JURNAL KARAT # 30, 20 AGUSTUS 2010, KARAT VS UNDER PIC MUTTAFUKKA KICK ASS!!!!

Posted: September 2, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 30, 20 AGUSTUS 2010, KARAT VS UNDER PIC MUTTAFUKKA KICK ASS!!!!

Oleh Jon 666

Selasa, 17 Agustus, Gerbang Kerajaan Serigala Session  3

Selasa ini Karat rencananaya latihan di Commonroom jam tiga sore sambil ngabuburit. Commonroom tampak lengang dan sepi walau sedang ada pameran saat itu. Gustaff dan JImbot tampak bersiap-siapmelakukan session di ruang dalam Commonroom. Session papalidan untuk merekam beberapa suara untuk dijadikan sampling. Hmmm…

Karat sedniri akhirnya mulai latihan mulai jam setengah lima. Setelah tiga putaran, Ki Amnek akhirya dating dan bergabung melengkapi aansemen karindin pirigan triplket yang sudah ia susun bersama Jawis. Setelah empat atau lima putaran Karat break. Jimbot yang sedang session bersama Gustaff di dalam Commonroom akhirnya bergabung dan diberi wawasan tentang part-part suling atau lat tiup lain yang sekiranya akan digunakan dalam Gerbang Kerajaan Serigala.

Kamis, 19 Agustus, BOH session.

Pagi ini Okid ke Bah Olot untuk meminjam berbagai alat musik bambu untuk dipajang di acara. Okid tahu betul jika acara besok—sukuran kelulusan Kapten Jek, loncing DVD tutorial karinding oleh Mang Hendra, dan loncing klip hampura Ma Part II Karat—pasti dihadiri khalayak yang banyak. Ini tak disisa-siakan untuk memperkenalkan beragai alat musik bambu yang sepermainan dengan karinding, terutama yang diproduski sang maestro, Bah Olot.

Rencananya Karat juga latihan kamis sore ini, tapi entah kenapa tak jadi. Namun demikian, Karat tetap berkumpul untuk persisapan esok harinya.

Malamnya Okid dating membawa alat-alat musik Bah Olot dan segera mengesetnya di ruang depan Commonroom. Ki Amenk juga dating malamnya memawa celempunguatannya untuk Kimung. Celempung yang mantap. Ukurannya leih besar dari celempung kimung yan baru buatan bah olot tapi lebih pendek. Suara goongnya sama persis, satu nada.

Trims Ki Amenk. Hajarhajarhajar!!!! Juara ini celempung!!!

Jumat Kramats, 20 Agustus

Akhirnya hari jumat tiba. Sejak pukul dua karinding attack dan kru sudah bersiap di Commonroom. Acaa akhirya dimulai jam tiga lebih, dimulai dengan sambutan oleh Gustaff dari Commonroom sebagai tuan rumah. Ustaff sedikit flashback, mengulas workshop karinding oleh Bah Olot tahun 2008 di Commonroom sampai sejarah Karinding Attack. Masuk ke fenomena yang sama di berbagai daerah di Bandung dan sekitarnya dan kahirnya ke pembuatan film documenter karrinding, tutorial, dank lip. Gustaff berharap ini bukan upaya pendokumentasian yang pertama dan terakhir tapi akan dilanjut dengan berbagai upaya pendokumentasian karinding lainnya. Gustaff juga menyoroti bahwa ekspansi karinding ke ranah video merupakan gejala avant-gardisme dalam perkembagan musik di Indonesia dan perlawanan perkembangan musik secara mainsream yang didominasi instrumen modern dari Eropa dan Amerika. Ini juga jelas merupakan kontribusi terhadap konstelasi global, di mana pada akhirnya hubungan lokal dan global semakin cair, membentuk semangat kebebasan untuk mengembangkan karya terbaik.

Selamat untuk Under pic untuk perilisan film-filmnya!!!

Setelah itu, sambutan dilanjutoleh dari Kapten Jek dari Under Pi cyan tetap saja malu-malu. Ia mengucapkan terimakasih atas kedatangan semua audiens dan bercerita mengenai penggarapan karya-karyanya tentang karinding dan keangannya akan masa pertama kali berkenalan dengan Karat.

Sambutan lalu dilanjut oleh Man mewakili Karinding Attack yang menegaskan bahwa degan adanya upaya-upaya yang dilakukan oleh kolaborasi Under Picure dan Karinding Attack semoga kesenian tradisional aawian tidak dipandang sebelah mata, semua masyarakat bias menjaga dan mengembangkan karya tradisional, karya-karya ini diharapkan menjadi trigger terhadap kemajuan alat musik bambu, dan ditutup oleh ucapan selamat dan teruma kasih kepada Under Picture. Man juga tak lupa mengajak audiens untuk sejenak berdoa atas meninggalnya Aang Kusmayatna atau Kang Ibing dengan membaca Al Fatihah bersama-sama.

Setelah iu, tanpa berlama-mala, MC Luna Ranti segera saja mengajak audiens menonton film documenter “Karinding Alunan Merdu Instrumen Bambu”. Film ini menampilkan sejaah dan fungsi karinding menurut Abah Olot dilanjut dengan sejarah karinding versi Abah Olot, alat musik lain yang sepermainan dengan karinding, filosofi dari bentuk karinding, jenis di Jawa Barat berdasarkan bahan, bambu dan kawung (aren), karinding dan dunia mistis, proses pembuatan karinding oleh Bah Olot, tata cara bermain karinding dari cara memang karinding, cara memukul karinding, posisi mulut, cara mengatur napas ketika memainkan karinding, hingga belajar karinding bersama bah olot, dan erbagai pirifgan yang digunakan dalam permainan karinding Bah Olot, tonggeret, gogondangan, iring-iringan, rereogan, serta pesan abah olot untuk generasi muda sunda.

Film kemudian berlanjut ke markas Karinding Attack, dimulai dengan frame Man yang mengisahkan markas dan kehidupan karinding attack, komunitas, dan kelas karinding yang digagas karinding attack, kecenderungan siapa saja yg bermain, frame mang hendra yang mengisahkan kelas karinding dan arbitrasi sekitar Bandung yang tertarik belajar karinding di Kekar, serta latar para pemain karinding di Kekar; Mang Utun yang mengisahkan sekilas sejarah karinding dan bandung death metal syndicate, fenomena kekar dan wabah karinding. Film ditutup oleh pesan Man kepada nonoman untuk bangit tuktek dek saha wae posisna naon wae babarengan keur bangsa ieu, pesan Mang Utun “Sunda kiwari nyanding bihari, kudu nyaho karakter sunda, karakter leluhur sendiri” dan pesan Mang Hendra “Ulah hilap ngamumuyle budaya indung siorangan, jati kasilih ku junti!”

Sehabis film documenter, pemutaan film berlanjut ke Behind the Scene penggarapan klip hampura Ma Part II, yang menayangkan Man, Andra, kru Under Pic, take per take, berbagai take session selama shooting, dan dilanjut dengan pemutaran klip Karinding Attack Hampura Ma Part II. Audiens tampak antusias melihat tayangan ini, dan ketika klip berakhir, Karat dan Under sama-smaa berdiri untuk saling bertukar kado, serah terima rasa terima kasih : DVD klip Hampura Ma Part 2 diterima oleh Man, poster klip diterima Ki Amenk, piagam ucaan terima kasih untuk film documenter “Alunan Merdu Instrumen Bambu” diterima Jimbot. Karat memberikan celempung dan karinding untuk Kapten Jek, Andra, dan Ilva.

Acara berikutnya adalah penampilan Karinding Air Mata atau Kramat yang merupakan anak-anak Kelas Karinding asuhan Mang Hendra. Kramat terdiri dari enam pemain karinding, satu pemain suling, dan sau pemain celempung. Mereka membua pertunjukan malam itu dengan lagu klasik “Sabilulungan” dengan pirigan standar, dilanjut dengan lagu ciptaan sendiri mengalun seperti lagu Sunda lazimnya, puji-pujian terhadap Allah dan Rasulullah, doa selamat untuk ayah ibu. Lagu terakhir, Kramat bermain dobel celempung, membawakan lagu “Jampe-Jampe Harupat” dalam aransemen sendiri yang rancak. Ini merupakan doa-doa keselamatan bagi semua mahluk dan benda di alam dunia.

Sambil menungu waktu buka, acara kemudian dilanjutdengan dongeng Kimung mengenai sejarah karinding. Ini merupakan hasil risetnya selama dua bulan sebelum acara dan bukan merupakan riset yang sudah tuntas. Dapat dikatakan ini adalah langkah awal menuju riset karinding yang lebih serius dan lebih objektif. Acara break dulu untuk buka puasa. Audiens saling berbaur, bersilaturahmi, saling berknalan dan mendekatkan diri. Kimung tampak ermain celempung bersama salah satu kru Under yang selama ini banyak sekali membantu riset dan pengarapan film-film Under Pic.

Setelah Adzan Magrib dan buka puasa, Karat kini yang tampil. Dibuka oleh Rajah Bubuka yang menampilkan Mang bUdi Dalton sang presiden Brotherhood untuk merapalkan rajah, Karat menghajar audiens sepuluh lagu mereka. HAJAR MANGS!!!!  Acara kemudian benar-benar dituutp degan pemutaran film DVD Permainan karinding oleh Mang Hedra.

Uhhh sebuah acara yang sukses besar dilihat dari jumlah penonton yang mencapai dua ratusan orang dan semua terus bertahan dari awal samapi akhir acara.

Mantaps!!! Salut untuk semua audiens yang hadir!!! Hellyeah!!!!

Bersambungs…

10 Playlists Jon 666 : Tarawangsa, Burgerkill, Koil, Jasad, Faith No More, Disinfected, Forgotten, Janis Joplin, Jimi Hendrix, The Beatles

Books : Senjakala Berhala by Friedrich W. Nietzsche

Movies : The A Team

Quotes : No One Here Gets Out Alive, 521 The Doors

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s