JURNAL KARAT # 4 JUMAT KRAMAT 12 FEBRUARI 2010 KOLABORASI TIGA TITIK HITAM BURGERKILL

Posted: February 21, 2010 in Uncategorized
Tags:

JURNAL KARAT # 4 JUMAT KRAMAT 12 FEBRUARI 2010

KOLABORASI TIGA TITIK HITAM BURGERKILL

Asuhan jon 666

Selasa 9 Februari 2010, Rekaman di Studio Manja Parakan Elok

Jumat Kramat 5 Feb 2010 para personil Karat sepakat akan bereksperimen rekaman lagu mereka di Studio Manja milik Man di bilangan Parakan Elok. Man yang sudah berhasil merekam pola karinding ciptaannya yang terinspirasi Dying Fetus mengundang kawan-kawan Karat untuk juga merekam lagu di studionya. Tentu saja ini sebuah tawaran eksperimen yang sayang untuk disia-siakan. Ini juga siapa tahu bisa menjadi langkah awal Karat untuk mandiri secara teknis dalam segala hal, termasuk dalam rekaman.

Maka Selasa malam, 9 Februari  2010, pukul 21.00, walau tak semua hadir para personil Karat berkumpul di Studio Manja. Kimung dan Hendra pertama kali datang, disusul segera oleh Jawis, dan kemudian Okid. Aki Amenk memberikan konfirmasi tak akan datang. Pun Mang Utun dan Jimbot. Gapapa kata para personil Karat yang hadir. Semua yang hadir bisa merekam malam itu. Yang tidak hadir bisa menyusul kemudian.

Setelah pemanasan, menunggu superglue untuk memperbaiki nada celempung Mang Utun yang dipakai Hendra, Man sebagai operator dan Karat mulai mencari hitungan metronom lagu per lagu. Setelah metronom ditemukan, sesi rekaman pun dimulai. Yang pertama direkam disepakati “Washed” yang memang sudah dikuasai semua yang hadir. Hendra take celempung duluan. Butuh beberapa kali take sebelum akhirnya Hendra merampungkan pola celempung sesuai dengan ketukan metronome.

Usai Hendra, giliran Kimung kini yang loading. Kimung mengalami kesulitan dalam take kali ini. Ia mengalami kesuitan dengan pola pirigan celempung Hendra yang cenderung meleset dari metronom namun sebenarnya pas. Kimung juga tak menemukan sound yang tepat dalam teknik tepukan celempung yang hasilnya selalu tak memuaskan dalam rekaman. Pun setelah ia akhirnya mengganti celempung Giri Kerenceng dengan celempung Banten Kidul. Akhirnya setelah proses take celempung yang lumayan panjang, Kimung pun merampungkan untuk sementara take celempungnya.

Rekaman kemudian dilanjut dengan loading karinding Okid, Man, Jawis, dan Hendra. Menurut Man, total jendral, rekaman itu usai hingga pukul tiga dini hari. Berikut chat Kimung dengan Okid keesokan harinya…

Kimung : Cuuuu, kmh kmri..?? tuliskeun laahhh keur jurnal cuuu

5:21pmRottrevore : jurnal naon mang

5:21pmKimung : jurnal karat nu tiap saptu ku urg rilis, sbagey perjalanan karat mggu inih cuuu

5:22pmRottrevore : heug.bae pabaliut

5:23pmKimung : wakakakkk pabaliut kmh? washed beres td peuting?

5:24pmRottrevore : tempona diganti teu ka udag kukarinding… dilaunan..

5:25pmKimung : Wakakakkk jadi celempung oge dirobah atuu..?

5:26pmRottrevore : dilaunan tempona,via softwarena…. jeung jiga na pirigana kudu aya nu dirobah saeutik

5:26pmKimung : hmmm bisa nyaa? Hehehehe edun uy hheu… pirigan      celempung nu kudu dirobah teh?

5:27pmRottrevore : teu kudu celempungmah

5:28pmKimung : jadi ngan karinding hungkul? tapi karinding td peuting beres direkam?

5:29pmRottrevore : nya,meh teu kudu ngarekam deui,tapi ke urang riung keun deui weh.. mung ari isukan maen jam sbraha?

5:30pmKimung : wekekekk teuing cuuu hheuu cobi ka mang uts kntk cuuu

Rottrevore : ari ayeuna aya latihan teu?

5:32pmKimung : teu apal, emg kmri rek lat irh cnh? asa euwh nu ngabejaan ayeuna mah cuuu

5:33pmRottrevore : urang nyien lirik bahasa sunda tapi jiga bahasi india jeung arab nya?

5:34pmKimung : wahh oks oks.. geus ayaa..??

5:34pmRottrevore : ke ditempokeun lyricna…

5:34pmKimung : imelkeun laahh ngarah urg jieun ayeuna piriganna cuuu

Rottrevore : judulna YARO LAGAK SAWA KOCAM… SALAH YARO KALAG SAWA KOCAM

5:38pmKimung : wakakakkk oray galak awas macok wakakakkk imelkuen laaahh

Rottrevore : TAPI URANG HAHALEUANGAN MAH JIGA BASA INDIA atawa arab

5:40pmKimung : wekekekk pastinyoo hahahaha

Rottrevore : meunang teunya… urang kokok heula

5:42pmKimung : meunang atuuuhh… ceuk kami kituuhh hahahaha… sipsip atuuhh.. slamat berkokok sajah cskuuu

Di hari Rabu itu juga beredar SMS Mang Utun yang membuat dinamika Karat semaikin seksi sajah : Burgerkill mengajak Karat tampil berkolaborasi dalam sebuah acara yang akan ditayangkan di MTV. Bagi Karat sjakan ini tentu saja merupakan sebuah kehormatan. Bukan Cuma karena diajak oleh Burgerkill—band metal terdepan Indonesia—tapi juga ini adlah kolaborasi pertama dengan band metal dan ditayangkan di stasiun ikon pop Indonesia, dan dunia : MTV. “Urang obrolkeun enjing jelasna ang,” sambung Mang Utun.

Kamis, 11 Februari 2010

Sore itu para personil Karat berkumpul di Commonroom. Kamis yang sangat ramai!! Selain Openlabs yang juga sedang pada berkumpul, Bandung Oral History yang sedang Kemisan dengan menu presentasi Historiografi Eropa oleh Kimung, Kamis itu tampak juga para personil Beside, manajemen, dan kru sedang berkumpul untuk merencanakan pengajian dan doa bersama untuk memperingati Insiden Sabtu Kelabu 9 Februari. Acara pengajian ini rencananya akan dilakukan hari Rabu tgl 17 Februari 2010 di Commonroom.

Para Personil Karat berkumpul dalam rangka membicarakan rencana kolaborasi dengan Burgerkill dalam lagu “Tiga Titik Hitam” untuk mengisi salah satu acara di MTV. Kalo ga salah nama acaranya MTV Studio. Untuk membicarakan rencana itu kabarnya Jemi akan datang sore itu. Mang Utun, Aki Amenk, Man Jasad, Jawis, Hendra, Jimbot, Okid, dan Kimung yang kemudian bergabung tak lama kemudian setelah forum BOH selesai. Pelataran Commonroom semakin ramai saja dengan berpadunya tiga gangster dua generasi itu : Beside dan Karat yang didominasi wajah-wajah lama Uberebels dan BOH yang didominasi wajah-wajah baru Uberebels. Suasana sangat ramai.

Sayang Jemi sebagai perwakilan dari Burgerkill yang ditunggu-tunggu tak jadi datang malam itu.

Jumat, 12 Februari 2010

Hujan masih mengiringi Jumat Kramat 12 Februari 2010. Namun, suasana ramai tetap menghiasi Jumat Kramat minggu ini. Personil Karat dan kawan-kawan, Zia, Arief, dan Dinan Profanatixa plus dua anggota Bandung Extreme Sketch Club—sebuah gangster ceceesan para desainer khusus death metal dan sgala yang berbau ekstrim—Gencuy Brutal Art dan Candra Monmon Art; Eka, Reggi, dll hadir di pelataran commonroom. Ramai dan hangat karena juga disemarakkan oleh nasi gila yang memang gila pedasnya. Cociks untuk malam hujan dan dingin. Sayang Aki Amenk kembali tak bisa hadir karena ia terjebak banjir di Dayeuh Kolot.

Akhirnya Karat masuk arena latihan. Semua duduk di lantai beralaskan tikas pandan dan tikar plastik. Umi sang gadis Jepang yang baru saja kembali ke Indonesia setelah kepulangannya ke Jepang ikut bergabung latihan dengan Karat malam itu. Umi emang memiliki ketertarikan khusus terhadap Karinding. Kiki yang juga hadir bersama Karat ikut bergabung ke dalam lingkaran. Dan latihan pun memulai prosesi jumaahan wengi.

Prosesi di buka oleh Mang Utun yang menyampaikan perkembangan Karat satu minggu ini yang ternyata semakin dinamis saja. Dibuka dengan refleksi betapa Karat kini sudah semakin dikenal orang dan karena itu Karat harus lebih serius dan inovatif lagi dalam mempersiapkan segalanya, terutama dalam mengisi berbagai undangan gigs dan persiapan rekaman. Mang Utun mereview beberapa jadwal manggung Karat sepanjang Februari : 15 Feb di STBA acara Buch Messe, 16 Feb di launching buku Pamali#2 Norvan di Galeri Jeihan, 20 Feb kolaborasi dengan Burgerkill di lagu “Tiga Titik Hitam” khusus untuk acara MTV Studio, 25 Feb kolaborasi dengan Europe Troppen di Gedung Indonesia Menggugat dalam acara loncing sebuah majalah urban, serta 28 Feb di acara ulang tahun preman Ujungberung dan Unpad Jatinangor. Selain itu, kabarnya tanggal 26 dan 27 Februari Karat juga ada jadwal amnggung tapi masih belum jelas di mana dan acara apa karena masih belum ada konfirmasi lebih lanjut.  Yang paling disoroti secara serius tentu saja adalah rencana kolaborasi dengan Burgekrill untuk tampil di MTV. Namun demikian hingga malam itu, belum ada konfirmasi jelas dan langsung dari pihak Burgerkill mengenai rencana ini. Konfirmasi baru dilakukan Jemi manajer Burgerkill via telepon kepada Aki Amenk dan Mang Utun serta SMSan Kimung dan Eben. Namun demikian, Mang Utun menegaskan Jemi akan datang Jumat Kramat untuk membicarakan rencana kolaborasi ini. Setelah siap, latihan pun mulailah.

Latihan dimulai dengan fiksing lagu “New York New York”. Jimbot yang baru bergabung menggarap lagu ini mencoba meraba-raba “New York” dengan tiupan toleat dan suling. Belum 100% fiks tapi ada beberapa bayangan pola alat tiup yang akan dimainkan Jimbot untuk menyemarakkan “New York” yang memang rancak dan ramai. Yang paling jelas akan menyemarakkan “New York” tentu saja adalah beatboxing Kang Diki. Sayang, Karat lupa mengundang Kang Diki untuk ikut bergabung berlatih malam itu, padahal Kang Diki sudahbersedia ketika chat dgn Mang Utun di Facebook. Secara umum,” New York” semakin matang minggu ini. Karinding sudah mantap hanya saja Kimung curhat masih ada sedikit ganjalan mengenai pola karinding “New York” yang sepertinya akan lebih greget jika diset lebih genit dan dinamis sesuai dengan pola celempung. Namun demikian malam itu semua asik dengan dinamika lagu “New York”.

Lagu kedua yang dilatihkan adalah “Washed”. Lagu ini emang sudah fiks. Jimbot yang sudah lumayan memiliki gambaran semakin mantap dengan “Washed”. Tipuan toleat dan sulingnya semakin tajam, bahaya , dan tahu sudut-sudut liar yang harus diredam oleh alunan alat tiup bambunya. Lagu selanjunya adalah “Hampura Ma”. Lagu ini pada dasarnya memang lagu pionir Karat. Lagu yang pertama kali diciptakan sekaligus juga pertama kali direkam oleh Karat. Lagu ini pula yang terus menerus dimainkan di panggung-panggung karat sepanjang tahun 2009 dan secara manis menempel dalam benar para personil Karat. Namun demikian, “Hampura Ma” yang dilatihkan jelas berbeda dengan “Hampura Ma” yang selama ini dimainkan. Sudah ada pola yang baik kini. Dan walau sudah terpola secara baku, sama sekali taka da kesulitan bagi para personil Karat untuk ngawin, bersatu dengan “Hampura Ma” bagaimanapun aransemen yang dibuat Karat untuk lagu itu. “Hampura Ma” melenggang dengan manis dan harmonis walau Jimbot berkali-kali harus mengetes tiupan toleatnya.

Lagu selanjutnya yang terus digarap adalah “Blues Kinanti”. Minggu ini “Blues Kinanti” semakin menunjukkan warnanya. Pola karinding dan celempung yang bluesy sudah semakin kenatra walau tentu saja belum 100% fiks yah… Jimbot malah bereksperimen menggunakan dua suling yang ia tiup dan mainkan langsung untuk mengganti akor-akor harmonika. Hmmm sebenarnya Mang Utun sudah siap memainkan harmonika untuk lagu ini, namun sedapat mungkin karat tetap pada komitmen memainkan alat musik utama dari bambu untuk lagu-lagu di album sekarang ini. Kehadira Umi sang gadis Jepang juga memberikan inspirasi khusus bagi Man sang vokalis untuk menambah perbendaharaan bahasa untuk “Blues Kinanti”. Sejauh ini man sudah mempersiapkan lirik lagu dalam dua bahasa, Sunda dan Jerman. Bahasa jerman didapatkan dari hasil terjemahan York sang Pemuda Berlin khusus untuk Karat. Man meminta Umi untuk menerjemahkan “Blues Kinanti” Budak Leutik Bisa Ngapung ke dalam bahasa Jepang. Umi menyanggupinya.

Sehabis “Blues Kinanti”, Karat segera menghajar dengan “Lagu Perang” yang langsung disambung “Kawih Pati” atau Song of Death. “Lagu Perang” seperti biasa lancar karena sudah sangat dikuasai Karat. Mereka cuma harus mengulang dua kali sebelum akhirnya masuk ke “Kawih Pati”. Ending “Lagu Perang” yang mengetengahkan gelegar alat musik guludug sekaligus menjadi awal untuk “Lagu Perang”. Nuansa muram, lambat, dan monoton mengantarkan meditasi mendalam “Kawih Pati”. Vokal Man yang mengalun dalam kawih ini juga mengambang. Seperti kematian. “Kawih Pati” tak diulang. Lagu ini selesai dalam sekali latihan walau ada sedikit perubahan dalam pola celempung di tengah lagu, ketika tempo perlahan naik, naik, semakin cepat, cepat, cepat, dan cepat. Kimung dan hendra masih belum menemukan pola ketukan yang pas untuk “Kawih Pati” di bagian itu.

“Kawih Pati” mengakhiri sesi latihan Karat jumat kramat ini. Ketika obrolan ringan mengenai rencana rekaman dan dinamika pergerakan scene independen dan isu turunnya bantuan pemerinta bagi komunitas ini bergulir, datang Jemi dan Mpung yang memang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya sejak kemarin untuk membicarakan rencana kolaborasi Karat vs Burgerkill. Dari penuturan Jemi, acara MTV yang akan diramaikan BK dan Karat adalah MTV Studio. Sebenarnya yang mengisi acara ini adalah Burgerkill, namun Burgerkill berinisiatif mengundang Karat sebagai bentuk dukungan utama Burgerkill dalam pergerakan penyebaran syiar karinding dan kasundaan yang dilakukan Karat di jalur pop. Untuk itu, Burgerkill hanya menyediakan transportasi sebuah mobil untuk Karat pergi ke studio MTV di Global TV Jakarta tanggal 20 Februari. Lagu yang akan dibawakan adalah “Tiga Titik Hitam” walau Kimung sebenarnya lebih memilih “Anjing Tanah”, dengan pertimbangan lagu ini sangat menghentak mantap, cocok dengan performa Karat. Namun, Jemi mengungkapkan, Burgerkill harus membawakan “Anjing Tanah” dalam format full band. Lagu ini tak akan maksimal jika dimainkan Burgerkill dalam format akustik. Burgerkill sendiri memiliki pandangan “Tiga Titik Hitam” akan sangat cocok dibawakan dengan alunan karinding celempung dan karenanya maka lagu ini dipilih. Hmmm ya sudahlah.. toh “Tiga Titik Hitam” juga memiliki kekuatan yang bukan olah-olah. Jemi lalu menyebarkan rekaman “Tiga Titik Hitam” versi akustik ketika dimainkan dalam bedah buku Myself : Scumbag 12 januari 2009 silam kepada para personil Karat malam itu.

Bersambung cuuuuu minggon payun nyaaahh… heuheuheu…

10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, Burgerkill, Faith No More, Fear Factory, Tika and the Dissidents, Homicide, Pearl Jam, Tracy Chapman, John Lennon, Dawson Creeks’s Soundtrack

Movies : Parthenon : Design and Architecture by Ann Grau Duvall, Portishead live in Roseland New York

Books : The Beatles Ways by Larry Lange, The Lost Symbols by Dan Brown

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s