JURNAL KARAT # 28, 6 AGUSTUS 2010 : SELAMAT DATANG DI GERBANG KERAJAAN SERIGALA!!!!

Posted: August 10, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 28, 6 AGUSTUS 2010 : SELAMAT DATANG DI GERBANG KERAJAAN SERIGALA!!!!!

Oleh Jon 666

31 Juli, Sabtu, KARAT LIVE IN FIESTA BOOM SAMANSA 15TH EDITION & RUMENTANG SIANG

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu untuk kolaborasi panggung Karat dan Angklung Smansa tiba juga : pensi Smansa dengan tajuk Fiesta Boom Smansa 15th Edition, disingkat Fibosa. Siang itu rombongan Karat tiba di Smansa sekitar setengah dua siang. Memang ada perubahan jadwal panggung yang asalnya Karat dipasang sebagai tiga artis terakhir sebelum jasad dan Afgan, menjadi dipasang siang. Ada desas-desus Afgan merasa jengah manggung sebelum Jasad karena khawatir massa metal Jasad menyorakinya atau mungkin melecehkannya hihihii Afgan, Afgan.. dasar ahh dikoww.. Maka Karat dan jasad dipindah jadwal jadi siang ketika soundcheck hari Jumat malam. Its ok lah. Kapanpun di manapun hajar sajah jangan kaya Afgan yang epes meer sieunan parah sekalskii hihihi… katanya artis ihhh…

Setelah latihan bersama satu puteran dengan Angklung Smansa, rombongan Karat dan Angklung Smansa lalu segera menuju venue karena jam dua jadwal mereka untuk naik pentas. Rencananya, yang nk dulan adalah Angklung Smansa dulu membawakan dua lagu, lalu Karat memainkan lima lagu, sebelum akhirnya Angklung Smansa ikut di lagu teakhir Karat, Hampura Ma Part 2.

Angklung Smansa memainkan aransemen-aransemen yang sangat apik. Pun Karat di lima lagunya. Oww yaa ada yang istimewa di panggung ini : Karat pertama kali memainkan dua lagu baru mereka “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol” dan “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan”. Dua lagu ini mantap teriaknya mangs hahahahahaaa… Karat juga tampil bersama Elise, mojang Florida yang sedang belajar bahasa Indonesia di UPI dan kemduian jatuh cinta pada karinding dan kesenian bambu lainnya. dengan berkaos bandung Death Metal Syndicate bertuliskan panceg Dina Galur dan mengenakan iket biru Baduy Panamping, Elise tampil bersama Karat Maka tibalah kini saatnya Hampura Ma Part Dua.

Pak Dadang sebagai seniman Pembina angklung sekaligus yang mengaransemen angklung untuk hampura Ma part 2 tampil ke depan untuk memberikan konduksi bagi Karat dan Angklung Smansa. Setelah aba-aba, angklung segera kembali digoyang menggetarkan ada-nada yang pelan menusuk ke dalam sanubari audiens yang memenuhi venue di sana. Setelah sesi intro barulah Karat masuk ke sesi hampura Ma Part 2 versi biasa dengan fill angklung di bagian jeda bersahut-sahutan dengan toleat Okid dan suling mang Iwan sebagai additional karat menggantikan Mang Jimbot yang berhalangan hadir.

Baik Karat dan Angklung Smansa main sangat enjoy siang itu. dan karenanya kolaborasi ini menjadi sangat mantap…

Terima kasih kepada Pak Dadang Sunjaya sebagai pembina angklung Smansa yang telah mengaransemen angklung untuk kolaborasi ini. Terima kasih juga untuk semua seniman muda Angklung Smansa yang turut berpartisipasi dalam kolaborasi ini : Gelar Gustia, Anggi M, Imanina Nurin, Zsunia Farra, M. Rahadian, Ino Feberta, Nonny Annisa, Sarah Nur, Nurfatia Negeri, Inda Rahmania, Dara Fotriani, Heru, Nurul Puji Lestari, Andi S, Biyan, Bebby Rizki, Sribudi A, Melynda, Rufaida, Afina, Linda, Fitria, Wildan Hasbi, Ristiana, Fatin, Nurul Asih Ramadhani, Rikma Martliani, Fara Sakina Rahma, Bhekti Imansari, Aisyah Putri, Rizkia Yusufina, Resna Ladera, Ridha Subagja, Tyastrini Kirana, Dimas Langga, Fauzi M Herlambang, Rina Asri, Suciati Kristiasari, Josephine, Sarrah Muthia, Adilah Ridha Azizah, Nevaya Erlandani Suherlan, Filda Nur Azizah, Annisa Artsani A, dan Anisya Yusmaniar. You guys rule!!!!

Panggung hari ini belum berakhir. Setelah ini giliran Rumentang Siang yang segera digebrak si Karat. Di acara ini Karat akan maen bersama tiga artis lainnya yaitu jaipongan dan Kustiawan, penyanyi sunda cilik yang terkenal dengan lagu anak jalanannya. Awalnya jaipongan yang akan tampil duluan, tapi karena terjadi gangguan tehnis, maka Karat yang diminta untuk tampil pertama. Karat kembali tampil dengan Elise dari Florida dalam panggung itu. Segera saja mereka naik panggung dan langsung menggebar semua lagu Karat. Semua? Yaa semuaa termasuk “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol” dan “Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan” yang kini dimainkan semakin santai dibandingkan tadi siang di Smansa. Oww tidak denk, lagu Yaro atau New York tak dimainkan karena karat masih merasa belum memiliki pirigan karinding dan vokal yang pas untuk kawih ini.

Well terima kasih kepada Mang Abay Core untuk link pentas kali ini ^^

Sedikit catatan tentang Rumentang Siang dan penggarapan acara malam itu…

Rumentang Siang adalah gedung kesenian kebanggaan Kota Bandung. Namun pemerintah Kota bandung sekali lagi menunjukkan perhatian yang buruk bagi sarana budaya ini. Gedung Rumentang Siang sangat tak terawat. Acara yang digelar ini juga sedianya mengundang puluhan pejabat pemerintah kota dan provinsi namun tak seorang pun menunjukkan batang hidungnya memenuhi undangan panitia di gedung kesenian mereka sendiri. Ya Allah semuga batang hidung mereka yang tak hadir malam itu diambil oleh setan atau ririwa atau jurig bungkeuleukan di solokan belakang gedung rumentang siang dan tak pernah dikembalikan lagi pada para penggeden yang tolol surolol itu, amiin…

Alhasil pentas malam itu yang seharusnya digelar khusus untuk undangan dari kalangan pemerintah, kosong melompong. Hanya tokoh masyarakat yang diundang saja yang hadir dan kepada mereka Karat mempersembahkan penghormatan sedalam-dalamnya. Bahkan kawan Karat dari Australia, Dan saja hadir malam itu.

Well, sudah ahh… smoga pemerintah segera mencapai taraf kewarasan otaknya kembali… Amiin..

3 Agustus, Selasa Ceria, GERBANG KERAJAAN SERIGALA FIKS!!

Selasa Ceria edisi kali ini di halaman rumah Kimung ada Kimung, Hendra, dan Jawis. Lagu-lagu Bob Marley jadi ajang pemanasan Kimung dan Jawis yang memang hadir duluan disertai snap eup-snap eup yang manstap hehehe. Redemption Song, Is This Love, Get Up Stand Up, barulah ketika Hendra datang, trio ini mulai menggarap lagu baru. Kimung awalnya memberikan liriknya kepada Hendra dan Jawis. Keduanya segera tertarik pada lagu “Pelacur Murahan” dan sepertinya lagu ini yang akan digarap duluan. Kimugnsendiri saat itu sebenarnya sudah memiliki pakem pirigan lagu-lagu yang ia ciptakan. Beberapa lagu yang sudah ia tulis saat ituadalah “Anti Mapan Selamanya”, “Destruct”, “3 Days”, “Gerbang Kerajaan Serigala”, dan “Pelacur Murahan”.

Awalnya Hendra lah yang tak tuk tak tuk pirigan baru yang segera disambut oleh Kimung dengan celempung indungnya dan jawis yang memainkan Awi Bongkok Kimung. Merasa mulai sreg dengan pirigan yang mereka ciptakan bersama, Kimung mulai mengepas-ngepaskan lirik yang ada. “Pelacur Murahan” ternyata tak sesuai dengan emosipirigan yang tercipta malam itu. “Gerbang Kerajaan Serigala” lah yangakhirnya dirasakan sangat pas dengan pirigan yang diaransemen. Maka let all flow hahahaha…

Lagu ini ganjil. Pirigan vocal awal ketukannya genap delapan, namun masuk sesi chorus, ketukan mulai berubah menjadi enam ketukan dengan jeda tiga kali hentakan di hitungan ke tujuh sebanyak emapt kali sebelum kembali ke pirigan vocal awal. Pirigan selanjutnya lebih ngatog dengan dikuranginya hitungan pirigan chorus menjadi lima ketukan dengan berhenti tiga ketukan di hitungan ke enam. Berbeda dengan chorus pertama yang empat barus, chorus kedua ditambah menjadi lima baris. Kimung, hendra, dan Jawis kemudian menambahkan masing-masing satu hitungan sebagai jembatan menuju chorus dengan perbedaan empat hentakan sebagai penanda masuk ke vocal chorus.

Mang Jawis kasetrum ku Awi Bongkok hahahahahaaaa…

Lagu-lagu Kimung untuk Karat dan duja Tribal Noise Conspiration yang diciptakan seangkatan dengan “Gerbang Kerajaan Serigala” dapat diklik di blog ini yess, http://www.juralkarat.wordpress.com.

4 Agustus, Rabu, KARAT LIVE IN BENTANG PARAHYANGAN BANDUNG TV

Ini adalah gig yang sangat mendadak dan parahnya, Karat ternyata tidak dikontak oleh produser acara tapi mewakili seorang marbud yang digadang-gadang sebagai “Pahlawan Reog” yang kabarnya sudah memecahkan rekor MURI dll yang saya ga pernah denger apa-apa tentangnya.  Man yang curhat belakangan ia emrasa sangat kejeblos dengan format acara “Bentang Parahyangan”. Jadi si marbud ini mengontak Man atas rekomendasi Mang Utun agar Karat tampil di Bentang Parahyangan dengan format tampil dalam durasi tujuuh menit dan kemudian ada disksui ngaguar karinding.

Ternyata eh ternyata, format acaranya jauhpanggang dari api. “Bentang Parahyangan” adalah format acara penampilan artis live selama sejam (kalo ga salah) menampilkan beragam artis yang menampilkan keseniannya, kebanyakan sih penyanyi-penyanyi getoohh. Semacam acara mirip Dahsyat atau Inbox gtuu tapi khusus artis local. Jadi sama sekali bukan acara khusus ngaguar karinding. Si Karat tampil pertama membuka acara rencananya membawakan dua lagu terbaru Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol dan Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan. Namun kahirnya karena format acara yang seperti itu yang dibawakan hanyalah Nu Ngora Nu Nyekel KOntrol doing hehehe… Karat maen di antara kumpulan anak-anak SMA yang diundang secara khusus untuk hebohh sepanjang acara dan yang terheboohh akan mendapatkan hadiah hahahahaaa… mantaps mangs, we’re just having fun akhirnya. Karat sepanggung dengan Doel Sumbang, semoga hubungan dengan beliau bisa manjang yess karena harus diakui juga jika Mr Doel adalah seniman terhebat kebanggaan orang Sunda juga. Rahayu Mr Doel!

Dan FUCK YOU MARBUD!!!!

6 Agustus, Jumat Kramats : GERBANG KERAJAAN SERIGALA FIXXX DAN PIRIGAN TRIPLET KARINDING KI AMENK

Malam ini Karat sepakat fiks Gerbang Kerajaan Serigala. Sehari sebelumnya Ki Amenk sudah SMS jika ia sudah menemukan pirigan fill in untuk Gerbang dan ternyata ketika ditabeuh Jumat Kramat itu pirigan Ki Amenk emg asyikk mangs!!!! Poll!! Pirigan triplet yang bisa membuat pirigan ciptaan Mang Man jadis emakin penuh dan padat. Di atas segalanya, pirigan Ki Amenk ini asyik didengar aslinyaaa hahahahaaa… Triplet dan susah untuk dimainkan namun kerumitan ini tak mebuat surupannya susah dinikmati. Justru jadi asyik buat goyan g mangs hahaha!!! Ahung Ki Amenk!!!

Yang jelas Gerbang Kerajaan Serigala fiks 70 % malam itu. Setidaknya lagu ini sudah semakin tergambar arahnya di benak setiap Karat, tinggal dibiasakan saja dimainkan maka cociks lah semua.

Malam itu juga hadir para metalhead FSRD ITB yang datang untuk membicarakan kolaborasi Karat dengan tiga band lain di Pasar Seni ITB nanti, 10 Oktober 2010 (10 – 10 – ’10). Karat rencananya akan tampil dengan band gamelan, kemudian band punk, dan akhirnya sama band metal sebelum akhirnya Karat tampil dan ditutup oleh kolaborasi keempat band dalam format lagu yang akan digarap bersama. Yang membuat aheng malam itu adalah rencana panggung untuk para pemain karinding yang didesain sebagai tiang tinggi. Jadi rencananya si [ara pemain karinding akan bermain di sebuah tower dengan ketinggian 3, 5, sampai 7 meter. Heheheheheee wilujeng cuuuu hihihihiii…

Rencananya latihan kolaborasi ini akan digeber Jumat depan cuuu… smoga semua lancer, pantau saja terus pergerakan kami + mahasiswa FSRD ITB dhanya di Jurnal Karat, waktu dan gelombang yang sama!!!!

Slamat datang Mang Iwan Cabul dari Cicalengka di keluarga besar Karinding Attack!!! Diantos pisan halueang suling dan karinding dan gong tiupnya bersandingan dengan Mang Jimbot dan mang okids!!! Hellfukkinyeahh!!!

Oww yaaa, Luna Ranti trimakasii atas buburnyaa hihihihihiii… make my fragile stomach sleeping hihihihii…

Bersambungs…

EDISI DEPAN : BERGURU KE BAH OLOT SANG MAESTRO…

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, The Doors, Fugazi, Pink Floyd, Pantera, International Noise Conspiracy, Burgerkill, Koil, Peterpan

Books : Hellboy, Wake the evil by Mike Mignola, Penemuan makam Keluarga Yesus by Simcha Jacobvici & Charles Pellegrino, Gandhi Manusia Bijak dari Timur by Wied Prana

Movies : 300, Natural Born Killers, Sixth Sense

Quotes :

NO ONE HERE GETS OUT ALIVE, Jim Morisson in Five to One

I SPENT IT ALL ON BAG, ON TRASH, Fugazi on Glue Man

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s