JURNAL KARAT # 27, 30 Juli 2010 SIA SIA ASA AING FIKS – BAH OLOT ROOTS BLOODY ROOTS – PENGGARAPAN LAGU ANTI MAPAN SELAMANYA DAN 3 DAYS!!!

Posted: August 2, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 27, 30 Juli 2010 SIA SIA ASA AING FIKS – BAH OLOT ROOTS BLOODY ROOTS – PENGGARAPAN LAGU ANTI MAPAN SELAMANYA DAN 3 DAYS!!!

Asuhan Jon 666

25 Juli, Minggu, KARAT ON VIKING DAYS, KIARA PAYUNG, JATINANGOR

Ini adalah acara ulang tahun Viking Persib yang digelar selama dua hari berturut-turut dalam format kemping Viking di Kiara Payung Jatinangor dan Karat dijadwalkan manggung hari Minggu siang jam 14.00. setelah singgah di rumah Ki Am,enk kawasan permata Hijau Cibiru, rombongan Karat terdiri dari Man, Okid, Kimung, Jawis, Ki Amenk, dan Hendra jam satu sudah tiba di Kiara Payung. Hadir juga Kika dan Mang Iwan dari Cicalengka untuk mengisi sesi toleat dan suling menggantikan mang Jimbot yang tak bisa hadir di acara ini.

Dan Karat menghajars eperti biasanya. Tak ada lagu baru yang dibawakan, karat masih manggung dalam format yang seperti baiasa saja susunan lagunya. Namun sambutan audiens sangat hangat. Mereka langsung berkumpul di venue depan panggung ketika Man membuka gig Karat siang itu.

HAPPY BIRTHDAY DAN HAPPY SALMA VIKING PERSIB!!!!

26 Juli, Senin, Karat Perform di Kampanye For Life, Rumah Cemara, Galeri Padi

Kampanye “For Life”adalah upaya kampanye penggalangan dana untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umum tentang layanan HIV-AIDS yang ada di Rumah Cemara.  Pada tanggal 11 Juli 2010, Rumah Cemara akan mengelar acara secara serentak “For Life” melalui pagelaran musik, turnamen olahraga, dan eksibisi seni untuk mempromosikan dan mensosialisasikan satu pesan yang sama yaitu: Penanggulangan HIV-AIDS membutuhkan peran masyarakat untuk melindungi kehidupan dari infeksi HIV, bersamaan dengan itu berkurangnya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Untuk secara resmi berpartisipasi di dalam “For Life”, individu atau kelompok harus menjadi “Lifesaver.” Ini adalah sebutan bagi pendukung kampanye ini.  Siapapun dapat bekerjasama dalam menggalang dana melalui kampanye “For Life”.  Rumah Cemara mencari partner-partner yang potensial yang akan dibantu oleh “Lifesaver” yang juga akan bekerja sama dengan para sponsor dan dalam waktu yang bersamaan menggerakan komunitas.

Selain dukungan dana, Rumah Cemara juga mencari dukungan-dukungan lain di bawah ini untuk melaksanakan kegiatan kampanye “For Life”, yaitu:

• Peliputan Media: Cetak, elektronik dan virtual<

• Event Organizer untuk acara “For Life” untuk mengadakan sebuah kegiatan di tempat kerja, sekolah, lingkungan rumah, atau tampat lain dimana materi “For Life” akan digunakan dan didistibusikan dalam kegiatan fundraising yang dilaksanakan;

• Musisi sukarelawan untuk tampil tanpa bayaran di dalam acara-acara “For Life”;

• Sukarelawan untuk menyebarkan materi “For Life” pada saat pelaksanaan kegiatan;

“For Life” 2010 sendiris telah berjalan sejak April 2010 dengan agenda sosialisasi dengan siswa lokal di 10 Universitas yang diutamakan dan juga 5 pemusik serta band yang diutamakan untuk perencanaan acara penggalangan dana untuk Hari “For Life”, dilanjut dengan membentuk jaringan

Komunikasi Online (Website, Blog, Facebook) dan melakukan Roadshow ke Stasiun-stasiun Radio, TV, Surat Kabar, Majalah, dan ke komunitas blogging lokal di bulan Mei 2010.

Agenda terus berjalan di bulan Juni dengan pendekatan kepada perusahaan sponsor, dan memastikan semua acara “For Life” oleh siswa, band, serta anggota masyarakat lainnya yang mendukung, hingga akhirnya Juli, dengan ditetapkannya Hari “For Life” pada tanggal 11 July 2010 dan untuk itu  Rumah Cemara mengadakan serangkaian acara penggalangan dana, termasuk pameran foto, film dokumenter Rumah Cemara, penjualan Merchandise “For Life”, dan konser amal yang bernuansa akustik. Dalam program inilah Karat ikut serta memeriahkan acara. Malam itu, walau datang telat, Karat tetap menghajar Galeri Padi dengan lagu-lagunya.

Well slamat buat Rumah Cemara, slamat juga smoga semua ancar atas Kampanye For Life-nya, juga rencana tim sepak bola Rumah Cemara yang bernama Tim Rumah Cemara Interminal untuk mengikuti turnamen Homeless World Cup 2010 di Rio de Janeiro, Brasil, bulan September 2010. Hajar mangs!!!

Segala informasi dan support buat Rumah Cemara silahkan klik http://www.rumahcemara.org

27 Juli, Slasa Ceria, Kimung’s Porch : Celempung Sia Sia Asa Aing Fiks &Penggarapan lagu Anti Mapan Selamanya dan 3 Days!!!

Tak ada jadwal latihan Sesala Ceria ini karena semua sibuk. Namun Hendra dan kimung tetap menjadwalkan nabeuh bareng di pekarangan rumah Kimung untuk menggarap lagu-lagu yang sudah siap. Awalnya hendra memainkan sebuah pirigan yang lumayan aneh dan segera diisi oleh Kimung. Lagu ini asalnya diterawang lebih cocok untuk Tribal Noise Conspiration. Tapi Mang hendra berpendapat sepertinya pirigan ini akan sangat cocok untuk lagu Sia Sia Asa Aing. Dan memang benar! Ternyata sangat pas mangs hahahahaaa… maka Sia Sia Asa Aing segera difiks malam itu. all hail memang Hendra untuk pirigan celempung yang semakin bahayiks sajah ^^

Dan berhubung karat memutuskan untuk stop bikin lagu dulu dan fiks semua lagu yang sudah ada, maka malam itu session lebih ke lagu-lagu bebas yang diproyeksikan untuk Tribal Noise Conspiration atau proyek2 kecil yang bisa digunakan untuk sekedar tatabeuhan atau sukur2 bisa ngamen juga. Ada dua lagu ciptaan Kimung yang dimainkan yaitu Anti Mapan Selamanya dan 3 Days. Tipikal lagu-lagu palid dengan tingkat kompleksitas pirigan yang terus dipertahankan dalam kesederhanaannya. Kemudian Bob marley ditabeuh. Kemudian Pearl Jam.

Ouwhh what a night…

28 Juli, Rabu, Bah Olot Roots Bloody Roots

Kembali ke Bah Olot lagi untuk mengantar rombongan Ben, Marion, dan Dan para musisi noise dari Prancis yang penasaran ingin berkenalan dengan sang maestro. Turut dalam rombongan adalah Kimung dan Zia yang bermotor berdua, Hendra serta Okid. Suasana hangat sangat terasa ketika rombongan semakin melebur dengan Bah Olot dan abah-abah lain yang ada di Giri Kerenceng. Suasana ini semakin asyik ketika tak disangka ternyata bah olot menyiapkan liliwetan untuk makan siang hari itu hhaaa.. Nasi liwet bah Olot, asin peda, telor dadar, sambal dan lalap whaaa yummieeee… hajar bah!!!

Habis makan siang, rombongan adik-adik dari Cicalengka datang. Reffy dan dua orang personil band reggaenya, Déjà vu, datang merapats. Rencananya memang Reffy akan diajar sessionan menyanyikan lagu-lagu reggae, entah untuk apa, tapi yang jelas pasti akan sangat berguna kelak hahahaaa.. Kika datang tak lama kemudian sambil bawa oleh-oleh gorengan yang yummiee hihihii

Ternyata kejutan dari bah Olot masih berlanjut. Sehabis makan siang adalah Bah Olot dan para personil Giri Kerenceng yang ternyata sudah berkumpul memutuskan untuk melaukan session memainkan beberapa lagunya di hadapan rombongan kawan-kawan ule dari Prancis. Waaahhh poll Bah!!! Ini saja kejutanyang sangat menyenangkan. Tak bisa setiap hari kita bisa menikmati Giri Kerenceng yang legendaris memainkan lagu-lagu mereka yang poll!!! Damn, its roots bloody roots!!!

29 Juli, Kamis, Session dengan angklung Smansa on Hampura Ma Part 2

Akhirnya jadwal latihan bersama Angklung Smansa untuk lagu hampura ma Part 2 keluar juga. Kamis ini Karat yang hanya dihadiri Man, Kimung, Okid, Jawis, Hendra menyambangi markas Angklung Smansa untuk berlatih bersama. Ternyata pa dadang, sang guru angklung, sudah menyiapkan sebuah aransemen untuk hampura ma Part 2. Hmmm sebuah aransemen yang menantang! Konsepnya, Angklung Smansa akan membuat jembatan yang menyambungkan perform kedua kelompok musik ini. Jadi yang diaransemen adalah nada-nada outro untuk Angklung Smansa sekaligus intro untuk Karat, juga beberapa fill in yang dipasang di setiap solo toleat Okid dan Jimbot. Dan ini adalah sebuah aransemen yang sangat bagus ditambah oleh kualitas suara angklung yang memang selalu membuat merinding ketika dimainkanserempak secara bersamaan oleh puluhan orang.

Akhirnya setelah brifing penyesuaian tata musik, Karat dan Angklung Samnsapun berlatih bersama. Pol mangs aslinyaa…

Bikin merinding…

Kalian harus melihat dan mendengar sendiri hasilnya…

Dan yang membuat semakin kuat hati adalah begitu antusias anak-anak angklungini untuk mengetahui karinding, celempung, toleat,d an alat-alat musik lain yang digunakan si Karat. Hmmm oks adik-adikku, sampai nanti, kita hajar panggung sama-sama oks!!!

30 Juli, Jumat Kramats, Fiks Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol & Sia Sia Asa Aing

Awalnya Karat mau soundcheck tapi ga jadi hehehe. Jadi malam itu Karat hanya berlatih saja di Commonroom. Full tim kecuali jimbot tak bisa hadir karena harus menunaikan panggung. Untuk itu Mang Iwan kembali didapuk menjadi pemain sementara karat di sesi alat tiup.

Ada komitmenyang menggembiarakan dari kaat untuk memankan lagu lagu Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol dan Sia Sia Asa Aing di panggung Smansa nanti. Karenanya dua lagu itulah yang terus dilatihkan malam itu. karat juga kembali menggubah Lagu Perang menjadi lagu Pintar.

Hmmm gimana jadinya?

Nantikan di edisi depan ketika dua lagu ini secara fiks dimainkan di panggung Smansa bersamaan dengan kolaborasi Angklung Smansa heheheheee…

10 Playlists Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Godflesh, Fugazi, Pearl jam, Portishead, Alice in Chain, Nine Inch Nails, Ministry, The Milo

Books : No One Here Gets Out Alive The Biography of Jim Morrison, Waiting for Godot oleh Samuel Beckett

Movies : Heat, Forth Kind, The Runaway

Quotes :

“Lets just say, I was curios of what would happen, and that’s all it was, just curiousity”, Jim Morrison dalam pembukaan di buku No One Here Gets Out Alive

“BANGKITLAH, UNTUK TIDUR TERENTANG KEABADIAN DI DEPAN KITA!” Omar Khayyam dalam Samarkand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s