JURNAL KARAT # 20, 11 JUNI 2010, SLAMAT ULANG TAHUN KANG HENDRA!!!! MUGIA RAHAYU, WALUYA SALAMINA, SING KARAIH CITA-CITANA, BAGJA DUNYA AHERAT, BERKAH SADAYANA!! AHUNG!! AMIIN!!

Posted: June 12, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 20, 11 JUNI 2010, SLAMAT ULANG TAHUN KANG HENDRA!!!! MUGIA RAHAYU, WALUYA SALAMINA, SING KARAIH CITA-CITANA, BAGJA DUNYA AHERAT, BERKAH SADAYANA!! AHUNG!! AMIIN!!

Asuhan Jon 666

6 Juni, Nikahan Andris

Hari ini rencananya Karat akan tampi di nikahan Andris atas permintaan sang pengantin. Namun demikian karena berbagai hal, Karat urung nabeuh di nikahan Andris. Hingga kini, Karat baru nabeuh di nikahan Elang saja setelah ga jadi pas dinikahan Buyunk dam Andris kali ini.

Di nikahan ketemu sama Yayat. Ia mengutarakan masih meraba-raba arah dan cara bernyanyi Man kepada Okid dan Kimung. Kimung memberikan ilustrasi bahwa lagu-lagu si Karat secara garis besar ada dua jenis, yang sifatnya ke dalam dan yang keluar. Lagu-lagu seperti “Hampura Ma”, “Hampura Ma II”, dan “Kawih Pati” adalah lagu-lagu Karat yang menusuk ke dalam. Lagu-lagu ini lebih individual dari lainnya, cenderung monoton dengan pola repetitif dan meditative karena memang bertujuan membuka eksplorasi ke dalam diri individu. Pola vokal Man tetap seperti biasa, namun isi lirik biasanya sangat individual dengan pemilihan kata dan diksi yang relatif lebih nyastra. Di lagu-lagu yang ekspresinya ke luar, lirik-lirik lebih spontan dan menarik perhatian karena gamblang dan menggunakan struktur tata bahasa serta lafal yang lebih umum dipakai rakyat kebanyakan.

Cara menyanyi Man—atau juga vokal-vokal lain di Karat—juga bermacam-macam. Man, biasanya ngawih khas Man, kadang dengan lantang, kadang bermain suara yang berasal dari dalam kerongkongannya. Kimung berteriak, menggeram, bersenandung, atau sekedar humming. Hendra berteriak, dan Okid bernyanyi. Kimung bahkan kini sedang mengaransemen lagu yang intro dan reff-nya seperti orang yang menjajakan dagangannya. Ungkapnya, “Karat mencoba mendoumentasikan ungkapan-ungkapan yang umum dibuat atau dilakukan orang-orang kebanyakan. Wasit Kehed misalnya yang mengutip teriakan supporter bola di dalam pertandingan. Lagu ini juga konsepnya sama. Hanya yang dikutip adalah gimana pedagang menjajakan dangannya.”

Pulang dari nikahan Andris, Kimung dan Hendra kembali ke rumah Kimung untuk tatabeuhan. Tergarap beberapa lagu dalam kesempatan itu : Song of Freedom dari Bob Marley,  sedikit Kelas Rakyat, dan sedikit Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan. Lagu mardak yang sudah terbayang intro dan reff sama sekali belum terbangun bentuk lagunya.

7 Juni, Wisnu & Kimung session

Senin siang, giliran Wisnu dan Kimung yang menggarap lagu. Dalam kesempatan ini, selain memfikskan lagu-lagu Ririwa Di Mana Mana, Sia-Sia Asa Aing, dan Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol, Wisnu & Kimung berhasil membentuk pola untuk lagu ciptaan Man (Wisnu bilang kayanya akan dijuduli Suntik Anjing Dog Injection hihihi…) dan lagu Maap Kami Tidak Tertarik Pada Politik Kekuasaan. Kedua pola lagu sudah didokumentasikan Kimung dalam peranti rekamnya.

Selasa, 8 Juni, SLAMAT ULANG TAHUN KANG HENDRA!!!! MUGIA RAHAYU, WALUYA SALAMINA, SING KARAIH CITA-CITANA, BAGJA DUNYA AHERAT, BERKAH SADAYANA!! AHUNG!! AMIIN!!

SLAMAT ULANG TAHUN KANG HENDRA!!!! MUGIA RAHAYU, WALUYA SALAMINA, SING KARAIH CITA-CITANA, BAGJA DUNYA AHERAT, BERKAH SADAYANA!! AHUNG!! AMIIN!!

SLAMAT ULANG TAHUN KANG HENDRA!!!! MUGIA RAHAYU, WALUYA SALAMINA, SING KARAIH CITA-CITANA, BAGJA DUNYA AHERAT, BERKAH SADAYANA!! AHUNG!! AMIIN!!

SLAMAT ULANG TAHUN KANG HENDRA!!!! MUGIA RAHAYU, WALUYA SALAMINA, SING KARAIH CITA-CITANA, BAGJA DUNYA AHERAT, BERKAH SADAYANA!! AHUNG!! AMIIN!!

SLAMAT ULANG TAHUN KANG HENDRA!!!! MUGIA RAHAYU, WALUYA SALAMINA, SING KARAIH CITA-CITANA, BAGJA DUNYA AHERAT, BERKAH SADAYANA!! AHUNG!! AMIIN!!

SLAMAT ULANG TAHUN KANG HENDRA!!!! MUGIA RAHAYU, WALUYA SALAMINA, SING KARAIH CITA-CITANA, BAGJA DUNYA AHERAT, BERKAH SADAYANA!! AHUNG!! AMIIN!!

Rabu, 9 Juni, Gig di Unisba

Ini adalah acara budaya yang digelar oleh Iniversitas Islam Bandung (Unisba). Wah aslinya saya sangat terharu dengan inisiatif mahasiswa-mahasiswa ini. Di saat Karat dikelilingi suara sinis atau lelucon tak lucon, “Keur naon lah Susundaan? Waduk anjiss!!” inisiatif para mahasiswa ini membiuskan haru. Semoga saja inisiatif anak muda ini memang datang dari dalam hati, sama seperti halnya Karat yang memainkan waditra tua tanpa ada pretensi apapun terhadap berbagai kepentingan di dunia kecuali peace, love, and emphaty seperti yg sering dikampanyeukan Kurt Cobain atau flower generation atau miss-miss universe di telepisi2 sanah.

Pelataran kampus yang minimalis diset oleh panitia sedemikian rupa menjadi cozy dan penuh suasana akrab. Beberapa foto-foto juga dipamerkan, menambah semarak suasana. Di sisi kanan panggung ada area lain yang tak kalah menarik yaitu workshop (atau instalasi hidup?) empat orang pandai besi yang terus menempa sebuah besi menjadi alat kerja sepanjang pertunjukan berlangsung. Mojang-mojang Unisba yang cantik semakin cantik berbalut kebaya ditambah lampu-lampu temaram menambah hangat suasana malam itu.

Acara ngaret (endonesa banget), namun aga terobati oleh penampilan bobodoran longser dari mahasiswa Unisba. Setelah lolongseran, Karat harusnya tampil, tapi entah kenapa Karat diseling oleh Pencak Silat dulu. Hmmmm…

Dan inilah tipikal acara budaya dan juga acara mahasiswa : kurang tergarap dengan baik. Selain ngaret dan jadwal pengisi acara dituker-tuker pas pergelaran seenak udel (itu gapapa lah walopun itu pastinya sebenernya apa-apa buat musisi), sound systemnya jelek, tak dipersiapkan dengan baik. Tak hanya pas Karat, pas lolongseran bodor dan juga pencak silat, kecurigaan atas sound system jelek emang sudah terasa. Dan benar saja… dari keharusan ketersediaan 10 buah mikrofon buat Karat, hanya Sembilan yang tersedia dan itupun stand mic-nya haya ada tiga. Alhasil berbagai cara diusahakan agar mic bisa jejeg ajeg walau tak isa ajeg tentunya (Okid menggantung mic di stand goong, Jimbot mic-nya tergeletak di tas, waaahhciweuh weh hihihiii…). Panggung juga sangat sempit hingga semua duduk dukdek ga jelas bentuknya hehehe…

Namun sekali lagi terimakasih buat Unisba untuk semuanya. Semoga inisiatif ini akan terus hidup dan terus dilakukan dan diperbaiki ke depannya. Sedikit kritik mungkin untuk mahasiswa Unisba, sayang sekali jika penggarapan acara budaya digarap seadanya. Acara budaya harusnya bisa lebih tergarap dengan baik dibandingkan acara ben-benan pada umumnya. Saya juga beberapa kali liat gig di kampus Unisba dan panicia bisa geber gig ini dengan kualitas yang jauh lebih baik. Saya kira untuk acara budaya bisa dilakukan dengan standar yang saa, bahkan lebih!!! Mohon prioritaskan!!!!

Saya kira alasan tak adanya dana kegiatan bukan alasan yang masuk akal karena di berbagai acara yang digarap anak -anak SMA, acara dan segala sesuatunya bisa tergarap jauh lebih baik dan profesional. Mahasiswa seharusnya punya daya negosiasi dan artistik yang jauh lebih baik dari anak-anak SMA. Dan mahasiswa juga mengemban amanat sebagai agen perubahan social terdepan. Jika tak keren menggarap budaya sendiri, bagaimana kehidupan sosialnya sendiri akan keren??? Hayoh berbenah!!

Karat maen standar. Cenderung jelek malah karena sound system ga maksimal. Dari Karat sendiri kayanya udah harus punya riders nih seperti apa yg disarankan Pa Boyat beberapa kamis yang lalu…

O iya sebelum maen di Unisba ada rapat penting di Remains. Rapat RAHASIA! Belum waktunya diguar.

Jadwal suting Hampura Ma II berubah asalnya tgl 22 jd tgl 27.

11 Juni, Jumat Kramat di Commonroom

Mematangkan rencana penggarapan klip Hampura Ma II. Selain Karat, hadir Kapten Jek & kru, calon penggarap make up, Andra, dll. Scenario sudah semakin fiks, tempat juga fiks, waktu juga fiks, tinggal pematangan lebih lanjut. Yuuuu…

Oww yaa… tempat yang biasa dijadikan Kelas Karinding di GIM sudah menjadi gudang lagi. Keanehan terjadi di sini… Sepertinya Kekar akan pindah ke Commonroom lagi untuk sementara.

Tu bi kontinyuddd… nyudd… nyudd…

10 PLAYLISTS JON 666 : Tarawangsa, Nat King Cole, Portishead, Nicfit, Sonic Youth, Sonic Torment, Godflesh, Dinosaur Jr., Christina Aguilera, Eddie Brickell

MOVIES : Yellow Submarine (thx Dian AQ J), Ariel – Luna, Ariel – Tary,

BOOKS : Who Move My Match?, Si Kabayan Nongol di Zaman Jepang, Serial Tintin

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s