww sips mangs jd total 1,5 jt?

12:36pmYuki

kurang lebih dan lukisan kang tisna kmrin ada yg nanyain. cman mslh kelanjutan itu sama ibu yuyu dan mang eman. eman=man salah ketik trs hhihi

Me

oww sips kl gtyuu. anythin else ttg acara kmrn? yg pgn dicritain tp ak lupa nanya gtyuu..

12:38pmYuki

iya mang ada, nama vokalis liven up siapa?? Hahahahah hereuy mang… paling inti dari acarana… bukan dari masalh besar kecil kita nyumbang atau dapet berapa, tapi mudah2an bisa jadi satu hal yang baru dan bisa jadi pemicu buat satu dan lain hal yang lebih besar yang berhubungan dengan kapadulian,duduluran dan spirit nyunda. rahayu

Me

rahayu mangs! ttg vokalis liven up, lainna tos disebatkeun ku mai td diluhur..??? waaah pangaruh dc jd teu nepi yeuhh hahaha indri namina mangs hahahaha

12:43pmYuki

teu aya mang.. woooooowwww…. indri setiawan hahahah hereuy mang ampunnn

12:43pmMe

hahahahahahahaaaa cociks mangs hahahaha next question, ari karmila teh saha wae? kmri maenkeun lagu naon wae? berurutan yess…

12:44pmYuki

KARMILA :

1 kukuh

2 akay

3 maul

4 acef

5 trisna

6 ntex

7 alep

8 yuki

LAGU NA :

1 muringkak bulu punduk

2 manunggalih kaula gusti

3 persib militan

4 sembah sayati

5 yes we are lost in our hometown

karmila di dua lagu terakhir feat prima t tigapagi mang

12:47pmMe

oksoks,

ari dongengna tiasa feat srg prima kmh tah di acara ieu…

Yuki

ieu acara kadua nu d kolaborasi antara karmila jeng tigapagi. nu pertama di the djamoe 4# kita bikin 32 lagu baru (tertidur,smunda) dan satu rilis ( tangan hampa kaki telanjang ). jadi pas aya acara ieu aranjena ge ku kami di ajak nagn anu dua deui nya eta sigit sareng eko berhalangan janten weh prima hungkul, menghasilkan 2 lg baru lagi mang.. ( sembah sayati dan yes we are lost in our hometown)

mang itu lepat ketik bukan 32 lagu tapi 2 lagu ( di wancana petama kolaborasi sama tigapagi di the djamoe 4#), punten hihih

heeeuuppp… hehehehe… nantikan edisi chat kami selengkapnya soon goddamn soon!!! Hahahaha…

oww yaa di acara ini juga Kimung mulai menggulirkan wacana penggarapan merchandise Karat yang lain dari merchandise umum. Pembuatan sesuatu hal yang tradisional namun tetap disesuaikan dengan gaya Karat yang jalanan : batik!! Yaa, ini memang sudah jadi cita-cita Kimung dan juga merupakan amsukan dari hana sang istri. Daripada menggarap merchandise yang seperti itu-itu saja, kenapa Karat tidaks ekalian bergerak di ranah pelestarian desain tradisional saja? Dan yang paling tepat tentu saja batik! Selain itu Karat juga mencoba meraih para pengrajin dengan berencana produksi tas dan sandal tradisonal yang didesain bergaya mantaps!! Hmmm smoga bisa segera direalisasikan ^^

3 September, Jumat Kramats, fiks Sia Sia Asa Aing!!

Jumat mala mini Karat dijadwalkan wawancara Ziggy Wiggy. Yang berangkat wawancara adalah Man, Ki Amenk, Jawis, Hendra, dan JImbot. Kimung, Okid, dan Mang Utun tak dapat hadir. Wawancaranya sendiri digelar di bilangan Cikapayang, di pusat keramaian anakmuda, seputar klip Hampura Ma II, film documenter karinding karya Under Pic, dan video tutorial permainan karinding Mang Hendra. Hadir pula di sana Toto, Yuki karmila, Angga badilz, Viki, Ranti, Ghera, dan beberapa kawan lainnya. Kimung dan Okid datang ketika wawancara sudah beres hahahaha…

Rombongan kemudian bertolak ke Commonroom untuk lanjut ke sesi latihan. Di sesi ini “Gerbang Kerajaan Serigala” semakin fiks dalam arti semua personil sudah semakin nyaman memainkan lagu ini.  Latihan kemudian berlanjut ke fiksing “Sia Sia Asa Aing” yang sudah semakin menunjukkan bentuknya. Walau masih beum ketemu harmonisasi yang pas dari lagu ini terutama dalam sesi  waditra tiup, namun secara umum Sia Sia Asa Aing sudah mendekati abstrak nyatanya. Lagu ini adalah lagu palid karena disetting monotone oleh Kimung dan mmberikan ruang seluas-luasnya bagi permainan karinding yang bebas dan eksplorasi olah vocal dari guttural, growling, screaming, sampai teriakan lantang ala Alex Newport, Trent Reznor, atau Max Cavalera.

Setelah dirasa cukup, Karat kemudian menggarap lagu ciptaan Mang Man yang bahasanya “a” sadayana, “Catatan Asmara Aang”. Pola karindingnya mirip dengan pola karinding yang diaransemen dalam lagu “Tiga Titik Hitam” dengan berbagai aransemendi sana-sini terutama di sesi celempung dan waditra tiup. Untunglah Mang Jimbot dengan jenius bisa menangkap nyawa lagu ini walau ketawa-ketawa terus hahahahaa…

Bersambungs…

NEXT : Sesi latihan bersama Donor Darah di FSRD ITB, sesi latihan di halaman rumah Kimung, dan selamat hari raya Idul Fitri 1431 H, mohon map lahir dan batin!!!

Jon 666 10 Playlists : Tarawangsa, The Beatles, Sonic Youth, Nat King Cole, Koil, Forgotten, Fugazi, Giri Kerenceng, Fear Factory, Karinding Attack

Books : Riwayat Perjuangan KH Ahmad Sanusi oleh Miftahul Falah, Senjakala Berhala by Friedrich W Nietzsche

Movies : The Expendables, Heat

Quotes :

“Ini negara bodoh yang sangat aku bela”, “Sistem kepemilikan”, Julius Aryo Verdiyantoro, Koil

“We Owe Yu Nothing, You Have No Control!” “Merchandise”, Ian MacKaye, Fugazi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s