JURNAL KARAT # 23, 2 Juli 2010 LAGU PERANG = LAGU PINTAR DAN CICALENGKA MAGICAL MYSTERY TOUR

Posted: July 3, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 23, 2 Juli 2010 LAGU PERANG = LAGU PINTAR DAN CICALENGKA MAGICAL MYSTERY TOUR

Asuhan Jon 666

27 Juni, Minggu, Panggung Karat di Perpisahan SLTP Terbuka Kecamatan Arcamanik, Markipat feat Kimung

Ceritanya, di Kecamatan Arcamanik terdapatlah lima Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka. Bagi mereka yang tak tau SLTP Terbuka—ini adalah bentuk sekolah yang khusus dirancang oleh pemerintah untuk anakanak yang tidak mampu. Siswa diberi modul untuk belajar sendiri, sementara guru yang mengarahkannya hanyalah guru pamong yang biasanya datang bertatap muka hanya seminggu sekali atau paling banyak seminggu tiga kali walau ada juga yang melakukan pertemuan penuh seminggu enam hari kelas. Sesuai namanya, SLTP Terbuka, jenis sekolah ini sama benar-benar terbuka, dalam arti tak memiliki gedung sekolah tertentu. Di manapun mereka bisa belajar, ya belajarlah mereka. Antara tahun 1998 – 2001, Kimung pernah mengelola SLTP Terbuka di Desa Padaasih, Cisarua, Lembang dan mereka belajar menumpang, kalau tidak di Sekolah Dasar yang kosong waktu siang, ya di mesjid, atau di Bale Desa. Namun demikian, kita tak boleh menyepelekan para siswa, terutama keinginan belajar mereka.

Mayoritas siswa SLTP Terbuka adalah anak tidak mampu yang fokusnya adalah mencari uang untuk biaya kehidupannya. Datang ke “sekolah” untuk belajar bagi mereka memerlukan motivasi berlipat-lipat ganda dibandingkan siswa-siswa kebanyakan. Dan inilah yang harus kita perharikan. Motivasi. Dan dengan motivasi itulah, Kimung sempat berkaca-kaca ketika melihat salah satu siswa SLTP Terbuka yang dulu ia ajar, kini ternyata sudah lulus kuliah di UIN Sunan Gunung Djati, Ujungberung, Bandung, dan memutuskan untuk menjadi guru menggarap pendidikan bagitak mampu di Desa Padaasih. Walau akhirnya SLTP Terbuka Padaasih bubar karena pemerintah tak bisa menyokong dana pendidikan (TERUS NAON GAWENA SIH PAMARENTAH TEH, GAROBLOGGGG PISAAAANNN!!!!!!!) ditambah Kimung sendiri tahun 2001 semakin dituntut untuk komit menyelesaikan skripsinya hingga harus mundur teratur dari SLTP Terbuka Desa Padaasih, namun anak-anak ini tetap bersekolah di SLTP Terbuka Kecamatan Cisarua.

Sekolah baru yang harus mereka tempuh dengan berjalan kaki sejauh tiga sampai lima kilometer jalan menanjak. Alhamdulillah, semua siswa yang pernah dididik Kimung lulus semua tahun 2003, tahun di mana Desa Padaasih akhirnya benar-benar menyetop program SLTP Terbuka di desanya—karena ketergantungan anggaran biaya kepada pemerintah (TERUS NAON GAWENA SIH PAMARENTAH TEH, GAROBLOGGGG PISAAAANNN!!!!!!!). Untuk mengumpulkan dana swadaya masyarakat anggaran dana pendidikan tentu tak mungkin. Ini bukan masyarakat kota dengan tingkat perekonomian baik. Ini adalah kampung yang pelan dilibas kawasan industry di mana hanya ada dua pilihan bagi para lulusan sekolah dasar yang miskin : KAWIN atau KERJA DI PABRIK! Stop dreaming in school boys and girls and hey teachera, leave the kids alone!!! Pink Floyd kadang tak ngerti juga hati guru walau saya fans berat mereka gtyuu lohhh. Mati saja lah Pinky Floydieeee!!

Sentimental inilah yang menggugah Kimung untuk meneruskan permintaan tolong warga Arcamanik yang selama ini menggarap SLTP Terbuka di Kecamatan Arcamanik kepada Man selaku pentolan Karinding Attack, juga salah satu sosok yang sangat ngetop di kalangan kaum muda. Alkisah, permintaan tolong ini disampaikan oleh Pak Ali dan Bu Luna selaku warga Arcamanik yang selama ini menaruh perhatian besar terhadap pendidikan anak-anak tak mampu sekitar Arcamanik. Mereka meminta Kimung untuk membantu mereka meningkatkan motivasi belajar siswa-siswa lima SLTP Terbuka di Arcamanik dalam ajang perpisahan SLTP Terbuka. Oww, perpisahan? Ternyata kisah pilu pembubaran SLTP Terbuka tak hanya di Padaasih. Arcamaik yang katanya merupakan masyarakat ekonomi menengah ke atas dan memilki konstanitas yang lebih dibanding Kimung di Padaasih pun harus kesulitan mempertahankan keberadaan SLTP Terbuka. Dari lima SLTP Terbuka yang kini buka, tiga di antaranya akan ditutup dan sisinya tinggal dua saja. Ini tentu akan menjadikan pemusatan kegiatan di duatempat saja dan tentuini bukan hal yang efektif dalam pembelajaran. Duh pemerintah….  (TERUS NAON GAWENA SIH PAMARENTAH TEH, GAROBLOGGGG PISAAAANNN!!!!!!!)

Untuk meningkatkan motivasi belajar di kalangan para siswa itulah diperlukan satu sosok yang pas bercerita kepada anak-anak itu. Sosok muda yang kata-katanya lebih bisa didengar ketimbang kata-kata guru-guru mereka. Untuk itulah Pa Ali dan Bu Luna meminta bantuan Kimung untuk memberikan masukan siapa kira-kira musisi yang bisa memotivasi para siswa ini. Kimung langsung teringat Man dan Karat, namun kebetulan acara SLTP Terbuaka itu bentrok dengan panggung Sonic Toerment tanggal 27 April di Yon Armed.  Maka Kimung mencoba mencari kawan-kawan yang lain yang akhirnya urung juga karena kebanyakan bentrok jadwalnya.

Karena Karat kemungkinan tak bisa maka Kimung lalu menawarkan Karmila. Namun ternyata ada beberapa panitia yang menolak dengan alasan konyol dan tak akan saya ceritakan di sini hahaha… Kimung sempat menawarkan Markipat featuring Man yang segera disambut hangat oleh panitia. Namun ketika Kimung curhat ke Man memintanya untuk bisa hadir dan memberikan motivasi, ternyata Man menyanggupi Karat oke maen di acara tersebut, apalagi ini benar-benar konser amal untuk memotivasi semangat belajar anak-anak Indonesia. Paling konsekuensinya, Karat tidak maen dengan full tim. It’s ok csku! Keberadaan karinding di sana akan lebih dari cukup untuk menggugah semangat apapun yang sedang sekarat.

Karat memang manggung tidak full tim. Cuma bertiga : Man, Jawis, dan Hendra. Namnun ini tak mengurungkan semngat mereka untuk berbagi. Man bahkan merombak Lagu Perang menjadi lagu Pintar. Nyanyian koor diakhir lagu, “Aku ingin peraaaannnggg…” yang dirobah oleh Man menjadi “Aku ingin pintaaaarrrr…” terus disenandungkan oleh para siswa ini setelah acara usai ditutup si Karat.

Itu lebih dari cukup menggugah motivasi dibandingkan koar-koar walikota di sebuah arena konser punk band internasional, berjanji membangunkan gedung konser di Kota Bandung kota barometer music Indonesia. Sebuah janji memalukan karena tak pernah ditepati sama sekali oleh sang tolol itu. sama dengan janji-janji presiden yang meningkatkan anggaran pendidikan, ilusi media mengenai perbaikankualitas pendidikan, tapi kenyataan yang ada dari lima SLTP Terbuka di Arcamanik, tiga di antaranya ditutup karena masalah motivasi belajar.

(JADI NAON GAWENA SIH PAMARENTAH TEH, GAROBLOGGGG PISAAAANNN!!!!!!!)

Di saat yang sama si Karat maen di perpisahan SLTP Terbuka Arcamanik, Kimung sedang bersiap2 manggung sama Sonic Torment di Yon Armed Cimahi. Di panggung Akbar Tiga Genera situ, ternyata Markipat juga manggung. Kimung yang dating awal banget ke gig lansung saja kongkow dengan Mang Gembok dan ditawari maen bersama Markipat. Kimung tentu saja langsung mengiyakan. Ia sempet brifil di belakang tank-tank baja tentara sama Markipat, membawakan empat lagu : Rajah Bubuka, Pahlawan Kesiangan, Bangbung Hideung, dan satu lagi lupa judulnya pokonya ada Perang-perang gitu hehehehe. Panggung berjalan lancar!! Poll banget si neng sinden Uci pas bawain lagu Bangbung Hideung hheuu…

Rahayu Markipat!!!!

28 Juni, Senin,

Ini kabar dari kimung untuk Jon : Dini hari ini ia membereskan artikel Karinding dan Geliatnya, sebuah artikel singkat sebagai wacana cerita lisan dan sejarah karinding di Tatar Sunda. Artikel ini dibuat untuk dirilis di media besar agar dibaca oleh skup pembaca yang luas, jadi memang ditulis dengan penataan dan penyederhanaan di sana-sini. Kimung masih mempersiapkan format detil untuk dimuat diblog. Kadar selesai = 80%.

29 Juni, Selasa Ceria, Karat Session di Commonroom

Karat tak jadi latihan Selasa ini karena diundang oleh Alinea untuk berdiskusi membahas tentang alkohol. Selain itu, kejadian memilukan juga terjadi. Remains Rottrevore distro yang dikelola Okid kebongkaran. Hmmm smoga barang-barang yang dicuri itu bisa berguna bagi sang pencuri, berkah dan akhirnya membawa pencerahan bagi hidupnya sehingga ia segera bertobat dan memberikan banyak-banyak kebaikan bagi orang-orang di sekelilingnya dan juga orang-orang luas pada umumnya, amiin! Smoga barang-brang yang dicuri juga bisa diiklaskan oleh Okid sehingga ia bisa mendapat gantinya lebih banyak lagi di masa mendatang dan bisa lebih banyak berbagi kepada orang-orang di sekitarnya, amiin! Semoga si Karat Jumat bisa latihan hehehehe… Amiin!

30 Juni, Rabu,

Kabar lagi dari Kimung untuk Jon : memperkenalkan dan mengajarkan celempung kepada Rizka—kimung memangilnya Kika—dari Cicalengka di Curug Panganten dan berharap agar Kika yang penabuh drum ini bisa menjadi salah satu penabuh celempung wanita yang memang masih sangat jarang. Apalagi jika mengingat Kika berasal dari Cicalengka, kawasan yang kaum mudanya memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap kebudayaan, dan Kika juga sudah bisa memainkan karinding. Hajar terus Kika!!

1 Juli, Kamis

Di sela-sela forum kemisan Bandung Oral History di Commonroom yang saat itu membahas rencana workshop kamera lubang jarum dan produksi film musik ekstrim Bandung, Jimbot & Kimung merencanakan membuat komposisi tetabuhan celempung sebagai media pembuka Karat di Nu Substance, 9 Juli 2010. Untuk itu mereka sepakat akan latihn Jumat malam apapun yang terjadi.

2 Juli, Jumat, Cicalengka Magical Mystery Tour

Kontak-kontak untuk mendukung kelancaran riset Cicalengka sudah dibangun dari Kamis dengan Apuy Saraf Timur Squad. Target utama adalah pemetaan potensi band bawahtanah Cicelangka, baik di ranah musik ekstrim maupun tradisional. Untuk ini Kimung akan dibantu oleh Apuy, Sang Morbid Aggressor yang membuka diri untukmembantu riset Kimung di Cicalengka. Selain itu, target juga adalah wawancara Mang Gembok Teuas sebagai salah satu pionir Cicalengka. Maka sejak pagi Kimung, Kika, dan Addy Gembel berangkat ke Cicalengka. Tujuannya jelas : Gedung Pertemuan Rakyat GDN tempat ngumpul anak-anak Cicalengka. Dan benar saja, ketika Kimung, Kika, dan Gembel sampai di GDN tampaklah anak-anak Sunda Metal sedang leseh-leseh di depan Gedung GDN. Oww ternyata mereka baru saja pulang dari Kawe, sebuah bukit yang tempat mereka biasa refreshing dan juga menggarap kesenian tradisional rakyat.

Tak lama, Apuy juga datang dari Cimolz, seberang GDN. Setelah print format pendataan band, dan memperbanyaknya, rombongan kemudian berangkat ke rumah Apuy di Cikopo. Kali ini, Princess Wilda ikut serta karena kebetulan ia lagi ada di sekolahnya di Ceko. Kika yang sedari awal berangkat ikut serta malah akhirnya memutuskan untuk pulang.

Rumah Apuy mantap!! Kecil, asri, dikelilingi sawah, kebun, pegunungan, dan para tetangga yang ramah. Betah skali diam di rumah Apuy. Angin sepoy sepoy mengiringi perbincangan siang itu. setelah gembok datang dansaling bertukar informasi, Kimung segera melakukan wawancara. O iya, informasi yang saling ditukar antara lain adalah undangan kepada Sunda Metal dan scene Cicalengka secara luas untuk hadir di pembukaan Nu Substance Festival 9 Juli 2010 di Commonroom, undangan kepada Gembok dan para pengrajin Cicalengka untuk mengisi stand yang disediakan Pemkot untuk mereka di pasar seni tanggal 25 Juli di Sabuga.  Gembok sendiri meberikan informasikepada Kimung yang masih belum bisa dishare di sini karena masih diolah sebagai buku Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels.

Tak lama setelah wawancara, Kika datang lagi bersama pacarnya, Reffy membawa baso Ceu Uju yang luar biasa hahahahaha… Pol poll mksii Kika, I luv you Ceu Uju!!!! Setelah foto-foto dan share kepada Apuy yang kemudian menyanggupi proses wawancara scene Cicalengka, Kimung, Gembel, dan princess pamit kepada Apuy. Princess langsung pulang ke Ciparay, semetara Kimung dan Gembel meneruskan perjalanan ke Sanggar Motekar Jalan Sayang. Love Street—merujuk pada slah satu lagu The Doors band favoritnya dan begitu banyak kisah cinta di jalanan itu—begitulah Kimung sering menyebutnya sejak tahun 1998 ketika ia kos di sana dan begitu akrab dengan pribumi sekitar.

Di Sanggar Motekar, Kimung dan Gembel mendengarkan penuturan dari bapak pemilik sanggar—duh poho cenah ngaranna hihihi—mengenai sanggar sendiri yang difokuskan sebagai sarana terbuka bagi siapapun untuk belajar, keprihatinan bapak Motekar karena sudah begitu banyak kesenian khas Cikeruhan yang berada di titik kritis bahkan punah, hingga beberapa langkah yang bisa diambil bersama. Perbincangan yang menggugah sore itu. Juga ketika kawan kami Luthfi, yang akrab dipanggil Upil, datang dan menambah wawasan kisah sanggar Motekar dan program bulanan mereka, Bulantok, yang benar-benar menarik.

Kisah tentang sanggar yang sangat berdedikasi ini lagi ditulis Kimung. Tunggu saja ia aplod oks.

Well, hari beranjak sore dan Kimung & Gembel harus pulang. Kenangan berbaur dalam benak Kimung yang punya ikatan historis sangat kuat dengan kawasan ini. Ketika akhirnya Kimung bertemu dangan Kang Alan, Sam, dan anak-anak Jalan Sayang yang dulu terus mendampingi dan menjaganya di Jatinangor, memberikan kenangan-kenangan dan persaudaraan yang paling sulit dilupakan. Yang membuat Kimung semakin terhanyut adalah penuturan Kang Alan bahwa anak-anak Sayang juga kini semakin tertarik pada kesenian Sunda. Mereka yang dulu nakal kini semakin merunduk, menekung ke dalam diri bermain kesenian Sunda, kacapian, dll.

Sayang senja semakin turun dan Kimung harus latihan bersama Karat malam itu…

Lagu I Will mengiringi laju motor Kimung dan Gembel meninggalkan Jatinangor pelan-pelan senja itu, meninggalkan kenangan-kenangan dan orang-orang tersayang beserta janji-janji untuk segera bertemu lagi suatu hari nanti, secepat mungkin. “Aku akan terus rapuh, sampai kita bertemu lagi…”

Malamnya…

Karat berkumpul malam itu di Commonroom. Rencananya akan menggeber rampak celempung buat pembukaan Nu Substance. Tp akhirnya yg dilatihankan malah lagu-lagu baru si Karat. Hehehe it’s okay, lebih better malah wekekekekkk.

Lagu pertama yg difiks malam itu adalah Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan. Kimung terinspirasi Godflesh lagu I Wasn’t Born to Follow dalam saat menciptakan lagu itu. Temanya, terinspirasi kejadian-kejadian yg sempat membuat down si Karat beberapa minggu yang lalu. Man menambahkan choir di tengah lagu hehehe…  Jawis mengaransemen fill yang menyambungkan choir dengan lagu lagi, sementara Jimbot memberikan berbagai masukan mengenai ending lagu. Beresss lagu ini wekekekekk

Lagu kedua adalah Senang Susah Senang, lagu Man yang terinspirasi dari Dying Fetus. Lagu ini memang sudah lama jadi dan fiks, Cuma belum tergarap saja pola karinding per individunya. Namun latihan malam ini untuk lagu Dying Fetus, lancers!!! Ranti merekam lagu ini dalam laptopnya, semetara Man dan Okid di alat rekam masing-masing. Lunaaaaa ntar bagi filenya yesss hihihihi

Lagu ketiga yang juga sudah sangat fiks adalah Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol yang pola celempungnya sdah beres sejak lama leh Kimung dan Hendra. Jawis juga sebetulnya sudah punya pegangan pirigan karinding untuk lagu ini tapi kemduian menyesuaikan lagi dan fiks boooo hahahahahaha…

The pigs has won tonight, now they can all sleep soundly, and everything is alright…

Oww yaa, Elank Polyester Embassy mengajak karindinguntuk engisi lagunya yg terbaru Space Travel Rock n Roll. Pol Pol Pol!!! Markihaj Lank!!!

Bersambungs….

10 Playlists Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Pearl Jam, The Doors, Godflesh, Polyester Embassy, Nine Inch Nails, Fugazi, Koil, Jasad

Books : Chronicle of the Death Foretold by Gabriel Garcia Marquez,

Movies : 300 by Zack Snyder, Pearl jam Live at the Garden Vol 2

Quotes :

“Beri aku prasangka-prasangka dan akan kujungkirbalikkan dunia ini” Hakim penyidik kasus Santiago Nasar dalam Chronicle of the Death Foretold, karya Gabriel Garcia Marquez

“Be good to me Martha my dear, don’t forget me…” Martha My Dear, Paul, John, George, Ringgo

Comments
  1. UP jakarta says:

    artikel yang bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s