JURNAL KARAT # 8 12 MARET 2010 TELEVISION WEEK PART 2 & GRINDONESIA TOUR 2010

Posted: March 16, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 8 12 MARET 2010
TELEVISION WEEK PART 2 & GRINDONESIA TOUR 2010

Asuhan  Jon 666

Minggu 7 Maret, Karat Live in Ziggie Wiggie

Commonroom jam 16.00 sore itu ramai sekali. Ada screening film apa gitu sore itu. Personil Karat terlihat mulai berdatangan sore itu, ada Kimung, ada Hendra, ada Jawis juga. Tak lama kemudian berdatangan kawan-kawan yang lain. Ada Eumo Rinding yang bawa karinding-karinding ciptaannya yang semakin hari semakin baik saja kualitasnya. Kemudian mulai berdatangan Gaya, Elmo, dan Jay dari Eyefeelsix yang akan ikut suting Karat di Ziggie Wiggie sore itu membawakan nomor dari Eyefeelsix berjudul “Eyefeelsix”. Mendekati jam 5 Mang Utun datang, disusul Man menjelang Magrib. Karena kondisi Commonroom yang demikian ramai dan tidak memungkinkan Karat untuk berlatih, Mang Utun mengajar Karat dan Eyefeelsix untuk berlatih di Walhi sekalian snaksniksnuk. Maka rombongan pun berangkat ke Walhi. Okid menyusul tak lama kemudian beberapa saat setelah karat & Eyefeelsix tiba.

Latihan magrib itu fokus ke lagu “Eyefeelsix”. Hanya empat putaran dan Karat & Eyefeelsix sudah bisa memainkan lagu ini dengan baik. Pirigan celempung masih memakai beat “Rima Ababil”nya Homicide. Karat sempat melatih beberapa lagu yang rencananya dimainkan di Ziggie malam nanti. “Washed”, “Eyefeelsix”, dan “Lagu Perang medley Kawih Pati” adalah lagu-lagu yang rencananya digeber malam nanti. Waktu menunjukkan pukul tujuh malam ketika akhirnya mereka merasa siap dan berangkat ke Studio STV di kawasan Setrasari, Bandung. Karat sempat singgah dulu di Commonroom dan mengajak Ranti untuk ikut serta ke Studio STV.

Suting malam itu sangat ceria. Andra sang host sangat berbaur dengan Karat, bertimpal Man yang tak henti-hentinya bercanda sepanjang suting dari jam 22.00 sampai 23.00. ziggie untuk karat dibagi menjadi lima sesi suting. Sesi pertama adalah Karat maen membawakan lagu “Washed”. Setelah diseling oleh video klip, sesi ke dua digeber oleh bincang santai. Sesi ke tiga Ziggie menggeber Karat vs Eyefeelsix dalam kolaborasi lagu “Eyefeelsix”. Sesi ke empat kembali bincang-bincang yang sama sekali jauh dari serius karena Man sepettinya sedang kerasukan Mang Ibing malam itu wekekekkk… Sesi terakhir adalah bicang-bincang lagi sekaligus lagu penutup “Lagu Perang medley Kawih Pati”. Well, everybody has a wonderfull feeling that night!! Makasih Ilva, Babam, dan Andra serta seluruh kru Ziggie & STV.

Rabu 10 Maret, Suting Karat di Program Bandung Tea STV Bandung

Setelah penampilan di Ziggie, program TV berikutnya untuk Karat adalah Bandung Tea, masih dari STV Bandung. Yang mendapat kontak untukm program ini adalah Man dari produsernya dan disepakati suting dilakukan hari Rabu ini di Commonroom sebagai markas Karat. Sejak ba’da Magrib Commonroom sudah penuh. Selain kru dan personil Karat, kru Bandung Tea juga mulai memenuhi Commonroom. Aang Arman sang host juga terlihat sudah stand by di sana.

Suting dimulai jam delapan. Awalnya kru mengambil sudut-sudut menarik di Commonroom untuk mendukung cerita. Perpustakaan Commonroom dan tempat persemaian bibit pohon untuk penghijauan hutan menjadi fokus. Perpus di Commonroom disebutkan sebagai tempat inspirasi bagi Karat dalam mengumpulkan ide dan memang demikianlah adanya. Dulu di masa-masa awal Jumat Kramat, personil dan kru Karat pasti akan berkumpul dulu di Perpus—dulu perpusnya ada di lantai atas, di ruangan yang kini ditempati Openlabs—untuk mengumpulkan ide eksplorasi sebelum latihan. Sementara persemaian bibit pohon disebutkan Man sebagai media penunjang buatnya dalam membina sekte pemuja pohon pimpinannya sendiri.

Setelah itu Aang dan kamera langsung menyorot kegiatan latihan Karat. Untuk sesi ini Aang mendaulat Karat untuk memainkan lagunya. Karat menyambut dengan “Blues Kinanti” yang malam itu semakin mantap saja dengan deut maun Jimbot on double suling with Mang Utun on harmonika.
Sesi berikutnya menampilkan perbincangan mengenai apa itu karinding, filosofi karinding, hingga cara memainkan karinding yang secara fokus dijawab oleh Mang Utun. Aang Arman juga kemudian mencoba belakar karinding dan hebatnya sekali belajar Aang langsung bias bunyi karindingnya!! Hhaa welldone Aang! You rocks dude!! Aang juga kemudian belajar celempung dan palid dengannya. Ketika akhirnya Aang meminta Karat untuk memainkan lagu yang merupakan kombinasi dari karinding, celempung, dan toleat, Karat akhirnya memainkan “Hampura Ma”, lagu yang kini menjadi lagu yang jarang dimainkan.
Sesi selanjutnya adalah bincang-bincang mengenai sejarah dan beberapa hal menarik mengenai karinding yang secara bergantian dijawab oleh Kimung, man, Mang Utun, dan Karat yang lain. Setelah sesi ini, Karat menutup suting dengan “Lagu Perang medley Kawih Pati”. Dengan demikian maka usai sudah suting Karat untuk Bandung Tea malam hari itu. Sebelum bubar malam itu Karat memantapkan janjian untuk panggung mereka Jumat ini di tempat yang dirahasiakan oleh kawan-kawan Pyrate Punks, semacam Libertad selanjutnya.

Jumat 12 Maret, Karat di Bandung Tea tayang & Karat Live di Libertad Langit

Sementara Karat tayang di bandung Tea tayang malam itu pukul tujuh, personil Karat sedang terguncang-guncang di atas sepeda motor masing-masing menuju tempat yang dirahasiakan atas permintaan kawan-kawan Pyrate Punks untuk menghajar panggung di sana. Ini adalah kali kedua Karat ikut serta dalam acara Pyrate Punks setelah bulan Februari kemarin manggung di Libertad Fest. Kali ini Karat manggung dengan Resist, Sub Chaos, Kontrasosial, Assusila, Decay, The Cruel, San Franskin, dan Milisi Kecoa. Dua di antara band-band ini berasal dari Italia dan satu berasal dari Swiss.
Well mohon maap Jon tak bisa cerita lebih jauh tentang show ini karena tak bisa datang dan belum sempet cerita-cerita tentang show ini lebih detil kepada para personil Karat. Katanya Man akan cerita sendiri tentang “Show di Langit” ini.

Saya janjikan esok hari di aplod yess hheuu…

Udah dulu ahhh….

Jon 666 10 Playlists : Tarawangsa, Burgerkill, John Lennon, Reverb and Revolver, Koil, Guns n Roses, Eddie Brickell, Paquita, Jasad, The Cruels

Books : Sejarah Tuhan by Karen Armstrong, The Call of The Wild by Jack London

Movies : Alice in the Wonderland by Tim Burton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s