JURNAL KARAT # 2 Reportaseu Karat di Libertad, TEMPAT DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS Sabtu 30 Januari 2010

Posted: February 21, 2010 in Uncategorized
Tags:

Karat di Libertad, TEMPAT DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS
Sabtu 30 Januari 2010

Hari yang sejuk. Sabtu 30 Januari 2010 masuk commonroom seakan kembali ke tahun 30an. Hari itu commonroom dengan komunitas penggemar radio antik bandung mengadakan pameran radio antik dan beberapa alat antik lainnya seperti kamera foto, kamera film, dan mesin tik. Jam empat sore ketika akhirnya tampil keroncong merah putih memeriahkan sore itu, terlihat para personil karat dan kru mulai berkumpul bersiap untuk berangkat ke cibodas. Setelah trio kang andar – gustaff – man jasad menyanyikan keroncong kemayoran dengan gegap gempita (wae hahaha), akhirnya karat berangkat ke TEMPAT GIG YG DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS.

Ada dua mobil. Mobil pertama mobil gerag, ada bucek, man, kimung, mang utun, jawis, dan hendra. Mobil kedua mobilnya salomo, ada addy gembel, zia, arief, casper, dan ugun. Setelah perjalanan berkelok-kelok penuh tanjakan, belokan curam, dan jalanan berbatu-batu, rombongan akhirnya tiba di venue. TEMPAT DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS yang jelas Bucek geram dengan kerusakan lingkungan dan kisah mang utun tentang lingkungan itu bertahun lalu masih asri. Bucek berseru, “mang kami hayang jadi aktivis lingkungan euyy.. ajakan lah nyaa!” tak henti-henti bucek mengekspresikan kekecewaannya melihat begitu banyak pohon tumbang dan bukit yang menggundul sepanjang perjalanan.

***

Acara Libertad digelar oleh Pyrate Punks sebuah komunitas musisi-musisi punk bandung. Menyebut pirate punk kita akan segera teringat sosok kangkung. Dan kangkunglah yang mengajak karat untuk main di acara Libertad. Di acara ini, karat tampil setelah error brain. Setidaknya sudah dua kali karat sepanggung dengan error brain dan selama itu error brain selalu menunjukkan performa yg luar biasa. Karat cukup akrab dengan lagu-lagu mereka, terutama lagu “mabuk sampai muntah” dan “anti partai”. Karat manggung di dalam tenda karena hujan turun. Audiens yg didominasi anak punk mulai memenuhi bagian dalam tenda yang lumayan luas.

Karat membuka gig dengan “rajah bubuka” oleh karinding dengan man yang melakukan salam alan man sendiri kepada audiens. Audiens menjawab “Rampeeess…” ketika “rajah bubuka” selesai ditabeuh. Karat segera menghajar gig dengan lagu “luna maya”. Diawali reangan alat musik bangkong reang duet maut celempung kimung – hendra masuk menghentak. Irama semakin cepat dan cepat ketika para personil karat mengakhiri lagu secara serempak dengan berteriak LU… NA… MA… YA! Tanpa menunggu lama, karat segera menyambung dengan lagu “washed” singkatan dari “wasit kehed”. Man mulai bersenandung di lagu itu, bertimpal kimung dan hendra yang berteriak jadi beking vokal man. Suasana semakin hangat ketika cuky bergabung untuk memainkan guludug, alat musik hadiah dari tcukimay sepulang tur di bali sehari sebelumnya. Karat menamakan komposisi itu sebagai “beluk aral”. Cuky bermain guludug sementara celempung dan karinding mengikutinya dalam irama monoton, tapi tajam, mistis, dan ritmik. Seperti biasa karat bermain tempo dikomposisi ini. Setelah cuky, giliran kangkung kini yang bermain bareng karat. Ia ditodong untuk bermain gitar blues diiringi karinding dan celempung. Kangkung memainkan blues “kinanti : budak leutik bisa ngapung” man mengisi vokal dengan cengkok blues abiisss, sementara mang utun bergantian bermain karinding kemudian harmonika. Blues karinding kinanti menyemarakkan malam libertad yang hangat itu.

Setelah rehat hahahihi sebentar, karat segera menghajar venue dengan “New York New York”. Lagu yg awalnya diberi judul “new york death metal” oleh bucek itu dimainkan berbeda. Ini karena cuky mengisi part-part “new york” dengan guludug hingga kimung – hendra ahrus menyesuaikan ketukan dengan fill in guludug mang cuky. Dan hasilnya spektakuler. “New york” jadi lebih lama tapi berhasil membangun nuansa berbeda dan tak kalah sedap dari pola sebenarnya. Sehabis “new york”, karat segera menghajar gig dengan “lagu perang”. Karat mengulang dua kali lagu itu karena yang pertama agak tak kompak endingnya hehehe… Tapi yang kedua pun ternyata tetap tak sama endingnya hahaha… Tapi cuma sedikit. 99% “lagu perang’ dimainkan dengan baik. Man yang bahkan baru saja membaca liriknya dan baru mempraktekan dalam latihan beberapa saat sebelumnya, langsung bisa mengisi vokal lagu ini. Karat akhirnya menutup gig dengan lagu bahaya “kawih pati” yang membius. Pola tempo lambat yang kini dieksplor karat setelah sebelumnya menghajar dengan power dan tempo penuh dan cepat. Dalam “kawih pati”, karat senagaja memberikan ruang-ruang kosong bagi audiens untuk mengapresiasi musik yang palid dalam “kawih pati”. Usai “kawih pati” karat menyudahi penampilan mereka. Para personil karat menghormat kepada audiens seiring tepukan tangan dan sorak sorai yang ramai malam itu.

Masih banyak band lain yang manggung setelah karat. Ketika karat akhirnya harus kembali, band punk dari sukabumi sedang merangsek audiens di gig. Sayang karat harus pamit karena masih banyak hal-hal lain yang menunggu untuk dihajar karat hari esok. Well, trimakasi kepada karat, ade casper, zia, arief, ugun, addy gembel, gerag, salomo, kangkung, themfukk, cuky, babam, kuya. Great many many cheers!!!

jon 666

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s