JURNAL KARAT # 29, 13 AGUSTUS 2010 : BERGURU KE BAH OLOT SANG MAESTRO DAN BERBAGAI RENCANA…

Posted: August 14, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 29, 13 AGUSTUS 2010 : BERGURU KE BAH OLOT SANG MAESTRO DAN BERBAGAI RENCANA…

Oleh Jon 666

8 Agustus, Minggu BERGURU KE BAH OLOT SANG MAESTRO…

Ini jurnal perjalanan yang ditulis Iyank Sundanesse Metalcore di http://www.facebook.com/notes/iyank-sundanese-metalcore/road-to-bah-olot-wisata-rohani-ke-rumah-abadi-sang-rockstar-scumbag-and-panggung/409525667214. Enjoy,

Road To Bah Olot, Wisata Rohani Ke Rumah Abadi Sang Rockstar -[Scumbag]- And panggung Sonic Torment

Hmmm tgl 8 agustus 2010,ya ya ya pagi itu saya bergegas bangun jam 8 pagi buat prepare untuk ikut serta rombongan karat singgah dan tertawa di vila sang maestro karinding Abah Olot. Pagi yang cukup berat dan di sertai keraguan untuk ikut gabung karena hari yang acara keluarga besarpun dilaksanakan, tapi karena keinginan dari sejak beberapa lama untuk gabung di acara munggahan kali ini, saya putus kan untuk tetap ikut.hmmm ngareeettt?hahah pa kimung pun terlambat heu…. jam 10 sayapun nunggu rombongan di daerah ci biru deket kosan anak anak,untung uje yang pagi itu sedang nunggu kiriman barang dari kuningan sedang duduk di pinggir jalan dengan beberapa batang rokok nya,mari isap asap itu kawan,nyalakan alat bakar dan mari menunggu.haha kita sama sama menunggu ang.

Hmmm lama takunjung datang pakims, saya pun beranjak ke kosan,sms pun diterima.tanda pa kimung sudah nyampe cibiru. Mari berangkat… heheh ternyata pakims seorang diri,hahah hajar sajah… dijalan pun bersenda gurau di atas tunggangan masing masing.hmmm pecut pakims… hahah… “ka dangder heula yank” saut pakims, oke hancas mangs. Di jalan saya bertanya dalam hati mau kemana dulu kita berdua??? Tp mari kita ikut sajah.tiba daerah dangdeur cicalengka,saya di bawa pakims ke sebuah pemakaman. Heuh… dan saya pun langsung ngeuh, ya benar -[sumbag]- sempat sedikit pusing nyari satu makam di tengah ratusan makam dan akhirnya ketemu juga.mari bersihkan… kami pun serentak membersihkan makam sang legendaris. pakims pun merawat makam itu,membersihkan,seolah olah dia sedang menyapa dan membelai lembut sang soulmate dan bercerita bahwa “si BK biasana tiap munggah sebelum puasa sok jarah kadieu,urg ges lila teu kadieu”. Asli terharu, walau saya ga pernah tau kedekatan mereka sebelumnya, tapi kabayang pisan mereka dulu bukan sekedar sahabat, tp keluarga dan bahkan sodara yang selalu ada (dalam benak saya) hmmm a friend indeed “Pa punteun pimpin Doa na” saut pakims ke salah seorang penjaga makam, dan kamipun berdo’a tentunya semoga semua amal ibadah diterima disisinya dan mendapat tempat yang baik di alam sana amin ya allah ya rabbal alamin. Ta berhenti di situ,sayapun dengar pa kimung sedikit memberi tahu kepada anak anak kecil yang ada di sekitar makam “ieu the makam rock star” yess he is a legend pakims,sayapun sangat setuju.

Oke,mari beranjak dari wisata rohani yang cukup mengharukan. Bah Olot, we are coming… Haha hari yang baik, nampak giri kerenceng lagi mnghibur warga dengan lagu lagunya,nice song bah ,mari ngibing pakims… selang beberapa lama, kika datang bawa beberapa ikat kangkung.hihih ayo masak. Pakims dan kika pun ke pasar untuk beli bumbu lain.dan ta lama kemudian “kawan kawan sayah pada datang bawa alat bakar cap kapal dan sayah kabandang.hahahhah” mang Okid dan mang hendra pun tiba hihihihh mari hajar liweut… ups punteun bah,kami bade nabeuh heula di nagrek kata pakims, secepatnya kembali merapat bah, dan liweut pun di tinggalkan T.T hikshiks asli lapar padahal mah.. hahah goes to nagrek sonictorment pun menghajar gigs ulang taunnya TIKUS KAMPUNG.heheh kali ini om dinan ta hadir,mang Okid pun ikut nabeuh hell yeah… mantaps mangs, selamat ulang taun “TIKUS KAMPUNG”.

Waktunya kembali hahhaah kami pun ke station untuk menjemput teman mang Okid,walaupun jalanan di warnai kemacetan yang cukup hellyeah… lalu belanja ke swalayan daerah GDN.heu… sayah sama kawan sayah pada lapar ma hanaang. Wakakakkk baso ikan gorengan na mang,1 2 3 hajaaaarrr… kembali ke vila si abah.nampak giri kerenceng pun kembali tampil karena ada sesi pemotretan oleh beberapa mahasiswa yang saya ga tau berasal dari mana. Solalilali… solalilali… solali solali… hahaha very nice song I love all of song dari giri kerenceng, seakan ta puas saya mang hendra,mango kid,mang jawis ngibing malam itu di iringi giri kerenceng dengan additional palyer nya mang kimung.hahah hajar mang malam yang indah. Sesudah giri kerenceng beres nabeuh,bah olot mempersilahkan kita untuk tatalu dengan instrumennya.hihihhh hajar mang naon we… kohkol,celempung,karinding dan semua nya.hihihh cociks mari berpoto and say cheeerrrsss😀 ta lama,kang Man pun datang,akhirnya si karat tatabehan dengan sinden sejatinya. Mari ngawih…

Hmmm lapar ayo anak2 mari santap liweutnya,hajar… jengkol,sambel terasi,tahu,tempe,dan juga bayi gurita a.k.a cumi cumi.cociks pisan hihih… hah jam 10 lebih 15 mang,saya harus pulang.sedih memang ga bisa ikut begadang bareung yang lainnya.maaf pakims,mang jawis,mang okid, mang hendra,kang Man dan tentunya abah, saya duluan,ada beberapa task penting yang nunggu saya hajar dan akhirnya alhamdulilah saya sampai dengan selamat tanpa di pegat culik yang di kabarkan kawan kawan sayah.heu…

Senang bisa ikut hari itu,dan saya tidak akan kapok untuk ikut lagi dikemudian hari.rahayu cs cs ku…

Nah demikianlah cerita Iyank ttg kedatangan kami sampai makan bersama malam itu. so, saya akan mulai cerita setelahnya hehehe…

Setelah makan kita duduk-duduk beralas tikar di halaman sanggar Bah Olot. Sambil ngadu bako, kita mendengarkan Abah cerita…

Waktu mulai merangkak menuju tengah malam, tandanya pergantian hari akan segera dimulai… saya sepertinya juga harus segera pindah ke kolom tanggal 9 Agustus karena tengah malam kini dan hari sudah berubah…

9 Agustus, Senin, KEARIFAN LOKAL KASUNDAAN PARAKAN MUNCANG DAN SEJARAH PELESTARIAN KARINDING BAH OLOT, KEMUDIAN KITA BERENANG BERSAMA BELIAU DI SUNGAI CIMANGGUNG…

Malam itu, awalnya saya akan wawancara bah Olot tenatng sejarah hidup beliau, kasundaan, dan tentunya juga tentang karinding. Namun demikian ternyata saya tak usah banyak bertanya karena Abah segera saja bercerita panjang lebar tentang berbagai hal.

Ngadu bako kita malam itu dimulai dengan kisah Bah Olot tentang kasundaan yang ia pahami berdasarkan kearifan lokal yang beliau alami, dengar, dan rasakan semenjak kecil hingga hari ini di Parakan Muncang. Kearifan local ini ia tarik dari sejarah Sunda yang ada di Parakan Muncang serta empat kerajaan besar kekuasaan Prabu Siliwangi di Tatar Sunda : Cirebon, Sumedang, Galuh, Banten, pengaruh Islam yang bersinergi dengan ajaran Prabu Siliwangi, juga berbagai mitologi, terutama legenda Sangkuriang berdasarkan logika geografis parakan Muncang yang berada di sebelah timur tatar Sunda : tempat di mana Dayang Sumbi membuat gebyar-gebyar tanda matahari akan terbit di fufk timur katika Sangkuriang tengah sibuk membuat perahu yang kemudian ia tending dan menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

Dari berbagai latar sejarah dan mitologi itu kita jadi semakin mahfum bagaimana kita harus bersikap dan berlaku lampah sebagai orang Sunda yang mencerahkan, bukan orang Sunda yang sempit hati dan pandangan sehingga malah mempersulit diri dalam percaturan kerakyatan yang umum. Karenanya Bah Olot memiliki kritik tajam kepada berbagai gerakan aktivisme dan juga pemikiran yang sempit dan seakan mengurung Sunda dalam satu kotak tertentu sehingga membuat Sunda hanyalah dipahamai sebagai ras, sebagai sesuatru yang eksklusif, sebagai sesuatu yang asing teralienasi dan tak berbaur dengan yang lain. Sebuah ras yang mengagungkan diri sendiri sehingga akhirnya menjadi sombong. Di titik ini Sunda sebenarnya mulai mengerdil, jauh dari percaturan kerakyatan semesta, sebuah konsep yang sebenarnya sangat dekat dengan kasundaan. Dalam Islam identik dengan rahmatan lil alamiin, rahmat bagi semesta alam. Sunda yang eksklusif tak akan bisa jadi seperti ini.

Karena itu bah Olot menghimbau agar kita tetap emmlihara sikap-sikap baik, ideal-ideal dan kearifan local Sunda sehingga dengan terpeliharanya diri sendiri, maka kehidupan social yang baik juga akan terpelihara kerena individu-individunya yang bersih dan sehat. Inilah inti berdirinya Kerajaan Pajajaran bagi Bah Olot. “Karajaan Pajajaran mah ayana di jero diri urang sorangan. Mun nilai-nilai kasundaan geus ditinggalkeun ku individu urang Sunda, harita Karajaan pajajaran sabenerna geus runtuh!”

Kisah Bah Olot tentang kasundaan masih terus panjang lebar dan sangat mengasyikkan sebelum akhirnya tak terasa perbincangan mulai mengarah ke karinding. Bah Olot bercerita sangat banyak mengenai karinding dan sejarah panjang karinding di parakan Muncang. Leluhur Bah Olot yang membuka kawasan Parakan Muncang adalah keturunan ketigabelas Prabu Siliwangi. Karinding sudah dimainkan sejak masa Prabu Siliwangi oleh rakyat Sunda dan juga di masa-masa sebelum Prabu Siliwangi tampil sebagai raja Sunda. Namun demikian, yang membawa karinding ke Parakan Muncang adalah leluhur bah Olot keturunan Prabu Siliwangi ke tiga belas. Oleh mereka lah karinding terus dilestarikan dan dimainkan di berbagai hajat hidup rakyat, dari hajat buruan, hajat taun, upacara-upacara adat, hingga ketika gerhana bulan dan gempa bumi. Mata rantai ini sempat terputus akhir tahun 1800an ketika Abah Maja, buyutnya Bah Olot tidak memiliki pewaris pengrajin dan pemain karinding. Mata rantai karinding baru tersambung lagi ketika Bah Entang, ayah Bah Olot, memutuskan untuk terjun ke dunia karinding ketika ia terus terngiang dengan penglihatan dan pendengarannya akan karinding yang dibuat oleh kakeknya, dalam hal ini Bah Maja, buyut Bah Olot.

Bah Olot juga kemudian mengungkapkan rahasia permainan karinding Giri Kerenceng sehingga apa yang dimainkan oleh Giri Kerenceng selalu enakeun gituhh hheuu… Ternyata rasa musikalitas karinding ciptaan Bah olot distel berdasarkan titi nada kacapi sehingga sebenarnya ada lima nada yang idealnya ada dalam satu permainan karinding. Jika satu karinding bisa mengejar dua nada saja, maka dibutuhkan minimal tiga orang pemain karinding untuk membangun nada-nada harmonis dan dinamis. Jika kita berpatokan pada titinada diatonic yang memiliki tujuh nada, maka setidaknya minimal kita harus punya empat pemain karinding yang bisa mengejar dua nada dalam satu karinding untuk mengejar nada-nada yang ideal. Jadi karinding dalam satu band ternyata tak harus satu surupan. Justru yang terbaik adalah memiliki beda-beda surupan, namun disiplin dan bertanggung jawab terhadap surupan yang ia mainkan. Inilah kunci lain dari filsafat karinding selain yakin, sadar, dan sabar = disiplin dan tanggung jawab. Tak aka nada kesabaran tanpa ada kedisiplinan dan tanggung jawab yang besar terhadap diri sendiri dan kehidupan sosialnya.

Bah Olot juga mengisahkan posisi celempung sebagai tetekon atau pemancang permainan karinding. Sebagai gong, celempung harus bisa menjembatani berbagai waditra yang dimainkan sehingga tak keluar dari gong yang sudah ditentukan oleh celempung. Dengan keberadaan celempung maka karinding dapat dimainkan dengan cara teratur, harmonis, dan terpadu. Mantap Bah… Karat lalu melakukan session dengan Bah Olot untuk mempraktekkan apa yang bah Olot ungkapkan. Kesempatan bagi Kimung mencoba celempung baru hehehehe… bah Olot menggunakan Kacapi Awi untuk menjembatani Karat memainkan karinding dan celempungnya.

Wuiihh masih banyak banget nilai-nilai luhur yang diungkapkan bah Olot dalam ngadu bako semalaman kami. Yang jelas, dari apa yang diungkapkan bah Olot tentang semua kearifan dan kisah sejarah serta mitologi Parakan Muncang, maka kita pasti akan paham kenapa di setiap alat kriya kayu buatan Bah Olot selalu ada kata “Sampurasun”, “Jati diri”, “Padjadjaran”, “Giri Kerenceng”, atau simbol kujang dengan lubang empat, simbol empat kerajaan besar Pajajran : Cirebon, Sumedang, galuh, dan Banten.

Hmmm sepertinya saya harus menuliskan secara khusus pandangan-pandangan Abah Olot mengenai Kasundaan, karinding, dan juga metode permainan karinding yang ideal menurut sang master dalam sesi essay yang lebih fokus. Rekaman di MP3 player saya menunjukkan waktu 1,5 jam dan punya Okid 3 jam merekam pembicaraan kami malam itu, so kami berbincang di halaman bersama bah Olot sekitar 4,5 jam dan waktu sepanjang itu sama sekali tak terasa heheheheee…

Karena Kimung ketiduran di halaman, sementara yang lain juga terlihat sudah cape walau tetap saja exciting dengan apa yang diungkapkan Abah, maka kami pun dipersilahkan untuk beristirahat di dalam villa oleh Abah.

ZZZZZZZZZ….

Jam menunjukkan pukul delapan pagi ketika satu demi satu karat yang menginap akhirnya bangun. Kimung yang pertama, disusul Hendra, Jawis, kemudian Okid dan Widya. Setelah sarapan dan membereskan berbagai hal termasuk ikutan memancing di kolam ikan depan sanggar karinding, Bah Olot mengajak semua untuk berenang di air terjun bendungan di belakang sanggarnya. Waw tentu saja sebuah tawaran yang menggiurkan hehehe… Maka kami bertujuh : Bah Olot, Kimung, Hendra, Jawis, Okid, Widya, dan Mang Iwan segera saja menceburkan diri ke dalam air tepat di air terjun bendungan Cimanggung. Whaaa segarnyaaaaa hahahahahahaaaa… dalamnya lumayan sampai seleher, kalah lebih mendekati dinding bendungan bisa lebih dalam lagi. Semua mencebur berenang, menyelam hhaaa pol pol poll!!!

Setelah berenang kita semua berjemur di bebatuan sekitar bendungan. Bah Olot kembali bercerita mengenang masa kecilnya. Dulu sebelum dibendung, air terjun Cimanggung ini airnya sangat besar dan tinggi. Bah Olot mengenang ketika ia masih kecil ia sering meloncar dari daratan ke dalam air terjun dan ia tak pernah bisa mencapai dasar sungai. Bah Olot memperkirakan dalamnya lebih dari sepuluh meter. Airnya yang bersumber dari mata air di Gunung Masigit – Kareumbi dan Curug Cindulang Cicalengka juga sangat jernih dan besar ngagulidag. Namun deikian karena ada Instruksi Presiden tahun 1977 yang mewajibkan pembangunan desa, maka dari Curug Cindulang samapi ke Cimanggung dibangunalah lima bendungan untuk pengairan rakyat. Maka dari itulah kenapa kini airnya semain kecil dan tak sejernih dulu. Bendungan di Sungai Cimanggung ini adalah bendungan kelima yang dibangun tahun 1977.

Memasuki masa remaja, bah Olot yang ternyata seorang atlit bola voli ini sering berlatih melempar bola basket ke dinding bendungan untuk melatih otot-otot tangannya khusus untuk berbagai pertandingan voli yang selau memeras tenaga. Bah olot juga mengenang ia menjaga kebugaran tubuhnya dengan melakukan jogging setiap Minggu dari Parakan Muncang ke Curug Cindulang setiap hari Kamis sebelum tempur hari minggunya bertanding bola voli. Tahun 1983 dan 1984 bah Olot ternyata juga sempat sering berlatih di Ujungberung. Di Ujungberung, track jogging Bah Olot adalah dari Pasar ujungberung, menuju nagrog, Pasir Kunci, meutari gunung Palasari mejuju Oray Tapa, Sindanglaya. Hehehe track lari yang aslinya gila-gilaan jauhnya namun jika kita bisa enjoy dengan jogging track ini maka kita akan disuguhi pemandangan super indah sepanjang jalan.

Bah Olot mulai fokus kepada pembuatan karinding tahun 2003 ketika ia sudah mulai bosan dengan pembuatan kerajinan tangan dari kayu dan bambu, walau ia sampai sekarang juga masih teru membuat kerajinan tangan. Hasil karyanya, tas dari bambu adalah pemenang juara umum dalam expo kerajinan bambu nasional tahun 2008. Pilihan Bah Olot untuk mulai merambah karinding awalnya dari perhitungan ekonomis, namun pelan-pelan latar belakang historis, filsafat, seni, dan budaya semakin kental dengan pembuatan waditra Bah Olot. Dan bah Olot terus melaju. Walau diakui oleh musisi-musisi tradisional karinding Bah Olot sebagai karinding terbaik yang pernah dibuat, tapi Bah Olot masih terus melakukan eksplorasi demi perbaikan kualitas seni karinding.

Duh rahayu Bah…

Beres berenang, semua naik ke sanggar dan kembali bermusik. Hendra dan Kimung berlatih celempung renteng bersama si mang yang ada di bah Olot, duh lupa namanya hahahaa… Semenatra itu bah olot mereparasi celempung renteng hadiah Giri Kerenceng untuk Karinding Attack yang sudah lama terbengkalai di Commonroom. Di tengah aktivitas, Kika menghubungi jika ada yang mau pesen baso Ceu Uju yang lezatnya minta ampuuunnn. Dan Kimung tentu saja menyambar tawaran ini hehehehe… Kika bersama Sintya,  datang tak lama kemudian dengan sekeresek baso Ceu Uju ketika liwet sudah siap. Huummm marii makan siang bersamaaaa!!! Baso Ceu Uju kirman Kika & Sintya dilahap setelah makan siang tandas hahaha semoga kita sehat selalu, amiin!!

Sementara itu musik terus mengalun karena salah satu kawan bah olot ini terus melatih lagu-lagu ciptaannya sambil bermain celempung renteng sendirian. Kimung kadang ikut mengisi sesi kohkol renteng,atau Hendra, atau okid, atau Jawis, sementara yang lain duduk-duduk dan rebahan di halaman sanggar. Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul setengah tiga. Hmmm tak terasa, waktu berjalan dengan cepat di sini…

Dengan berat hati kita semua harus berpisah sekarang. Selagi rombongan bersiap-siap, bah Olot membawakan celempung buat Jawis karena ternyata ia pun memesan celempung ke bah Olot untuk latihannya sendiri. Bah Olot juga membuatkan panakol cadangan amsing-masing satu, buat Kimung dan Jawis sebagai panakol cadangan atau jika mereka akan memainkan celempung dengan dobel panakol hehehe…

Well, time to say good bye dan beribu terimakasih untuk sang maestro, smoga Bah Olot panjang umur dan sehat selalu sehingga bisa membagi ilmunya kepada para nonoman, amiin…

We all love you Bah Olot dan selalu berdoa untuk Abah…

10 Agustus, Slasa Criaww, ANTIKARAT BERES!!!

Three Musketeers Kimung – Hendra – Jawis tak jadi berkumpul di Kimung’s Porch mala mini. Pun Yuki Karmila yang tadinya akan bergabung bersama dua cemilan—celempung militant—nya tak jadi juga datang karena Vespanya tiba-tiba ngadat di Rajawali. Hmmm selasa yang sepi, namun Kimung berhasil merampungkan lirik ANTI KARAT. Ini dia,

ANTI KARAT

ANTI KARAT!!!

ANTI KARINDING ATTACK!!!

Adalah pemerintah korup yang bunuhi rakyatnya dengan bahan bakar bersubsidi atas nama kesejahteraan yang diacc anggota dewan tolol terhormat

Padahal kesejahteraan sebenarnya ada di buncit korporasi yang mengubur satu kota dengan lumpur maut, atau kurs mata uang yang menusuk usaha kecil dan menengah

Atau perangkat hukum yang kongkalikong merampok pajak dan uang rakyat lalu sibuk tampil sok suci di media pencari sensasi, berkoko, berkopiah, bahkan bersumpah mati

Sementara penculikan anak dibiarkan merajalela, korupsi difasilitasi, teroris melenggang kangkung, bandar narkoba subur terpelihara, dan rakyat sengsara sentosa selamanya

Untuk itu semua kawan, mari acungkan jari tengah dan teriak,

ANTI KARAT!!!

ANTI KARINDING ATTACK!!!

Adalah sistem pendidikan pembodohan, di mana kualitas manusia dibantai rata dalam angka yang ditentukan 4, 5 mata pelajaran yang katanya penting di masyarakat entah mana

Maka suburlah kepicikan sosial dan kita terbiasa melihat permukaan, menghakimi buku dari sampulnya, gagal berisi, bak tong kosong nyaring bunyinya dipukul si pandir yang narsis

Dan lahirlah generasi pesolek, bersolek tubuh, bersolek ide, bersolek jiwa, bersolek hati – di jalanan para pesolek bisa ditawar dalam harga gress atau loakan tergantung menor solekan

Maka di negara ini terciptakan pasar loakan ideologi solekan, ideologi bajakan, ideologi payung butut yang diusung bangga bagai itu diri seutuhnya, lupa pada kultur asli identitas diri

Untuk itu semua kawan, mari acungkan jari tengah dan teriak,

ANTI KARAT!!!

ANTI KARINDING ATTACK!!!

Adalah komek-komek lebay dengan syair cinta alay tampil di layar kaca digilai jeritan-jeritan histeris wanita-wanita muda menggapai-gapai sekedar sentuh gagah gitarnya

Sementara syair dan lagu ia giring ke titik terendah kualitas musis, dan industry like it! Jadilah kloning si komek — jadi komek aksen satu, komek akses dua, dan seterusnya

Maka runtuhlah kualitas musik tanah air, penyeragaman di mana-mana, dan kamu yang wajahnya tak mirip Si Komek, maka mati sajalah atau sana mengasingkan diri di kandang monyet

Bahkan indie pun runtuh, dan seni tradisi terlacur, dikooptasi cokung-cukong di korporasi, menyuburkan mardak-mardak : makelar barudak di pasar ideologi loakan

Untuk itu semua kawan, mari acungkan jari tengah dan teriak,

ANTI KARAT!!!

ANTI KARINDING ATACK!!!

Adalah kita yang diam, yang nyaman dalam bungkam dan membutakan diri, tak mau tau apa yang menimpamu, menimpa kami, menimpa mereka, menimpa kawan-kawan sekujur dunia

Kita “para pemberontak yang tidak merobah apa-apa”, dan sementara kita berkoar jutaan hektar hutan digunduli, sawah-sawah dibuldozer, wanita-wanita kita ditiduri engah-engah adab sana

Kita yang cuma marah-marah beribu serapah balelol karena dados, dengan mulut bau anggur murahan, dan mata berbeler ganja : gumpalan daging busuk tanpa makna

Dan kita menjadi ANTI KARAT : sebuah energi sia-sia, kontra produktif dengan semangat muda, sampah-sampah kolot si tua keladi, si tua yang makin menjadi pongah, sombong, dan busuk,

Untuk itu semua kawan, mari acungkan jari tengah dan teriak,

ANTI KARAT!!!

ANTI KARINDING ATTACK!!!

Catatan : Penggalan lirik “Para pemberontak yang tidak mengubah apa-apa” diambil dari lirik lagu “Sistem Kepemilikan” ciptaan Julius Aryo Verdiantoro, Koil.

Semoga Anti Karat segera ngajirim menjadi sebuah lagu yang bahaya!!

13 Agustus, Jumat Kramats, SIT AND TALK…

Karat tak latihan malam ini. Commonroom dipakai untuk pembukaan pameran sehingga tak memungkinkan untuk berlatih, sementara itu Kimung yang memaksakan datang malam itu juga masih terlihat sakit walau ia sudah siap dengan celempng barunya. Jadi Karat cuma berkumpul saja membicarakan beberapa hal yang harus dibicarakan. Ki Amenk dan Mang Iwan absen malam itu.

Pembicaraan penting awal adalah sharing Kimung kepada Jimbot mengenai teknik permainan karinding surupan kacapi ala Bah Olot yang sepertinya harus dipelajari juga oleh Si Karat sebagai salah satu pakem purba yang dilestarikan oleh Giri Kerenceng. Jimbot terlihat sangat antusias sehingga ia merencanakan untuk mondok di Bah Olot untuk lebih menggodok sharing Kimung yang pemahaman akan titi nada kacapi sangat terbatas. Dalam hal ini Jimbot mengiyakan jika karinding dengan surupan kacapi akan memiliki ratusan nada mengacu pada laras-laras tradisional yang pernah ada dan mungkin masih dapat dimodifikasi melalui karinding. Hari selasa atau hari Rabu rencananya Jimbot dan Okid akan kembali ke Giri Kerenceng untuk mempelajari permainan karinding Bah Olot.

Sebuah proses yang harus dimulai dari awal lagi namun ini harus dilakukan mengingat ini merupakan pakem yang harus dilalui seorang musisi untuk mencapai hakikat dirinya sebagai pemain karinding. “Kaduhung nyaho uyy, jadi leuwih hese hehehe…” canda Okid yang segera diamini Karat yang lain. Tapi malam itu semua sepakat jika proses ini pun harus dilalui si Karat demi mencapai kesempuranaa yang entah di mana titik ujungnya hehehe…

Pembicaraan selanjutnya adalah tentang kolaborasi Karat dengan tiga kelompok musik di pasar seni ITB 2010. Dalam kolaborasi ini Karat akan fokus bermain dulu dengan Donor Darah, band metal dati FSRD ITB. Malam itu Donor Darah dan karat mendengarkan bersama dua contoh lagunya Donor Darah sehingga terbayang format lagu yang nanti akan digarap bersama. Disepakati juga latihan bersama akan dilakukan setiap hari Minggu di Lapangan Merah FSRD ITB.

Pembicaraan kemudian berlanjut ke rencana sukuran klip Hampura Ma Part 2 hari Jumat minggu kedua Romadhon 2010 sekaligus sukuran kelulusan Kapten Jeks sang produser klip dan loncing DVD tutorial bermain karinding oleh Mang Hendra Attack yang juga diproduseri oleh Okid dan Kapten Jeks.

Dan ini mungkin pembicaraan yang terpenting mala mini yaitu mengenai rencana rekaman. Karena menurut Okid, Yayat ternyata menyanggupi menggarap rekaman si Karat di bulan Oktober atau November—yang menurut Karat terlalu lama, maka rencannya karat akan memproduseri sendiri rekamannya yang perdana ini. Yang dibutuhkan paling seorang engineer yang ahli dalam perekaman dan pengeditan, sementara itu musik directionnya akan digarap oleh si Karat sendiri. Man Jasad merekomendasikan Dadi atau Pak Andri sebagai engineer. Sebelumnya nama Toteng Forgotten juga sempat muncul, namun ditengarai sekitar minggu kedua dan ketiga September ia akan masuk studio untuk rekaman lagu-lagu terbaru Forgotten. Jadwal rekaman sendiri kemudian ditentukan tanggal 21 – 25 September 2010 setelah sebelumnya tanggal 16 – 19 September positif dicancel karena ada Dying Fetus manggung di Solo dan Undergrod manggung di mana gituh lupa lagi. Jadwal ini pun masih sangat tentatif tergantung penguasaan karinding masing-masing personil.

Hingga kini kokod para personil di permainan karinding lagu per lagu masih berantakan. Orang-orang melihat Karat bermain begitu rapi tapi yang sadar akan kerapihan lagu dalam sebuah band hanyalah para personilnya sendiri. Karena itulah Karat memutuskan untuk menambah jadwal latihan menjadi Selasa dan Jumat lagi. Gedung Indonesia Menggugat kembali digunakan sebagai tempat latihan Karat setiap hari selasa sementara Commonroom tetap bertahan di Jumat Kramats. Inipun masih harus menugngu konfirmasid ari Ki Amenk dan Mang Iwan apakah mereka berdua bisa atau tidak. Posisi vital Ki Amenk sangatlah terasa mengingat kini setiap personil di Karat memiliki pirigan sendiri-sendiri yang saling mengisi satu sama lain sehingga keberadaan satu personil sangat berpengaruh terhadap personil lainnya.

So, semoga semua lancar, amiin… Selalu doakan Karinding Attack yess!!!

Bersambungs…

EDISI DEPAN :LATIHAN DAN LATIHAN!!!

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, The Doors, Koil, Burgerkill, Einsturzende Neubauten, Ministry, Anathema, Fear factory, Carcass

Books : Desain, Sejarah, Budaya, Sebuah Pengantar Komprehensif oleh John A Walker, Nusantara Sejarah Indonesia oleh Bernard H.M. Vlekke

Movies : The Last Air Bender, The A Team, Whip It

Quotes :

“PARA PEMBERONTAK YANG TIDAK MENGUBAH APA-APA ” Julius Aryo Verdiantoro dalam “Sistem Kepemilikan”, Koil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s